Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama satu bulan.
"Kalau untuk anggaran OMC, kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan, terus terang ada pergeseran BTT. Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, melansir Antara, Senin (19/1/2026).
"Karena dia nggak mau, karena jumlahnya menjadi besar, termasuk tiga kali (OMC) yang kemarin, langsung kita pindahkan," sambung dia.
Advertisement
Sebab, lanjut Pramono, persoalan hujan dan penanganan banjir merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, ia sudah menyiapkan anggaran hingga satu bulan ke depan untuk modifikasi cuaca.
"Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri," kata Pramono.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk sepanjang tahun 2026 dalam rangka mengantisipasi hujan di ibu kota.
"Kita sudah kalkulasikan kenapa sepanjang tahun itu Rp 31 miliar. Awalnya itu kan cuma Rp 7 miliar. Tapi dari rekomendasinya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), nampaknya 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa. Jadi ditambah lagi," kata Yohan.
Â
Rencana Operasi Modifikasi Cuaca Saat Kemarau Mendatang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4547613/original/043706700_1692702752-20230822-Modifikasi-Cuaca-Jabodetabek-Tallo-6.jpg)
Yohan menjelaskan, penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya rencana pelaksanaan OMC pada saat musim kemarau mendatang. Dia menyebut, berbeda dengan OMC saat musim hujan, nantinya OMC saat musim kemarau dilakukan agar hujan turun di atas tanah bukan di atas laut.
"Kita juga ada niatan nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan)," kata Yohan.
Kendati demikian, Yohan mengatakan, total anggaran tersebut tak akan dipaksakan untuk terserap seluruhnya. Apabila situasi dirasa cukup kondusif maka OMC tidak akan dilakukan.
Sementara itu, Yohan memaparkan jumlah anggaran yang disiapkan untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun sebesar Rp7 miliar.
"Itu dipersiapkan sekitar Rp 7 miliar untuk tahap yang awal tahun ini ya. Awal dan pertengahan tahun ini itu Rp7 miliar. Tapi itu juga belum tentu terserap semua," tandas Yohan.
Â
Advertisement
Pemprov DKI Kembali Operasi Modifikasi Cuaca, Tekan Risiko Genangan di Jakarta dan Sekitarnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3019437/original/015642300_1578811913-20200112-Operasi-Teknologi-Modifikasi-Cuaca-6.jpg)
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari ketiga, untuk mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di Jakarta dan sekitarnya.
Pada Minggu 18 Januari 2026, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.
Sorti ke-1 difokuskan pada wilayah Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon dengan tujuan utama meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram, dengan ketinggian terbang 11.000 kaki dan awan target jenis Cumulus.
Hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 3.000 kaki dan top hingga 15.000 kaki, dengan arah angin di ketinggian 11.000 kaki berasal dari barat.
Sorti ke-2 dilaksanakan di wilayah daratan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta dan sekitarnya.
Â
Potensi Hujan Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5159105/original/023244500_1741685960-9d2d6106-510e-4ee8-b7a8-7255d8abac81.jpeg)
Sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) digunakan pada ketinggian sekitar 6.000 kaki, dengan awan target Cumulus Humilis yang memiliki base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat.
Pada sorti ke-3, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan.
Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan potensi hujan lebat umumnya terjadi pada periode siang hingga sore hari.
"Potensi hujan lebat hanya ada di periode siang–sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh rekan-rekan kru CASA dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu 18 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa pelaksanaan OMC berperan penting dalam menekan dampak genangan di Jakarta.
"Jika BPBD tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak," kata Isnawa.
Ia menambahkan, pelaksanaan OMC hari Jumat dan Sabtu tidak terpantau adanya genangan. Namun, pada hari ketiga ini, durasi hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan genangan di beberapa titik tidak dapat sepenuhnya dihindari.
BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama pelaksanaan OMC untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer terkini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278302/original/010785400_1752061644-Infografis_HEADLINE_cms_2__1_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477487/original/061062800_1768828020-Pramono_Anggaran.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3279574/original/001681300_1603787899-20201027-Pemprov-DKI-Belum-Putuskan-Konsep-Kepemilikan-Rumah-Susun-Pasar-Rumput-ANTONIUS-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8947955/original/040520000_1782968991-156862.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8938667/original/006153500_1782964897-157098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2997702/original/070140200_1576490822-20191216-Polusi-Jakarta-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8834900/original/030269100_1782918179-1000870294.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782665/original/040283200_1782893927-0L5A0896.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513148/original/046779000_1782436778-Nasi_Ulam_Ibu_Yoyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713559/original/055697600_1782795898-IMG_1753__1_.jpeg)