Walkot Tangerang Harap Macet Berkurang Usai Adanya Rute Baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta

Walkot Tangerang Sachrudin berharap Transjabodetabek rute Blok M berharap kehadiran layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soetta kurangi kemacetan.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota (Walkot) Tangerang Sachrudin berharap kehadiran layanan Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (SH2) yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat membantu mengurangi kemacetan di sejumlah jalur utama yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta.

Sachrudin menyampaikan apresiasinya atas peluncuran rute tersebut karena dinilai dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperbaiki konektivitas transportasi antardaerah di wilayah Jabodetabek.

"Prinsipnya, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Gubernur atas peluncuran TransJabodetabek rute Blok M - Bandara Soekarno-Hatta ini," ujar Sachrudin di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, Kota Tangerang merupakan daerah penyangga ibu kota dengan jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa. Sebagian besar warganya bekerja di Jakarta yang membuat mobilitas harian antara kedua wilayah cukup tinggi.

"Kota Tangerang sebagai penyangga ibu kota yang berpenduduk kurang lebih 2 juta jiwa ini kalau malam, kalau siang berkurang karena hampir sebagian masyarakat Kota Tangerang bekerja di Jakarta, mencari nafkah di Jakarta juga," ucap Sachrudin.

Selain menjadi kota penyangga, Tangerang juga dilalui sejumlah jalur strategis menuju Jakarta dan bandara, mulai dari Tol Jakarta-Merak hingga jalan nasional yang menghubungkan Jakarta dengan Serang melalui Jalan Daan Mogot.

 

Kepadatan Lalu Lintas

Menurut Sachrudin, kondisi tersebut sering memicu kepadatan lalu lintas di beberapa titik, terutama saat arus kendaraan menuju Jakarta maupun bandara meningkat.

"Dengan adanya peluncuran TransJabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta ini barangkali akan bisa meminimalisir kemacetan di beberapa titik," kata dia.

Sachrudin menambahkan, perubahan arus lalu lintas kini juga dipengaruhi teknologi navigasi digital yang digunakan pengendara untuk mencari jalur alternatif ketika terjadi kemacetan di kedua wilayah.

"Sekarang, ketika orang mau mengarah ke Jakarta, dia tanya 'Mbah Google' dulu. Satu titik saja macet, dia beralih ke jalur lain atau jalan tol yang lain, dan ini sangat berpengaruh sekali," ucap Sachrudin.

Ada pun rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta meliputi Blok M Jalur 6–Bundaran Senayan 2–FX Sudirman–Gelora Bung Karno 2–DPR/MPR 1–DPR/MPR 2–Sbr.

Sowan Wisata Belanja–Jl. Cengkareng Golf Club 1–Sewarna Foodhall 1–Jl. Cengkareng Golf Club 3–Terminal Kargo 1–Terminal Kargo 2–Perkantoran Soekarno-Hatta.

Sementara rute sebaliknya, Bandara Soetta-Blok M, meliputi Perkantoran Soekarno-Hatta–Stasiun KA Bandara–Imigrasi SHIA–Bundaran Kargo–Sekolah Ibu Pertiwi–Swadaya Slipi–Perpustakaan Riset BPK–Sbr. DPR/MPR 1–Gelora Bung Karno 1–Summitmas–Bundaran Senayan 1–Blok M Jalur 6.

 

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Mengaspal, Waktu Tempuh 121 Menit

Sebelumnya, Transjabodetabek rute Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) baru saja diresmikankan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprakirakan waktu tempuhnya mencapai sekitar 121 menit dengan panjang lintasan 65,1 kilometer (km).

"Untuk estimasi perjalanan diperkirakan 121 menit, Pak. Ini kita persiapkan panjang lintasan 65,1 km," ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Wakadishub) DKI Jakarta, Ujang Hermawan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Selain jarak tempuh yang cukup panjang, layanan ini juga memiliki 23 titik pemberhentian untuk menjangkau lebih banyak penumpang. Ujang merinci, terdapat 13 halte di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta, yang dihitung untuk perjalanan pulang-pergi.

"Jumlah bus yang disampaikan Pak Gubernur adalah 14 unit. Tentunya ada 13 titik pemberhentian di Jakarta dan 10 titik bus stop di luar Jakarta," kata Ujang.

Bus Transjabodetabek rute ini juga dirancang langsung melayani tiga terminal utama di bandara dengan tarif promosi sebesar Rp3.500 untuk jangka waktu tiga bulan.

Layanan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan total 14 armada bus.

Interval keberangkatan diperkirakan berkisar 10 hingga 20 menit, sehingga penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6