Ditanya Tim Shadow, Nadiem Jelaskan Bawa Tim Sendiri saat Ditunjuk jadi Menteri

Mereka yang terpilih dianggap sebagai orang terbaik di kementeriannya.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Nadiem akui tim shadow Kemendikbudristek disetujui Presiden.
  • Tim shadow direkrut dari kementerian lain dan ahli teknologi dari PT Telkom.
  • Tujuan utama tim adalah percepatan digitalisasi pendidikan dan pengembangan aplikasi.

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menyinggung soal keberadaan tim shadow kepada Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Namun, Nadiem justru menjelaskan soal tim ahli yang dibawanya saat dirinya ditunjuk menjadi menteri.

Hal ini disampaikan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). 

"Saudara juga memasukkan orang-orang luar, ada namanya istilahnya 'shadow', 'shadow' apa? Ingat nggak Saudara? 'Shadow' organisasi apa? Ada organisasi bayangan. Yang berapa ratus Saudara masukkan dari luar, ya kan. Orang-orang tersebut. Apa bisa saudara jelaskan ke dalam majelis hakim ini?" tanya jaksa.

Nadiem justru menjelaskan soal tim yang dibawanya ke Kemendikbudristek. Nadiem mengakui membawa tim khusus sesuai keahlian yang dibutuhkan.

"Izinkan saya klarifikasi. Ini semua hal yang berbeda-beda dicampuradukkan menjadi satu. Saya sebagai menteri masuk dengan beberapa staf khusus yang spesifik di bidang-bidangnya masing-masing karena kompetensi mereka, karena integritas mereka," kata Nadiem.

Beberapa orang yang dibawanya, dijadikan sebagai staf khusus menteri (SKM). Nadiem menyebut ada juga stafnya yang kemudian menjadi Dirjen.

"Beberapa dari SKM itu akhirnya menjadi dirjen, seperti Pak Iwan kemarin yang menjadi saksi di sini. Di luar itu, semua dirjen saya ya datangnya dari dalam kementerian. Jadi mereka pun dipilih oleh saya dan disetujui oleh Pak Presiden berdasarkan rekam jejak mereka di dalam kementerian," sambungnya.

Selain itu, Nadiem juga membawa dan mempekerjakan orang-orang yang memiliki keahlian teknologi. Namun, mereka tidak digaji langsung oleh Kemdiktisaintek. Mereka berada di bawah anak perusahaan PT Telkom Indonesia. 

"Mereka itu ada di bawah salah satu anak perusahaannya PT Telkom dan ada kontrak antara kementerian dan perusahaan PT Telkom tersebut. Jadi mereka itu di situ," ujarnya.

Nadiem membawa ahli teknologi ke dalam kementerian sebagai mandat dari presiden. Saat itu, Presiden ingin mempercepat digitalisasi pendidikan. 

"Di dalam dua rapat, di luar daripada pergantian daripada Ujian Nasional ke Asesmen Nasional, Bapak Presiden di dalam rapat memutuskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi prioritas," tambah Nadiem.

Kemdikbudristek diperintahkan untuk membuat sebuah platform untuk memperbaiki sistem pembelajaran di sekolah. Amanat ini harus dijalankan.

"Pada saat itu, peran teknologi bukan berartinya beli laptop, bukan apa. Yang dimaksudkan Bapak Presiden dengan platform-platform adalah membangun aplikasi," jelas dia.

400 Orang Tim Shadow

Untuk diketahui, saat masih menjabat Mendikbudristek, Nadiem Makarin pernah menjelaskan soal keberdaaan Tim bayangan atau Tim shadow. Nadiem mengakui, 400 orang dalam tim bayangan ini merupakan aspirasi pribadinya sebagai menteri. Tujuannya, semata demi kerjasama yang kedepan bisa diterapkan di setiap jenjang kedinasan.

"Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa ini adalah aspirasi saya sebaga pemimpin. Harapan besar saya adalah kami bisa sharing ini ke pemda dan kementeiran lain sehingga nantinya, bayangkan jika semua kementerian punya tim teknologi yang bisa bekerja sama sebagai mitra meluncurkan berbagai macam aplikasi gratis untuk masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan," kata Nadiem pada 26 September 2022.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6