Liputan6.com, Jakarta - Smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, namun siklus penggantian yang cepat menimbulkan masalah serius berupa sampah elektronik (e-waste). Deloitte Global memprediksi bahwa smartphone akan menghasilkan 146 juta ton emisi CO2e pada tahun 2022, dengan sebagian besar berasal dari proses manufaktur perangkat baru. Angka ini, meski kurang dari setengah persen total emisi global, tetap memerlukan perhatian serius.
Dampak lingkungan yang signifikan ini menyoroti pentingnya upaya mengurangi jejak karbon dari perangkat elektronik. Karena manufaktur menyumbang hampir seluruh jejak karbon smartphone, memperpanjang masa pakainya menjadi faktor paling besar dalam mengurangi emisi. Langkah ini jauh lebih berdampak daripada sekadar mendaur ulang perangkat yang sudah tidak terpakai.
Artikel ini akan mengulas 10 strategi cerdas dan praktis tentang cara memperpanjang masa pakai HP Anda. Dengan menerapkan tips perawatan, mengubah pola pikir konsumsi, dan memanfaatkan dukungan regulasi, Anda tidak hanya menghemat uang tetapi juga berkontribusi aktif dalam mengurangi e-waste dan jejak karbon global. Simak cara selengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (4/12/2025).
Advertisement
1. Lindungi Layar dan Gadget Sejak Hari Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433190/original/043456000_1764838320-Lindungi_Layar_dan_Gadget_Sejak_Hari_Pertama.jpg)
Investasi pada casing dan pelindung layar (screen protector) yang berkualitas adalah langkah awal krusial untuk memperpanjang usia smartphone Anda. Kerusakan fisik, seperti layar pecah dan kerusakan akibat air, secara historis menjadi penyebab umum smartphone tidak dapat digunakan lagi. Melindungi HP Anda dari awal adalah cara memperpanjang masa pakai HP yang paling fundamental.
Berbagai studi menunjukkan bahwa kerusakan fisik adalah alasan utama penggantian ponsel. Misalnya, 57,7% pengguna di Inggris mengganti ponsel karena rusak, sementara di Baoding, Tiongkok, angka ini mencapai 65,58%. Di Jabodetabek, Indonesia, 66,84% rumah tangga akan mengganti ponsel bekas mereka jika ada kerusakan. Ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan fisik.
Pilih casing yang memiliki daya serap guncangan (shock-absorption) yang baik dan pastikan gadget Anda memiliki ketahanan terhadap air dan debu sesuai kebutuhan. Informasi mengenai ketahanan terhadap jatuh, debu, dan masuknya air juga akan tersedia pada label energi baru yang akan diperkenalkan di Uni Eropa, memudahkan Anda memilih perangkat yang lebih awet.
Advertisement
2. Rawat Baterai dengan Bijak, Jangan Sampai Overcharge
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433191/original/081164500_1764838320-Rawat_Baterai_dengan_Bijak__Jangan_Sampai_Overcharge.jpg)
Kebiasaan mengisi daya yang salah dapat secara signifikan memperpendek umur baterai smartphone Anda. Membiarkan gadget terhubung ke pengisi daya terlalu lama mungkin terasa nyaman, tetapi dapat merusak umur panjang baterai. Ketika Anda mengisi daya gadget secara berlebihan, baterai akan tetap pada 100%, yang dapat menyebabkan keausan yang dipercepat seiring waktu. Ini adalah salah satu cara memperpanjang masa pakai HP yang sering terabaikan.
Untuk mencegah hal ini, cabut gadget Anda setelah terisi penuh. Hindari penggunaan smartphone saat sedang diisi daya hingga penuh, karena panas yang dihasilkan dapat merusak sel baterai. Pengisian daya yang optimal membantu menjaga kesehatan baterai.
Selain itu, jangan biarkan baterai benar-benar kosong (0%) terlalu sering, karena ini dapat membebani sel baterai. Usahakan untuk menjaga level baterai di antara 20% hingga 80% untuk performa dan umur panjang yang maksimal.
