1.138 Praja IPDN Dikirim ke Aceh Tamiang, Bantu Pemulihan Pascabencana

Sebanyak 1.138 lebih Praja IPDN, dilepas untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Hal itu dilakukan secara bertahap melalui tiga keberangkatan di

Diterbitkan 03 Januari 2026, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 1.138 Praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang bantu pemulihan pascabencana.
  • Kemendagri fokus percepat pemulihan layanan pemda dan ekonomi lokal.
  • 100 ASN Kemendagri juga dikerahkan bantu pemulihan layanan publik dan desa.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 1.138 lebih Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dilepas untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Mereka dikirim ke lokasi terdampak melalui Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (3/1/2026).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, kementeriannya kini tengah fokus melakukan percepatan pemulihan layanan di kantor pemerintah daerah (pemda) yang terdampak bencana alam di Sumatra dan Aceh.

"Bagi saya adalah dua hal untuk pemulihan, yaitu ketika kantor pemerintahan berjalan dengan normal, yang kedua adalah ekonomi berjalan yang ditandai dengan aktivitas jual beli masyarakat," katanya.

Ketika pemerintahan sudah berjalan, lanjut dia, maka dapat dibarengi dengan bangkitnya perekonomian, terutama UMKM. Seperti misalnya warung, kafe, hingga penjualan dagangan lainnya.

Untuk itu, Kemendagri mengerahkan ribuan personel Praja IPDN sebagai tenaga bantuan dalam percepatan pasca bencana.

 

Pengiriman Dilakukan Bertahap

Pengiriman 1.138 praja IPDN dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini, ada sebanyak 413 personel yang diberangkatkan menuju Medan, dan menyusul 414 orang diterjunkan ke Aceh.

"Untuk hari ini 413 personel, besok 414 personel masuk tahap kedua, kemudian tahap ketiga 179 personel. Dan yang sudah ada di lokasi namanya tim advance, sudah 132 personel, jadi totalnya 1.138 personel," jelasnya.

Praja IPDN ditugaskan untuk membantu pascabencana, dengan difokuskan pada daerah yang dinilai mengalami dampak paling berat, khususnya wilayah dengan pemerintahan yang tidak berjalan akibat kerusakan parah.

"Mereka ini dibekali oleh alat-alat bersih juga, seperti cangkul, sekop, masker, jadi di sana mereka tidak nyusahin,"katanya.

Rencananya, ribuan Praja IPDN akan berada di Aceh Tamiang selama satu bulan. Tidak menutup kemungkinan juga diberlakukan penambahan waktu.

100 ASN Kemendagri Bantu Pemulihan Layanan Publik di Lokasi Bencana Sumatera

Tak hanya itu, sebanyak 100 ASN dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bertempat di Aceh Tamiang juga dikerahkan membantu pemulihan daerah yang terdampak akibat bencana tanah longsor.

Tito mengatakan, saat ini ada kepala-kepala dinas terdampak bencana. Baik itu menimpa dirinya ataupun keluarganya, sehingga mengakibatkan pemerintahan daerah jadi tidak berjalan efektif.

"Kita bantu dampingi oleh ASN Kemendagri. Lebih dari 100 jumlahnya untuk membantu mereka,"ujar Tito.

Bukan hanya dikedinasan saja, saat ini tugas ASN Kemendagri juga memberikan pendampingan untuk membangkitkan desa-desa yang masih terdampak. Tito mengungkapkan, saat ini masih ada lebih dari 200 desa yang belum bisa beroperasional secara utuh akibat bencana tersebut.

"Dukcapil, layanan publik lainnya harus bisa dihidupkan kembali,"katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6