Kunjungan ke Inggris, Prabowo Bakal Teken Kerja Sama Produksi Kapal Tangkap Ikan

Presiden Prabowo Subianto akan menandatangani kerja sama bidang maritim bersama pemerintah Inggris dalam kunjungan kerjanya ke London. Kerja

Diterbitkan 19 Januari 2026, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan menandatangani kerja sama bidang maritim bersama pemerintah Inggris dalam kunjungan kerjanya ke London. Kerja sama tersebut berupa proyek pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan.

"Beberapa agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini adalah yang pertama, berkenaan dengan beliau akan menandatangani Maritime Partnership di kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Prabowo pernah membahas soal kerja sama tersebut dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer secara virtual. Prabowo dijadwalkan bertemu PM Starmer di Downing Street Nomor 10 dalam kunjungannya ke London.

Selain itu, Prabowo direncanakan bertemu Raja Inggris Charles III. Keduanya akan membahas soal rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh, menyusul permintaan Raja Charles III agar Prabowo mendonasikan konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk konservasi gajah

"Kurang lebih tahun lalu, sekitar 8 bulan yang lalu, Bapak Presiden telah sebagai pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah. Yakni itu atas kerja sama dengan Raja Charles," ucap Prasetyo.

Selanjutnya, Prabowo akan menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di Inggris di bawah naungan Russell Group. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kampus ternama Inggris membuka universitas di Indonesia.

"Bilamana memungkinkan membuka kampus-kampus baru di Indonesia dalam rangka sebagaimana yang di dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan, untuk mengejar ketertinggalan kita di beberapa bidang; di antaranya tentu bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran," tutur dia.

"Nah, itu beberapa agenda beliau yang akan mungkin dalam waktu kurang lebih 2 hari selama beliau berada di Inggris," sambung Prasetyo.

 

Prabowo Tiba di London, Bakal Bertemu PM Inggris dan Raja Charles III

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba di London, Inggris, Minggu, 18 januari 2026 malam dalam rangka melakukan kunjungan kerja. Agenda tersebut bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.

Prabowo tiba di Bandar Udara London Stansted dan disambut oleh Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Foreign Secretary’s Special Representative Adele Taylor MBE. Tidak ketinggalan pula Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI untuk Inggris Kolonel Inf. Wiyata S. Aji.

Prabowo tampak menyalami para pejabat daru Inggris satu per satu saat turun dari pesawat kepresidenan. Dia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selama kunjungan di Inggris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer. Pertemuan tersebut rencananya berlangsung di Kantor PM Inggris dan menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog serta kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis.

Selain itu, Pabowo juga diagendakan melakukan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III. Pertemuan dengan Kepala Negara Inggris tersebut akan berlangsung di St. James’s Palace sebagai bagian dari rangkaian diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara.

 

Kerja Sama Berbagai Sektor

Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak Desember 1949 dan terus berkembang secara konsisten. Seiring waktu, hubungan bilateral kedua negara meningkat menjadi kemitraan yang makin strategis dan saling menguntungkan.

Kerja sama Indonesia dan Inggris saat ini mencakup sejumlah sektor prioritas yang bersifat komprehensif, mulai dari bidang ekonomi hingga isu-isu global yang menjadi perhatian bersama. Kedua negara terus berkomitmen untuk memperluas ruang kolaborasi guna menjawab tantangan bersama di masa depan.

Kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris bertumpu pada empat pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi; iklim, energi, dan alam; pertahanan dan keamanan; serta manusia dan masyarakat.

Kunjungan Presiden ini menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjalankan diplomasi aktif dan memperluas kerja sama internasional yang berdampak nyata bagi kepentingan nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6