PBNU Gelar Rapat Pleno 9 Desember 2025, Salah satu Agenda Tentukan Pj Ketua Umum

Mukri menyatakan Rapat pleno PBNU digelar 9 Desember. Seluruh proses akan ditempuh dengan menjunjung tinggi nilai keulamaan, kehati-hatian, serta tata tertib organisasi.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 16:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PBNU akan rapat pleno 9 Desember 2025 untuk menetapkan Pj Ketua Umum.
  • Pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf oleh Syuriyah PBNU bersifat final dan mengikat.
  • FORBHINU mendukung penuh keputusan Syuriyah PBNU dan penetapan Pj Ketua Umum.

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menggelar rapat pleno pada 9 Desember 2025. Ketua PBNU Moh Mukri menyebut, rapat ini akan dihadiri secara lengkap oleh unsur kepengurusan PBNU, yaitu Mustasyar, A’wan, Syuriyah, Tanfidziyah, serta seluruh pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom) PBNU.

Mukri menegaskan, rapat pleno merupakan forum konstitusional yang penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan PBNU berjalan sesuai aturan organisasi.

Menurut dia, keputusan Syuriah PBNU untuk memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum adalah keputusan final, dan mengikat.

"Rapat pleno mendatang menjadi bagian dari tindak lanjut mekanisme organisasi sesuai amanat Syuriah PBNU. Insyaaallah. Salah satu agendanya adalah penetapan Pj Ketum PBNU,” ujar Prof. Mukri dalam kererangan tertulis diterima, Jumat (5/12/2025). 

Mukri menambahkan, seluruh proses akan ditempuh dengan menjunjung tinggi nilai keulamaan, kehati-hatian, serta tata tertib organisasi.

"PBNU mengimbau seluruh warga Nahdliyin untuk tetap tenang, menjaga ukhuwah, dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan PBNU agar tidak terpengaruh spekulasi yang berkembang di ruang publik," imbuhnya.

 

Dukungan untuk Syuriyah PBNU

Sementara itu, Forum Bhindereh Nusantara (FORBHINU) mendukung terhadap langkah Jajaran Syuriyah PBNU dalam menyikapi dinamika internal yang tengah berlangsung di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Menurut Sekjen FORBHINU, Ahrori Dhofir. 

Syuriyah PBNU adalah lembaga tertinggi yang diberi amanah dan otoritas oleh organisasi Jamiyah Nahdlatul Ulama. Karena itu, keputusan Syuriyah bersifat final dan tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun.

“Jika keputusan Syuriyah tidak konsisten, maka akan menjadi preseden buruk bagi roda organisasi Jamiyah Nahdlatul Ulama. Maka dari itu, kewibawaan Syuriyah harus dijaga dan dihormati oleh seluruh pihak,” tutur Ahrori.

Ia memastikan, FORBHINU mendukung penuh keputusan Syuriyah PBNU, termasuk rencana pengumuman Penjabat (PJ) Ketua Umum PBNU yang akan segera disampaikan dalam waktu dekat.

“Dalam situasi seperti ini, ketenangan, kepatuhan, dan kebersamaan adalah kunci. Mari kita serahkan urusan organisasi kepada para ulama yang telah diberi amanah, sambil terus menjaga ukhuwah dan memohon perlindungan kepada Allah SWT,” Ahrori menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6