Riva Siahaan Bacakan Pledoi, Ungkap Kinerja selama jadi Dirut PT Pertamina Patra Niaga

Mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyampaikan nota pembelaan pribadi atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Riva Siahaan sampaikan pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 19 Februari 2026.
  • Pertamina Patra Niaga mencatat laba tertinggi USD 1,639 miliar pada 2023.
  • Perusahaan menyetor dividen triliunan dan jalankan program penugasan pemerintah.

Liputan6.com, Jakarta - Riva Siahaan, Mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan nota pembelaan pribadi atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.

Dalam pembelaannya, Riva menguraikan perjalanan kariernya di lingkungan Pertamina serta kinerja perusahaan selama masa kepemimpinannya.

Riva menjelaskan, sejak bergabung di Pertamina pada 2008, ia meniti karier dari berbagai posisi operasional hingga dipercaya memimpin Pertamina Patra Niaga.

Dia menegaskan, sepanjang masa pengabdiannya, prinsip yang dipegannya adalah integritas serta upaya memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan dan negara.

"Pertamina Patra Niaga mencatat laba sebesar USD 1,639 miliar pada 2023," ujar Riva.

Riva menilai, keuntungan itu sebagai pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Ia menambahkan, sekitar 80 persen laba tersebut berasal dari Direktorat Pemasaran Pusat dan Niaga yang dipimpinnya bersama Maya Kusmaya.

Riva juga menyinggung kontribusi perusahaan kepada negara. Melalui PT Pertamina (Persero).

"Pertamina Patra Niaga telah menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp 1,6 triliun pada 2022, Rp 10,5 triliun pada 2023, juga Rp 7 triliun pada 2024," tutur dia.

Riva menyebut, angka-angka ini menunjukkan kinerja perusahaan pada periode tersebut berada dalam kondisi yang kuat dan berkontribusi nyata terhadap penerimaan negara.

 

Uraikan Berbagai Program Penugasan Pemerintah

Selain kinerja finansial, Riva juga menguraikan berbagai program penugasan pemerintah yang dijalankan perusahaan, seperti pembangunan SPBU BBM Satu Harga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta pengembangan SPBU Nelayan di berbagai daerah.

"Program-program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemerataan energi dan penguatan sektor ekonomi masyarakat," ucap Riva.

Riva memastikan, seluruh kinerja tersebut diaudit oleh auditor eksternal serta diawasi oleh lembaga negara. Karena itu, capaiannya dirasa perlu dipertimbangkan secara utuh dalam menilai kebijakan-kebijakan yang diambilnya selama menjabat.

"Pledoi ini bukan dimaksudkan untuk mencari simpati, melainkan untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada majelis hakim mengenai konteks pekerjaan, tanggung jawab, serta hasil kerja yang telah dicapai perusahaan," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6