Cuaca Ekstrem Berlanjut, BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jabodetabek Sepekan ke Depan

BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di Jabodetabek dalam sepekan ke depan akibat penguatan Monsun Asia dan dinamika atmosfer.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 17:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG prakirakan hujan sedang-lebat di Jabodetabek sepekan ke depan.
  • Penyebabnya penguatan Monsun Asia dan seruakan dingin, picu konvergensi angin.
  • Masyarakat diimbau waspada potensi banjir dan gangguan aktivitas.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Jabodetabek dalam sepekan ke depan.

Prakirawan Cuaca BMKG Jatmiko mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang disertai seruakan dingin atau cold surge dari daratan Asia.

Fenomena ini, kata dia meningkatkan pembentukan daerah konvergensi angin di wilayah Jawa.

“Dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Jabodetabek,” kata Jatmiko saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih intens dan merata. Kondisi ini selaras dengan cuaca di Jabodetabek yang dalam beberapa hari terakhir mengalami hujan berdurasi panjang.

 

Curah Hujan Tertinggi

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, dalam 10 hari terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem di wilayah Jabodetabek. Curah hujan tertinggi tercatat pada 18 Januari 2026, yakni mencapai 267 milimeter per hari.

Sementara itu, pada hari ini hingga pukul 15.00 WIB, curah hujan di Jabodetabek tercatat sebesar 189 milimeter per hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hujan, seperti genangan, banjir, serta gangguan aktivitas, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

“Dengan kondisi dinamika atmosfer yang telah disebutkan sebelumnya, dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem diprakirakan juga terdapat pada sebagian wilayah Indonesia bagian selatan di antaranya Sumatera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” kata Jatmiko.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6