Prabowo Sebut 1.000 Lebih SPPG Di-suspend karena Bermasalah, Ajak Publik Ikut Awasi Kualitas MBG

Presiden Prabowo Subianto menyebut lebih dari 1.000 dapur MBG diberhentikan sementara. Langkah itu diambil sebagai bagian komitmen pemerintah menjamin kualitas MBG.

Diterbitkan 19 Maret 2026, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Lebih dari 1.000 dapur program MBG diberhentikan sementara untuk pembenahan kualitas.
  • Penghentian ini bukan pembatalan, melainkan evaluasi untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan.
  • Pemerintah menerapkan sertifikasi ketat dan mengajak publik terlibat dalam pengawasan program.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan, ada lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberhentikan sementara atau di-suspend. Ini menjadi bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan.

Langkah tegas ini diambil pemerintah untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi. Sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Prabowo menegaskan, kebijakan menghentikan sementara ini bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

“Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check,” ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis (19/3).

Prabowo memastikan, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik. Menurut Prabowo, kritik justru dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” lanjutnya.

Kepala Negara menegaskan, penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.

“Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. “Yang sudah di-suspend, 1.030,” ungkapnya.

“Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau tidak beres ditutup," tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar. Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung disuspend hingga dilakukan perbaikan.

 

Prabowo Ajak Publik Terlibat Pengawasan

Pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik dengan menyediakan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, maupun orang tua untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program di lapangan.

Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik menjadi kunci agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran. Karena itu, Prabowo mengajak publik untuk terlibat dalam pengawasan.

“Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain,” tegasnya.

Presiden menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam tata kelola program. Yakni meninggalkan praktik laporan yang tidak sesuai fakta.

“Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem, serta memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6