Riki Halim, pelaku penyiraman air keras terhadap seorang mahasiswi, L, diketahui sudah 6 bulan tidak pernah pulang ke rumahnya. Riki tinggal di Pademangan Timur 1 Gang 12 No 6 RT 13 RW 04, Pademangan, Jakarta Utara."Sudah 6 bulan tidak pulang. Riki emang jarang pulang, nggak pernah liat," kata Ketua RT 13 RW 04, Wahyudi (53), Jakarta Utara, Kamis (10/10/2013).Adapun yang tinggal saat ini hanya orangtua perempuan dan kedua adiknya. Rumah tersebut pun diketahui atas milik nenek Riki dari sang ayah, Budi Halim. "Yang ada ibunya sama adiknya, 2 orang laki-laki usia 22 dan 12 tahun. Kartu Keluarga (KK) mereka juga masih alamat Taman Pademangan Barat."Pantauan Liputan6.com, rumah berlantai 2 dengan pagar teralis besi warna biru itu tertutup rapat, seperti tanpa penghuni. Rumah bercat kuning itu juga terlihat sepi. Dalam garasi hanya terdapat sebuah mobil Avanza silver bernomor polisi B 1821 UFO.Riki Halim Levin, hingga kini menjadi buron Polsek Palmerah. Dari informasi yang didapat, pelaku tinggal di Pademangan 1, Gang 2 no 26 RT 04/02, Pademangan Timur, Jakarta Utara.Kejadian penyiraman air keras terjadi pada Kamis 3 Oktober 2013 pekan lalu. Akibat siraman air keras itu, L yang tak lain mantan pacar pelaku mengalami luka bakar yang cukup parah. (Rmn/Ism)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/16256/original/rmh-riki-131010b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8586/original/siram-air-keras-iluts-131006c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5762224/original/044341700_1778665158-82bb2a97-65da-42ac-b2ac-8a8f6cd9fb12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575122/original/035128200_1778038911-IMG_1368.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5692079/original/081043500_1778568330-IMG_0029.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567733/original/026816400_1777330642-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4562919/original/059516400_1693824680-criminal-handcuffs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566715/original/028236000_1777220928-Dugaan_penyiraman_air_keras_di_Cengkareng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548923/original/064624100_1775556600-Andrie-Yunus-Wakil-Koordinator-KontraS.jpg)