BSI Dukung Transisi Ekonomi Rendah Karbon, Capai Target Net Zero Emission Indonesia

BSI bekerja sama dengan BASE untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia melalui Energy Savings Insurance (ESI), mendukung target Net Zero Emission 2060, dan memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan bank.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BSI dan BASE berkolaborasi memperluas pembiayaan efisiensi energi di Indonesia.
  • Kerja sama ini dukung target Net Zero Emission 2060 melalui model ESI.
  • BSI komitmen ESG dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan Rp 73,16 T.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia. 

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam mengimplementasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) sekaligus mendorong pembiayaan berkelanjutan bagi proyek-proyek hijau.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menjelaskan, kerja sama ini membuka peluang lebih luas bagi pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia melalui penerapan model de-risking yang terukur dan aman.

Mekanisme pembiayaan melibatkan kontrak standar, validasi teknis independen, dan asuransi performa (surety bond) untuk meminimalkan risiko bagi pelaku proyek.

"Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060," ujar Bob, melansir Antara, Kamis (8/1/2026).

Mekanisme ESI tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. 

Proyek yang dibiayai dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Inisiatif ini selaras dengan target nasional untuk mendorong transisi energi rendah karbon dan mencapai Net Zero Emission pada 2060.

MoU Perkuat Dukungan BSI dan BASE pada Proyek Berkelanjutan

Kerja sama antara BSI dan BASE resmi dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. 

Melalui MoU ini, kedua pihak berkomitmen menghadirkan pembiayaan proyek efisiensi energi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), sebuah inisiatif pendanaan kerja sama internasional antara Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). 

Program ini ditujukan untuk mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dengan fokus pada proyek-proyek energi bersih dan berkelanjutan.

Selain itu, BSI terus mengembangkan berbagai program dan produk ramah lingkungan sebagai bagian dari implementasi prinsip ESG, mendukung visi sebagai the best global Islamic bank based on implementation of sustainable finance.

Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BSI Capai Rp 73,16 Triliun

BSI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 24,60 persen dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni mencapai Rp 73,16 triliun hingga September 2025. 

Angka ini menunjukkan komitmen bank dalam memperluas dukungan bagi proyek-proyek yang berorientasi pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, perseroan juga telah menerbitkan sukuk sustainability dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp 3 triliun pada 2024 dan Rp 5 triliun pada 2025. 

Langkah ini tidak hanya memperkuat sumber pembiayaan bagi proyek hijau, tetapi juga memberikan instrumen keuangan berkelanjutan yang dapat diakses oleh investor untuk mendukung transisi energi nasional. 

Pendekatan tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap pembiayaan berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6