Cuaca Hari Ini Rabu 11 Februari 2026: Jabodetabek Diprediksi Berawan Tebal hingga Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah Jabodetabek pada Rabu (11/2/2026) akan didominasi awan tebal.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah Jabodetabek pada Rabu (11/2/2026) akan didominasi awan tebal. Demikian prediksi cuaca hari ini.

Pada pagi hari, hampir seluruh wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal. Namun Kepulauan Seribu berpotensi diguyur hujan ringan.

Memasuki siang hari, hujan ringan diperkirakan mulai turun di beberapa wilayah, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, sementara Kepulauan Seribu berawan tebal.

Pada malam hari, berawan tebal masih mendominasi Kembali yang diprakirakan terjadi di Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu.

Untuk daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Depok, Jawa barat, diprakirakan berawan tebal di pagi hari. Namun untuk di siang hari hujan ringan diprakirakan turun di Bekasi dan Depok, Sementara di Bogor diprakirakan hujan disertai petir. Kemudian di malam hari ketiga wilayah diprakirakan Kembali mengalami berawan tebal.

Namun untuk wilayah Tanggerang, Banten diprakirakan berawan Tebal di pagi hari. Sedangkan di siang hari diprakirakan hujan ringan dan di malam hari Kembali berawan tebal.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari. Pengguna jalan juga diminta berhati-hati karena hujan ringan dapat membuat kondisi jalan menjadi licin.

Berikut informasi prakiraan cuaca hari ini di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Jakarta Pusat  Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Jakarta Selatan Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Jakarta Timur  Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Jakarta Utara  Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu  Hujan Ringan Berawan Tebal Berawan Tebal
 Bekasi  Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Depok  Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal
 Kota Bogor  Berawan Tebal Hujan Petir Berawan Tebal
 Tangerang Berawan Tebal Hujan Ringan Berawan Tebal

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah NTB pada 10-14 Februari 2026

Cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 10-14 Februari 2026. Hal itu diutarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan untuk waspada.   

"Saat ini dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas yang signifikan di sekitar wilayah NTB," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Selasa (10/2/2026).

Satria menjelaskan, selama periode tersebut wilayah NTB berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.

Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB, termasuk ada pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Faktor utama penyebab cuaca ekstrem lainnya adalah kelembapan udara yang relatif basah di berbagai lapisan atmosfer, serta labilitas atmosfer yang kuat.

Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan Kumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir atau kilat dan angin kencang.

"Selain hujan lebat terdapat pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB," ucap Satria.

 

Gelombang Laut Tinggi

BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudra Hindia sebelah selatan NTB.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, hingga pohon tumbang.

"Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan mengambil langkah mitigasi, termasuk pengecekan infrastruktur drainase, penyuluhan kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi antar instansi dalam penanganan potensi bencana," pungkas Satria.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6