3. Jaga Gadget Tetap Dingin dan Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433192/original/018841400_1764838321-Jaga_Gadget_Tetap_Dingin_dan_Bersih.jpg)
Panas berlebih adalah musuh utama komponen elektronik dan dapat merusak gadget Anda. Suhu tinggi mempercepat penurunan performa dan potensi kerusakan internal. Untuk menjaga gadget Anda tetap aman, simpan perangkat Anda di tempat yang sejuk dan teduh, serta hindari paparan sinar matahari langsung. Panas dapat menyebabkan komponen internal terlalu panas, yang berpotensi menyebabkan masalah kinerja pada HP.
Selain itu, rutin bersihkan debu dan kotoran dari layar, port pengisian daya, dan speaker. Penumpukan debu dapat menghambat pendinginan dan mengganggu konektivitas. Membersihkan HP secara teratur adalah cara memperpanjang masa pakai HP yang sederhana namun efektif.
Membersihkan layar dengan kain mikrofiber dan menggunakan udara bertekanan atau sikat lembut untuk port dapat membantu perangkat berfungsi dengan lancar dan bertahan lebih lama. Perangkat yang bersih juga cenderung memiliki performa yang lebih stabil.
Advertisement
4. Utamakan Perbaikan, Bukan Penggantian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433193/original/057433800_1764838321-Utamakan_Perbaikan__Bukan_Penggantian.jpg)
Ketika gadget Anda mengalami masalah atau rusak, pertimbangkan untuk memperbaikinya sebagai pilihan yang layak daripada membuangnya. Memperbaiki perangkat Anda biasanya lebih hemat biaya daripada membeli yang baru, menghemat uang Anda dalam jangka panjang. Selain itu, ini adalah pilihan berkelanjutan yang mengurangi sampah elektronik, mendukung upaya cara memperpanjang masa pakai HP.
Kabar baiknya, mulai 20 Juni 2025, konsumen akan dapat menikmati smartphone dan tablet yang lebih tahan lama dan lebih mudah diperbaiki berkat aturan baru di Uni Eropa. Konsumen juga akan dapat mengakses instruksi perbaikan dan suku cadang selama tujuh tahun setelah pembelian, serta pembaruan perangkat lunak dan sistem operasi setidaknya selama lima tahun.
Cari pusat servis resmi atau teknisi terpercaya. Anda juga bisa memanfaatkan panduan perbaikan daring (seperti yang disediakan oleh iFixit) untuk kerusakan sederhana, mengingat hanya 13 model smartphone yang mendapatkan skor reparabilitas 6 atau lebih dari 10 pada daftar skor reparabilitas smartphone iFixit pada tahun 2021.
5. Manfaatkan Dukungan Perangkat Lunak (Software) Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433194/original/097568900_1764838321-Manfaatkan_Dukungan_Perangkat_Lunak__Software__Maksimal.jpg)
Dukungan perangkat lunak yang berkelanjutan sangat penting untuk memperpanjang usia fungsional gadget Anda. Periode di mana vendor mempertahankan dukungan perangkat lunak memiliki dampak kuat pada nilai jual kembali perangkat. Pembaruan software adalah cara memperpanjang masa pakai HP dari sisi fungsionalitas dan keamanan.
Pada awal tahun 2022, durasi dukungan OS untuk smartphone bervariasi antara tiga hingga lima tahun, tergantung pada vendor. Namun, diperkirakan pada tahun 2025, tekanan kompetitif mungkin akan membuat lima tahun menjadi hal yang umum untuk sebagian besar model flagship. Di Uni Eropa, semua vendor smartphone mungkin perlu menyediakan pembaruan keamanan selama lima tahun mulai tahun 2023.
Selalu instal pembaruan keamanan dan sistem operasi yang tersedia. Pembaruan OS dapat menyegarkan tampilan dan meningkatkan efisiensi energi, membuat ponsel lama terasa "baru" kembali dan tetap relevan dengan aplikasi terkini.
Advertisement
6. Lakukan 'Spring Cleaning' Digital secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433195/original/037132500_1764838322-Lakukan__Spring_Cleaning__Digital_secara_Berkala.jpg)
Gadget yang penuh dengan memori dan aplikasi yang tidak terpakai cenderung berjalan lebih lambat, yang seringkali memicu keinginan untuk upgrade ke perangkat baru. Untuk mengatasi ini, lakukan "pembersihan musim semi" digital secara berkala. Ini adalah cara memperpanjang masa pakai HP dengan menjaga performa perangkat.
