Cara Polisi Ungkap Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh 4 Pelaku Bermotor

Polisi menyebut ada 86 titik CCTV yang dijadikan bahas analisis untuk mengungkap otak di balik insiden penyiraman air keras.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi menyita 86 CCTV untuk mengungkap kasus penyiraman air keras pada Andrie Yunus.
  • Wakil Koordinator KontraS diserang zat kimia asam kuat di Salemba pada 12 Maret 2026.
  • Tim gabungan Polri menganalisis ribuan menit rekaman CCTV untuk mencari pelaku.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menyita puluhan kamera CCTV untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Serangan itu terjadi Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, pelaku diduga menyiramkan cairan kimia asam kuat ke arah wajah dan tubuh korban.

"Korban atas nama Andrie Yunus diduga diserang oleh pelaku orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan cairan yang diduga zat kimia asam kuat," kata Iman saat konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Untuk mengungkap pelaku, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri.

Tim langsung melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman kamera pengawas serta saluran komunikasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

 

86 CCTV Disita

Sebanyak 86 titik CCTV disita dari berbagai sumber di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku. Rinciannya, 7 kamera dari sistem tilang elektronik, 27 dari Diskominfo, 8 dari Dinas Perhubungan, dan 44 dari rumah warga serta perkantoran.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit,” ujar Iman.

Dia mengatakan, analisis digital terhadap seluruh rekaman CCTV masih berlangsung.

"Kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," katanya.

Rekaman CCTV Bantu Proses Penyelidikan

Polisi menyebut puluhan rekaman CCTV dinilai sangat membantu proses penyelidikan. Menurut dia, keberadaan kamera pengawas di jalur utama maupun jalur alternatif di Jakarta mempermudah polisi menelusuri pergerakan para pelaku. Terlebih, ada beberapa CCTV yang memiliki resolusi tinggi.

"Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas," ucap dia.

Rekaman tersebut kini dianalisis bersama data digital lainnya untuk mengidentifikasi para pelaku yang diduga terlibat dalam serangan.

"Kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6