Sistem Pengelolaan Sampah di Ciamis Jabar Dipantau Langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq turun langsung ke lapangan untuk mengecek sistem pengelolaan sampah di Ciamis sebagai peraih nilai kebersihan tertinggi.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 15:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pengelolaan sampah dan kebersihan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar) dicek dan disidak langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

Agenda ini dilakukan dalam rangka penilaian prestisius Adipura di Kabupaten Ciamis. Menteri Hanif bersama jajaran mendatangi sejumlah tempat, seperti pasar dan lingkungan masyarakat.

Di sana, ia melakukan interaksi dengan warga terkait dengan pengelolaan sampah untuk mengetahui bagaimana mekanisme yang dilakukan masyarakat.

Selain warga, ia juga mendatangi salah satu kepala desa setempat untuk melakukan wawancara.

"Saya cek tadi, kita sama-sama ngecek ke salah satu kepala desa ya, kita coba 'interview' tanpa kehadiran bupati, sengaja kita tidak ingin diikuti bupati supaya kita objektif," ujar Hanif, melansir Antara, Senin (2/2/2026).

Selama pemeriksaan, Hanif menyoroti pentingnya peran masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah dari sumbernya, mulai dari pemilahan hingga pengolahan.

Ia menilai kesadaran warga menjadi faktor utama keberhasilan program kebersihan lingkungan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Hanif juga menegaskan, penilaian Adipura tidak hanya berfokus pada kebersihan visual, tetapi termasuk sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Ia berharap Kabupaten Ciamis dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah agar mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat.

Nilai Tertinggi Tingkat Nasional dalam Sistem Pengelolaan Sampah

Menurut Hanif, pengecekan langsung ke lapangan itu dilakukan berdasarkan penilaian Kabupaten Ciamis yang mendapatkan nilai tertinggi dalam sistem pengelolaan kebersihan sampah secara nasional.

Hasil penilaian itu, kata dia, mendorong jajarannya untuk mengecek langsung kondisi di lapangan.

Pengecekan dilakukan mulai dari kondisi daerah, masyarakat, maupun proses pengelolaan akhir sampah, seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ternyata sudah controlled landfill sehingga nilainya relatif tinggi.

"Nah, di Ciamis ini nilainya hari ini paling tinggi, sehingga potensial kepadanya mendapat reward sebagai kota bersih atau dalam prestisius Adipura," terang Hanif.

Ia mengatakan, terdapat masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, namun sudah bisa memilah sampah rumah tangganya menjadi bermanfaat.

"Rumah yang terkecil pun, yang sangat-sangat sederhana, mohon maaf, itu sudah memilah sampahnya, waktu kita tanya, kenapa? Karena sampahnya bisa dijual, kemudian kita coba cek beberapa desa lain juga, semuanya pilah sampahnya sudah dilakukan," terang Hanif.

Menurutnya, komponen itu membuktikan kesadaran mengelola sampah warga Ciamis, sehingga penghargaan nasional tersebut mereka raih.

Mewujudkan Ciamis Bersih

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, ia ingin bersama-sama mewujudkan Ciamis menjadi kota yang bersih.

Oleh karena itu, ia mendorong pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan keinginan tersebut.

"Kami baru punya mimpi, punya niat, punya keinginan Ciamis menjadi kota bersih, sementara dengan keterbatasan, kami hampir tidak bisa bergerak, kami hanya mengajak, mengimbau peran serta partisipasi masyarakat," ungkap Herdiat.

Namun, berdasarkan hasil pengecekan di wilayah lainnya, masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, seperti ke sungai atau membakarnya.

Kondisi itu, kata Herdiat, menjadi tugas pemerintah daerah untuk menyelesaikannya, karena dikhawatirkan belum adanya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah yang benar.

"Mudah-mudahan Ciamis bisa menyelesaikan PR-nya dalam beberapa hari ke depan sebelum penghargaan Adipura diberikan kepada Ciamis," harapnya.

Ia juga mengakui masih banyak kekurangan dan kelemahan karena keterbatasan yang ada. 

Meski begitu, pihaknya terus berupaya untuk menjadikan Ciamis sebagai kota yang bersih.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6