Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan berpolitik di Indonesia bukan hal mudah dan penuh pengorbanan. Pasalnya, kata dia, banyak politikus yang ingin mengabdi dan berbuat baik untuk negara, namun kerap dicari-cari kesalahan serta kejelekannya.
"Orang-orang yang masuk ke politik ini saya juga merasa aneh juga saudara masih mau masuk politik. Politik di Indonesia ini pengorbanan Ingin mengabdi ingin berbuat baik, selalu dikuyu-kuyu, selalu dicari-cari kesalahan dan kejelekannya," ujar Prabowo saat panen raya dan swasembada beras di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Namun, dia mengatakan, para pejabat memang harus berbakti dan mengabdi kepada masyarakat. Sebab, kata Prabowo, pangkat dan jabatan yang diemban para pejabat berasal dari rakyat, termasuk Presiden RI.
Advertisement
"Pangkat yang saya emban Adalah dari rakyat. Karena itu, saya sekarang harus berbakti untuk rakyat," ucap dia.
Prabowo menyampaikan banyak tokoh yang sudah mapan sebelum menjadi pejabat. Dia mencontohkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang merupakan pengusaha sukses, namun rela berkorban bekerja keras demi rakyat.
"Saudara Amran Pengusaha yang sukses. Beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Beliau menteri yang saya tahu sehari mungkin tidur hanya 3-4 jam. Saya kadang-kadang merasa prihatin, tapi saya dalam hati juga bangga," tutur dia.
"Saudara Zulhas demikian juga, masih mau berjuang, masih mau terjun di politik," sambung Prabowo.
Dia meyakini, semakin tinggi jabatan maka angin yang menerpa semakin kuat dan kencang. Prabowo pun meminta para pejabat tak gentar dan ragu-ragu berjuang untuk kepentingan masyarakat, meskipun banyan tekanan serta kritik.
"Saya selalu katakan, semakin naik ke puncak, semakin diterpa angin yang kenceng, mereka yang kuat yang akan sampai ke atas," pungkas Prabowo.
Â
Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Capai Swasembada Beras, Lebih Cepat dari Target
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465609/original/015552500_1767772087-1000200289.jpg)
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras tahun 2025. Hal ini disampaikan Prabowo saat panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
"Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Prabowo, Rabu (7/1/2026).
Dia awalnya menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, Prabowo menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun satu tahun, lebih cepat dari target yang ditetapkannya.
"Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," ucap dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku senang Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Prabowo menyampaikan cadangan beras di gudang-gudang pemerintah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, melampaui era Presiden kedua RI Soeharto.
"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo dalam taklimat awal tahun bersama anggota kabinet merah putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.
Â
Advertisement
Target Cepat Terwujud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464383/original/077221800_1767687818-prabowo_di_retret_hambalang.jpg)
Prabowo awalnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras dalam kurun 4 tahun, namun ternyata bisa teralisasi dalam waktu 1 tahun pemerintahannya. Bahkan, kata dia, cadangan beras nasional saat ini mencapai 3 juta ton.
"Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," ucap Prabowo.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan kerja keras semua pihak. Prabowo menekankan pentingnya swasembada beras di tengah konflik dan perang di berbagai negara sehingga Indonesia memiliki sumber pangan sendiri.
"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dimana-mana, di tengah perang dimana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam sekarang Thailand sama Komboja perang terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi" tutur Prabowo.
Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara lain. Setelah beras, Prabowo juga mendorong Indonesia mencapai swasembada energi.
"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan saudara-saudara," ujar dia.
"Kita juga pernah mengalami covid, semua negara pengekspor makanan menutup kita tidak bisa import walaupun kita punya uang dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri," sambung Prabowo.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1058817/original/059397900_1744933472-IMG-20231012-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460488/original/080508900_1767253199-Prabowo__memimpin_rapat_di_Aceh_Tamiang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8778484/original/053323400_1782876126-9ff140f3-64d2-42a8-8820-01098dd53490.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776324/original/068771100_1782874676-2ac5bfe4-aece-4cf0-b209-82f273d70cf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8545793/original/012839800_1782487005-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_17.40.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137440/original/042097500_1739945880-IMG_5574.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978098/original/000279500_1574756668-20191126-SPBU-Pertamina-Sudah-Jual-Solar-Campur-Sawit-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8686422/original/016959600_1782742010-Kepala_Badan_Komunikasi_Pemerintah__Bakom__Muhammad_Qodari-29_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8626390/original/034675000_1782621525-IMG_1658.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552735/original/089096600_1775823940-3771-2514-max.jpg)