Kubu Gus Yahya Ungkap Mayoritas Pengurus PBNU Loyal pada Kiai Sepuh

Kubu Gus Yahya mengklaim mayoritas fungsionaris PBNU menolak wacana pemakzulan ketua umum.

Diterbitkan 09 Desember 2025, 22:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mayoritas fungsionaris PBNU menolak pemakzulan Ketua Umum Gus Yahya.
  • Mereka loyal pada seruan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU untuk hentikan konflik.
  • Rapat pleno pemakzulan minim kehadiran, sinyal kurangnya dukungan luas.

Liputan6.com, Jakarta - Kubu dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengklaim mayoritas fungsionaris PBNU menolak wacana pemakzulan ketua umum, dan menyatakan patuh pada seruan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU, yang mengimbau agar konflik organisasi dihentikan dan diselesaikan.

“Mayoritas pengurus tetap loyal kepada dawuh kiai sepuh,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Forum Sesepuh dan Mustasyar yang berkumpul di Pesantren Tebuireng pada 6 Desember 2025 menegaskan, keputusan Rapat Harian Syuriah untuk memakzulkan Ketua Umum tidak sah karena bertentangan dengan AD/ART NU.

Amin juga menyebut penolakan mayoritas pengurus tercermin dalam Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam. Dari total 216 anggota pleno yang seharusnya hadir, hanya 58 orang yang datang, sekitar 26 persen, jauh dari batas minimum kuorum.

Dari data yang diperolehnya, unsur Mustasyar hanya dihadiri 2 dari 29 orang, Syuriah 20 dari 53 orang, Tanfidziyah 22 dari 62 orang, dan A'wan 7 dari 40 orang. Dari Lembaga PBNU hanya hadir 5 dari 18 lembaga, sementara Badan Otonom (Banom) hanya 2 dari 14 Banom.

“Artinya, lebih dari tiga perempat anggota memilih tidak datang, sebuah sinyal kuat bahwa langkah pemakzulan tidak mendapat dukungan luas di internal PBNU,” ucap dia.

Rapat Pleno 9 Desember digelar menindaklanjuti undangan 2 Desember yang bermuatan agenda penetapan Pejabat Ketua Umum PBNU tanpa melibatkan Ketua Umum aktif.

Namun, Forum Sesepuh dan Mustasyar telah menyerukan agar agenda itu dihentikan sementara, sambil menunggu penyelesaian persoalan organisasi sesuai mekanisme AD/ART.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Sultan, Jakarta.

Selain tiga tokoh tersebut, jajaran petinggi PBNU seperti Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam Zulfa Mustofa, Wakil Rais Aam Afifudin Muhajir, Rais Syuriah M Nuh, hingga Wakil Rais PBNU sekaligus Ketum MUI Anwar Iskandar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) periode 2021-2026.
    Gus Yahya
  • PBNU