Liputan6.com, Jakarta - Polisi memutar sejumlah rekaman CCTV yang mengungkap aktivitas terakhir Lula Lahfah (26) sehari sebelum ditemukan meninggal di unit Apartemen Essence, kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tampak, sehari sebelumya korban masih beraktivitas normal.Â
"Di sini ada beberapa potongan-potongan gambar yang akan kita nanti bisa buka di sini. Pada awalnya, satu hari sebelum kejadian penemuan jenazah," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Sehari sebelum ditemukan tewas, Lula terekam keluar apartemen bersama seorang rekannya berinisial VA. Keduanya terlihat berada di dalam lift lalu meninggalkan apartemen.
Advertisement
"Kita melihatnya dari CCTV lift. Di dalam lift, yang dalam lingkaran adalah Saudari LL bersama rekannya Saudari VA. Aktivitas keluar dari apartemen," ujar dia.
Penelusuran berlanjut ke rekaman CCTV di luar apartemen yang menunjukkan Lula dan VA mendatangi sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.
"Saudari LL yang di dalam lingkaran merah ini terlihat masih bersama orang yang sama, yaitu saksi Saudari VA. Kita lihat masuk ke dalam restoran dan melakukan aktivitasnya," ucap dia.
Setelah beraktivitas di kafe, korban kembali ke apartemen menggunakan kendaraan pribadinya.
Rekaman memperlihatkan Lula masih bersama VA hingga tiba di lantai unit tempat tinggalnya. Selanjutnya, terlihat sosok lain berinisial C turun dari lantai tersebut menuju area basement.
"Di sini sebagai saksi sudah kita ambil keterangannya juga, turun dari lantai tempat Saudari LL tinggal menuju ke basement," ujar dia.
Â
Sempat Jalani Pengobatan ke Rumah Sakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489008/original/073791400_1769775785-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_18.26.09.jpeg)
Iskandar menerangkan, pihaknya juga menemukan bukti bahwa korban sempat menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan pada hari yang sama. Hal itu diperkuat rekam medis serta keterangan saksi C yang telah diperiksa penyidik.
"Berdasarkan bukti-bukti yang ada, kita sudah melihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit. Saudari LL melaksanakan atau melakukan pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan juga, dengan keterangan dari Saudari C diperkuat," icap dia.
Sementara korban berada di rumah sakit, asisten rumah tangga (ART) korban berinisial A terekam CCTV turun ke lobi untuk mengambil sebuah titipan. Bungkusan tersebut kemudian dibawa ke atas dan diletakkan di dalam unit. Setelah itu, Lula dan saksi C kembali ke apartemen.
"Untuk aktivitas pada hari itu selesai, karena kami sudah mengecek beberapa CCTV juga tidak ada aktivitas yang terkait dengan Saudari LL," ujar dia.
Advertisement
Reza Arap Datang Bawa Dokter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482699/original/032773600_1769240464-1.jpg)
Pada keesokan harinya, korban tidak terlihat melakukan aktivitas rutin seperti olahraga pagi. Kondisi itu menimbulkan kecurigaan ART. Upaya membuka pintu kamar gagal karena tidak ada respons dari dalam.
"Dan Saudari A di sini dapat berkomunikasi dengan saksi Saudara Y. Saudara Y di sini adalah security dari apartemen tempat Saudari LL tinggal," ucap dia.
Bersama tim engineering, pintu unit dibuka secara paksa sekitar pukul 17.47 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi kaku dan tidak bernyawa di dalam kamar yang terkunci dari dalam. Sejumlah saksi yang berada di lokasi panik dan menghubungi kerabat dekat korban.
CCTV kembali merekam kedatangan VA dan C ke unit apartemen. Salah satu saksi kemudian menghubungi pacar korban berinisial RA.
Tak lama kemudian, RA datang bersama seorang dokter untuk memastikan kondisi korban. Pemeriksaan menyatakan Lula telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke RS Fatmawati. Keterangan rumah sakit menyebut korban meninggal akibat kehabisan napas dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
"Oleh karena itu, kami Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan yakin berdasarkan bukti-bukti yang ada di sini," ucap dia.
Dia menyatakan autopsi tidak dilakukan atas permintaan keluarga. Berdasarkan rekaman CCTV, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan medis, penyidik menyimpulkan tidak ditemukan unsur pidana dalam kematian Lula Lahfah.
"Di sini kita lihat tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum," dia menandaskan
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489011/original/076205100_1769776146-IMG_9527.jpeg)