Hapus aplikasi yang tidak terpakai, bersihkan cache, dan pindahkan data (foto/video) ke penyimpanan cloud atau eksternal. Cadangan data secara teratur sangat penting. Praktik-praktik ini membantu perangkat berjalan lancar, bertahan lebih lama, dan mengurangi kebutuhan akan penggantian, sehingga mengurangi e-waste.
Melakukan factory reset (reset pabrik) secara berkala juga dapat memberikan nuansa "seperti baru" pada smartphone Anda, membersihkan semua data dan aplikasi yang tidak perlu, serta mengembalikan performa awal perangkat.
7. Pertimbangkan 'Downgrade' atau Pasar Bekas yang Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013813/original/028474000_1732076333-tips-membeli-hp-baru.jpg)
Memilih gadget bekas (refurbished) adalah pilihan yang berkelanjutan dan cerdas. Pasar smartphone bekas diperkirakan akan tumbuh 11,2% per tahun hingga 2024, dengan nilai mencapai US$65 miliar dan terdiri dari 352 juta unit. Membeli atau menjual HP bekas adalah bagian dari cara memperpanjang masa pakai HP secara kolektif.
Smartphone flagship berusia empat tahun mungkin tidak diinginkan di pasar yang lebih kaya, tetapi sangat diminati di pasar negara berkembang. Ponsel premium juga cenderung lebih tahan air dan debu serta menggunakan kaca berkualitas lebih baik daripada ponsel berharga lebih rendah, menjadikannya pilihan yang awet.
Saat membeli, pastikan Anda membeli dari vendor atau program refurbish terpercaya yang menjamin kualitas dan keamanan data. Pertimbangkan untuk membeli model generasi sebelumnya yang harganya lebih terjangkau namun masih menawarkan performa yang mumpuni untuk kebutuhan Anda.
Advertisement
8. Jangan Simpan 'Ponsel Hibernasi' di Laci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433138/original/004916400_1764837041-Restart_HP.png)
Menimbun ponsel lama di rumah, sering disebut sebagai "hibernasi ponsel", adalah masalah besar yang menghambat ekonomi sirkular dan pemulihan material berharga. Studi di berbagai negara menunjukkan bahwa menyimpan ponsel lama adalah metode pembuangan paling umum. Di Jabodetabek, Indonesia, 59,9% responden menyimpan ponsel bekas yang tidak terpakai di rumah. Ini bukan cara memperpanjang masa pakai HP, melainkan membuang potensinya.
Alasan utama penyimpanan ini bervariasi, mulai dari menjadikannya sebagai ponsel cadangan (78% di Inggris) hingga ketidaktahuan tentang apa yang harus dilakukan dengan ponsel tersebut. Penyimpanan ini mempersulit pemulihan logam berharga dan komponen lain yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali.
Jika ponsel Anda masih berfungsi, berikan kepada anggota keluarga, donasikan, atau jual. Jika sudah rusak, serahkan ke saluran daur ulang formal. Dengan begitu, Anda memastikan perangkat tersebut tetap memiliki nilai dan tidak menjadi sampah elektronik yang menumpuk.
9. Jadilah Konsumen Cerdas, Perhatikan 'Skor Reparabilitas' & Label Energi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013815/original/063844100_1732076348-tips-membeli-hp-bekas.jpg)
Sebagai konsumen, Anda memiliki kekuatan untuk mendorong produk yang lebih awet dengan membuat pilihan yang cerdas. Mulai 20 Juni 2025, konsumen di Uni Eropa akan dapat memilih smartphone dan tablet yang lebih tahan lama dan mudah diperbaiki berkat aturan baru. Ini adalah salah satu cara memperpanjang masa pakai HP yang didukung regulasi.
Ini akan dipermudah dengan label energi baru untuk smartphone yang mencakup skor perbaikan, ketahanan baterai, dan ketahanan terhadap air/debu. Label ini juga akan berisi skor perbaikan; semakin mudah produk dibongkar dan suku cadang ditemukan, semakin tinggi kelas perbaikannya! Informasi ini sangat membantu dalam memilih perangkat yang awet.
