Bima Arya Blak-blakan: Banyak Kepala Daerah Belum Paham Ekonomi Kreatif

Bima Arya menilai banyak kepala daerah belum memahami potensi ekonomi kreatif dan membutuhkan peran HIPMI untuk mendorong inovasi daerah.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamen Bima Arya ajak HIPMI kolaborasi kembangkan ekonomi kreatif daerah.
  • HIPMI dapat bantu kepala daerah cari pembiayaan alternatif dan inovasi.
  • Kolaborasi dan co-creation penting wujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Hal itu disampaikan Bima saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V BPD HIPMI Jawa Barat di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Kota Bandung, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Bima, kepala daerah saat ini perlu didorong mencari sumber pembiayaan alternatif, mulai dari crowd financing, alternative financing, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), hingga optimalisasi aset daerah.

Ia menilai HIPMI memiliki ruang besar untuk membantu kepala daerah melalui pendekatan yang lebih inovatif dan kolaboratif.

“Saya banyak tahu dengan teman-teman HIPMI yang masuk di wilayah ekonomi kreatif, kuliner, dan lain-lain. Karena kepala daerah itu enggak ngerti. Jadi saya sampaikan ini, teman-teman bisa bantu kepala daerah-kepala daerah supaya lebih kreatif dan inovatif,” kata Bima.

Menurut dia, tantangan kepala daerah saat ini juga berkaitan dengan keberhasilan menjalankan program strategis nasional di daerah, seperti Asta Cita, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa/Kelurahan.

 

Bonus Demografi Momentum Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Bima mengatakan momentum bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan nasional.

“Enggak ada pemerintahan yang bisa sendirian, semuanya kolaborasi. Walaupun hari ini kolaborasi enggak cukup, sekarang adalah eranya co-creation. Kolaborasi itu mengakomodasi saja, tapi co-creation itu duduk sama-sama, ujian sama-sama, merencanakan sama-sama,” ujarnya.

Bima juga mencontohkan praktik Pemerintah Kota Jambi yang dinilai berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka pengangguran melalui optimalisasi program prioritas nasional.

“Maka akan terbuka kesempatan,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6