Terungkap Penyebab Kematian Wanita di Serpong

Polisi mengungkap bahwa wanita berinisial I (49) yang ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan Pondok Pakulonan merupakan korban pembunuhan.

Diterbitkan 17 April 2026, 13:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kematian wanita di Serpong Utara dipastikan akibat pembunuhan, ditemukan luka memar.
  • Mantan suami korban, TH, ditangkap sebagai pelaku kurang dari 24 jam.
  • Penemuan korban berawal dari tangisan bocah, memicu penyelidikan polisi.

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kematian seorang wanita berinisia I (49) yang ditemukan di rumahnya di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan, terungkap.

 

"Diketahui bahwa Korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan," kata Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Dia menuturkan, hal ini terungkap setelah pihaknya melakukan penyidikan dan mengumpulkan barang bukti, di mana dari hasil pemeriksaan menemukan luka memar di bagian leher dan wajah korban.

Hal ini, lanjut Dimitri, membuat pihaknya bergerak mencari terduga pelaku yang menyebabkan luka memar tersebut. Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pelakunya adalah TH, yang merupakan mantan suami korban.

"Pelaku inisial TH, kurang dari 1x 24 Jam sudah ditangkap oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya," tandas dia.

Tangisan Bocah Bongkar Kematian Wanita di Serpong

Sebelumnya, kematian korban I (49), diketahui setelah warga mendengar bocah menangis. Dari suara itulah, akhirnya diketahui ada seorang wanita ditemukan sudah tak bernyawa.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan, awalnya, warga curiga setelah mendengar tangisan anak dari dalam rumah korban. Informasi itu lalu diteruskan ke petugas keamanan setempat.

Tak menunggu lama, petugas langsung mengecek ke lokasi. Saat pintu didatangi, korban ditemukan tergeletak di dalam rumah.

Warga pun langsung berkoordinasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi. Petugas Polsek Serpong Utara yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi. Olah TKP dilakukan, garis polisi dipasang untuk mengamankan area.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

“Saat ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih menyelidiki peristiwa tersebut. Adapun penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi,” ucap Budi, Jumat (17/4).

Jangan Berspekulasi

Budi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atas peristiwa tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.

"Masyarakat juga diminta segera melaporkan melalui layanan kepolisian 110 apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut atau menemukan situasi yang memerlukan kehadiran petugas," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6