Saat membeli gadget baru, lakukan riset tentang kemudahan perbaikannya (Anda bisa memeriksa situs seperti iFixit). Pilih vendor yang berkomitmen pada dukungan perangkat lunak jangka panjang dan menggunakan material daur ulang. Meskipun studi Deloitte multinasional pada pertengahan 2021 menunjukkan bahwa penggunaan bahan daur ulang adalah faktor yang paling tidak penting saat memilih smartphone, kesadaran konsumen terhadap aspek ini diharapkan akan meningkat seiring waktu.
Advertisement
10. Daur Ulang dengan Bertanggung Jawab di Akhir Masa Pakai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/554872/original/110125bfoto-sampah.jpg)
Ketika gadget Anda benar-benar tidak dapat digunakan lagi, pastikan ia berakhir di tempat yang tepat melalui daur ulang yang bertanggung jawab. Meskipun emisi CO2e dari proses akhir masa pakai, termasuk daur ulang, hanya menyumbang 1% dari total emisi smartphone, daur ulang sangat penting untuk memulihkan material berharga seperti emas, perak, dan elemen tanah jarang yang terkandung dalam ponsel. Ini adalah langkah terakhir dalam cara memperpanjang masa pakai HP secara keseluruhan.
Selain itu, daur ulang mencegah kontaminasi racun seperti timbal, merkuri, kadmium, dan penghambat api yang terkandung dalam gadget elektronik. Ketika perangkat ini tidak dikelola dengan benar dan berakhir di tempat pembuangan sampah, racun ini dapat masuk ke tanah dan air, mencemari lingkungan dan sumber makanan.
Pencemaran ini dapat menimbulkan masalah kesehatan serius bagi manusia dan satwa liar. Jangan buang gadget ke tempat sampah rumah tangga. Cari titik pengumpulan e-waste resmi, program take-back dari produsen, atau pengepul elektronik yang memiliki izin untuk memastikan daur ulang yang benar.
Memperpanjang usia gadget Anda adalah aksi kolektif yang melibatkan perawatan fisik yang cermat, pola konsumsi yang bijak, dan pembuangan yang bertanggung jawab. Setiap tahun tambahan penggunaan smartphone Anda memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan, mengurangi kebutuhan akan produksi baru yang intensif emisi dan meminimalkan tumpukan e-waste.
Mulailah dari gadget yang Anda pegang sekarang. Rawatlah, perbaiki jika rusak, dan gunakan hingga batas maksimal kemampuannya. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya cara memperpanjang masa pakai HP dan mengurangi e-waste. Dengan strategi ini, kita tidak harus memilih antara mencintai teknologi dan menjaga planet ini.
FAQ
Q: Mengapa memperpanjang masa pakai smartphone lebih penting daripada mendaur ulang?
A: Memperpanjang masa pakai smartphone lebih penting karena sebagian besar emisi karbon (83%) berasal dari proses manufaktur perangkat baru. Dengan menggunakan perangkat lebih lama, kita mengurangi permintaan untuk produksi baru, yang memiliki dampak lingkungan jauh lebih besar daripada daur ulang di akhir masa pakai (yang hanya menyumbang 1% emisi).
Q: Berapa lama rata-rata masa pakai smartphone saat ini?
A: Rata-rata masa pakai smartphone bervariasi di berbagai negara. Di Jabodetabek, Indonesia, rata-rata masa pakai ponsel adalah 2,6 tahun. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa masa pakai bisa lebih pendek, misalnya 1,9 tahun di Tiongkok.
Q: Apa saja bahaya e-waste jika tidak dikelola dengan baik?
A: E-waste mengandung bahan berbahaya seperti timbal, merkuri, kadmium, dan penghambat api. Jika tidak dikelola dengan benar dan berakhir di tempat pembuangan sampah, racun ini dapat mencemari tanah dan air, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan serius bagi manusia dan satwa liar.
Q: Apakah ada regulasi yang mendukung perbaikan smartphone?
A: Ya, di Uni Eropa, mulai 20 Juni 2025, akan ada aturan baru yang mewajibkan smartphone dan tablet lebih mudah diperbaiki. Konsumen akan memiliki akses ke instruksi perbaikan dan suku cadang selama tujuh tahun setelah pembelian, serta pembaruan perangkat lunak dan sistem operasi setidaknya selama lima tahun.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433189/original/099160400_1764838319-Hemat_Uang_dan_Kurangi_E-Waste.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)