Pemkot Depok Akan Olah Sampah Secara Mandiri 1.000 Ton Per Hari Mulai Tahun Depan

Pemkot Depok berusaha menyelesaikan permasalahan sampah yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Diterbitkan 27 Februari 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkot Depok targetkan pabrik sampah 1.000 ton/hari beroperasi tahun depan.
  • Proses kerja sama dengan PT BSA sedang berjalan, melibatkan konsultasi kementerian.
  • Groundbreaking Maret 2026, pembangunan hanggar 6 bulan, operasional penuh tahun depan.

Liputan6.com, Jakarta - Pemkot Depok atau Pemerintah Kota Depok berusaha menyelesaikan permasalahan sampah yang kerap dikeluhkan masyarakat. Rencananya, tahun depan Pemerintah Kota Depok akan memiliki pabrik pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari di TPA Cipayung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni membenarkan target pembuatan pabrik pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari mulai beroperasi tahun depan. Saat ini proses kerjasama dengan mitra sedang berjalan.

"MoU dengan PT BSA sudah, sekarang sedang memproses drafting perjanjian kerja sama," ujar Reni, Jumat (27/2/2026).

Reni mengungkapkan, penyusunan kerjasama meliputi sejumlah tahapan administrasi dan konsultasi lintas Kementerian, seperti Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga atau dengan Kementerian Dalam Negeri.

Pemerintah Kota Depok akan berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berkaitan dengan penggunaan alat pengoperasian pengolahan sampah.

"Kami harus mendapatkan penguatan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait alat yang digunakan, karena ini berkaitan dengan ekspor," ucap Reni.

Pemerintah Kota Depok turut menyiapkan surat untuk DPRD dan akademisi berkaitan dengan perhitungan skema pembiayaan. Adapun akademisi yang dilibatkan Pemerintah Kota Depok, yakni Universitas Indonesia.

"Kami sedang meminta bantuan dari UI untuk menghitung kembali tipping fee yang ditawarkan calon mitra," terang Reni.

 

Susun Waktu Penyelesaian Kerjasama

Reni menjelaskan, Pemerintah Kota Depok melalui DLHK sedang menyusun waktu penyelesaian kerjasama. Ada pun targetnya untuk penyelesaian kerjasama pada akhir Februari sedangkan groundbreaking pada Maret 2026.

"Groundbreaking dilakukan setelah Lebaran ini," kata Reni.

Apabila tidak ada aral melintang, peletakan batu pertama untuk tahap awal pembangunan dilaksanakan pada Mei mendatang. Nantinya masa pengerjaan pembangunan hanggar akan dilaksanakan selama enam bulan.

"Diperkirakan pada Oktober mendatang pembangunan hanggar telah selesai," ucap Reni.

Pemerintah Kota Depok saat ini masih melakukan uji coba pengolahan sampah. Hal itu untuk memastikan operasional pengolahan sampah dengan skala penuh pada tahun depan dapat dilaksanakan.

"Tahun depan operasional maksimal, tahun ini kita uji coba dulu, kami menggunakan aspek kehati-hatian yang lebih komprehensif," pungkas Reni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6