AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro, Seberapa Kuat Sebenarnya Militer Venezuela?

Venezuela memiliki struktur militer yang lengkap, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Garda Nasional, dan Milisi Bolivarian. Seberapa kuat militer Venezuela di bawah Maduro?

Diterbitkan 04 Januari 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Klaim Amerika Serikat bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap memicu pertanyaan  besar, seberapa kuat kekuatan militer Venezuela (FANB) untuk menangkis ancaman eksternal atau mempertahankan rezimnya? 

Venezuela memiliki struktur militer yang lengkap, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Garda Nasional, dan Milisi Bolivarian. Angka pasti bervariasi menurut sumber, tetapi estimasi umum menunjukkan FANB memiliki sekitar 100.000–125.000 personel aktif, ditopang oleh ratusan ribu anggota milisi paramiliter yang dapat dikerahkan untuk pertahanan internal. Selain itu rezim Maduro mengklaim rekrutmen milisi dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi pertahanan rakyat.

Dikutip dari Global Firepower, dalam dua dekade terakhir Caracas mengakuisisi persenjataan berat, terutama dari Rusia, termasuk jet tempur Sukhoi Su-30, sistem pertahanan udara jarak jauh S-300 (varian S-300VM dilaporkan), dan sistem menengah seperti Buk-M2 serta sistem jarak pendek seperti Pantsir. Kombinasi ini memberi Venezuela kemampuan pertahanan udara yang relatif kuat di kawasan Amerika Latin dan menjadi elemen penentu bila terjadi konfrontasi udara.  

Namun, catatan pemeliharaan dan ketersediaan operasional tetap menjadi soal krusial. Dukungan Rusia, dan tantangan operasional

Sementara dikutip dari Business Insider, dalam beberapa tahun terakhir Moskow dipercaya menyediakan peralatan dan dukungan teknis ke Caracas; laporan terbaru menyebut adanya pengiriman sistem pertahanan udara tambahan seperti Pantsir-S1 dan Buk-M2E. 

Meski demikian, pengoperasian sistem-sistem canggih memerlukan suku cadang, pelatihan, dan logistik area yang terdampak oleh tekanan ekonomi Venezuela dan sanksi internasional, sehingga kemampuan tempur “di atas kertas” mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kesiapan tempur riil. 

Maduro mengandalkan bukan hanya alat utama sistem persenjataan, melainkan juga mobilisasi milisi sipil (Bolivarian Militia) sebagai komponen pertahanan dan alat penegakan internal.

Angka yang diklaim rezim dalam beberapa kesempatan sangat besar, jutaan anggota, meski analisis independen mempertanyakan efektivitas dan kesiapan tempur milisi tersebut. Dikutip dari Reuters,  strategi rezim cenderung menggabungkan kemampuan pertahanan udara, unsur pasukan khusus, serta taktik asimetris untuk meningkatkan biaya bagi intervensi eksternal.

 

Trump Pamerkan Foto Penangkapan Maduro, Mata Diikat, Tangan Diikat

Presiden Donald Trump mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang diklaimnya telah ditangkap oleh Amerika Serikat (AS), berada di atas kapal perang USS Iwo Jima.

"Nicolas Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima," tulisnya sebagai caption unggahan tersebut.   

Dalam gambar tersebut, Maduro terlihat mengenakan setelan olahraga abu-abu dan menggenggam sebuah botol air. Matanya ditutupi dengan penutup berwarna hitam, sementara sebuah perangkat yang tampak seperti headphone berukuran besar terpasang di telinganya.

Sementara itu, di samping Maduro terlihat seseorang mengenakan jaket yang memiliki logo DEA.   

DEA adalah singkatan dari Drug Enforcement Administration, yaitu lembaga federal AS yang bertugas menangani penegakan hukum terkait narkotika dan obat-obatan terlarang.

DEA berada di bawah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat dan berfokus pada penyelidikan, penangkapan, serta pembongkaran jaringan perdagangan narkoba, baik di dalam maupun di luar wilayah AS.   

Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi atau situasi yang melatarbelakangi pengambilan gambar Maduro tersebut.

Foto tersebut tidak menampilkan istri Maduro, Cilia Flores.

Trump mengonfirmasi Maduro ditangkap melalui sebuah operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Pernyataannya muncul menyusul laporan terjadi sejumlah ledakan di berbagai wilayah di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6