PSI: Kunjungan Kerja Prabowo ke Inggris Buka Peluang Besar bagi Nelayan dan Pendidikan

Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara.

Diterbitkan 21 Januari 2026, 18:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PSI menilai kunjungan Prabowo ke Inggris strategis untuk pembangunan maritim dan pendidikan.
  • Kerja sama maritim fokus pada rencana pembangunan kapal tangkap ikan bagi nelayan Indonesia.
  • Bidang pendidikan akan berkolaborasi dengan Russell Group untuk tingkatkan kualitas perguruan tinggi.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris sebagai langkah strategis dan konkret dalam membangun bangsa, khususnya di bidang maritim dan pendidikan.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dedek Prayudi, menilai inisiatif tersebut mencerminkan kematangan visi Presiden di tengah dinamika global.

“Di tengah dinamika global, inisiatif untuk menjalin dan mengintensifkan kemitraan dengan Inggris menunjukkan kematangan visi presiden. Kunjungan ini bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas manusia Indonesia,” kata Dedek, Rabu (21/1/2026).

Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara.

Salah satu kesepakatan yang dibahas adalah kerja sama di bidang maritim, termasuk rencana penandatanganan nota kesepahaman pembangunan kapal tangkap ikan bagi nelayan Indonesia.

Sementara di bidang pendidikan, Indonesia berencana menjalin kerja sama dengan Russell Group, jaringan 24 universitas terkemuka di Inggris.

 

Posisi Penting Pusat Teknologi dan Inovasi

PSI menilai Inggris memiliki posisi penting sebagai pusat inovasi, teknologi, dan pendidikan berkualitas tinggi. Karena itu, kemitraan tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia.

“Kerja sama ini menciptakan kesempatan emas bagi Indonesia, terutama di bidang maritim dan pendidikan. Patut diingat 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut dan ada lebih 2 juta nelayan sehingga ada kebutuhan kapal tangkap yang banyak,” lanjut Dedek.

Terkait sektor pendidikan, PSI berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi Inggris dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.

“Kunci utama Indonesia Emas 2045 adalah pendidikan. Sudah digagas inisiatif keren Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Nah, kolaborasi Russell Group akan membuka satu lagi jalan untuk meningkatkan kualitas di level perguruan tinggi,” pungkas Dedek.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6