Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Jakarta akan hujan dengan intensitas ringan pada Selasa sore (2/12/2025).
Menurut informasi BMKG di akun Instagram, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan akan berawan tebal pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dan berawan pada 13.00 WIB.
"Hujan akan mulai turun di wilayah ini pada sore pukul 16.00 hingga malam hari pukul 22.00 WIB," kata BMKG, melansir Antara, Selasa (2/12/2025).
Advertisement
Sementara itu, lanjut BMKG, di Jakarta Pusat, cuaca diprakirakan akan berawan tebal pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dan berawan pada 13.00 hingga 16.00 WIB.
"Hujan akan mulai turun di Jakarta Pusat pada 19.00 WIB dan diprakirakan reda pada 22.00 WIB," terang BMKG.
Di Jakarta Timur, cuaca diprakirakan akan berawan tebal pada pukul 07.00 WIB. Hujan akan mulai mengguyur wilayah ini pada 10.00 hingga 22.00 WIB.
Lalu, di Jakarta Utara akan berawan tebal pada pukul 07.00 WIB dan mulai turun hujan pada 10.00 WIB. Cuaca akan kembali berawan tebal pada 13.00 hingga 19.00 WIB. Kemudian 22.00 WIB, wilayah ini diprakirakan akan hujan petir.
"Terakhir di Kepulauan Seribu, hujan petir diprakirakan sudah turun sejak pagi hari. Pada siang dan sore hari, hujan diprakirakan mereda dan cuaca di wilayah ini mulai berawan tebal. Namun, hujan petir mulai kembali turun di kawasan ini pada malam hari," jelas BMKG.
Â
BMKG Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca: Tekan Hujan Ekstrem di Sumatera dan Aceh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4547613/original/043706700_1692702752-20230822-Modifikasi-Cuaca-Jabodetabek-Tallo-6.jpg)
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mendukung operasi tanggap darurat pasca bencana dengan melakukan sejumlah hal, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berkomitmen mendukung operasi tanggap darurat, termasuk penyediaan peringatan dini, analisis risiko cuaca ekstrem, serta dukungan teknis bagi kelancaran pengiriman bantuan dan perlindungan petugas di lapangan," kata dia dalam keterangannya di laman BMKG, dikutip Minggu 30 November 2025.
Teuku mengatakan, koordinasi lintas sektor termasuk dengan pemerintah daerah terus dilakukan, di mana BMKG memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah terdampak secara berkala melalui seluruh kanal informasi yang dimiliki.
Selain itu, dia pun langsung terbang ke Medan untuk menuju Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), agar operasi yang dijalankan bersama lembaga lainnya itu bisa berjalan efektif untuk mengurangi ancaman hujan deras dan cuaca ekstrem.
"Fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak bencana. Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sebagai bentuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana," ungkap Teuku.
Menurut dia, BMKG terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala sebagai dukungan terhadap seluruh upaya penanganan bencana yang sedang berjalan.
Â
Advertisement
Keluhan Warga Bermunculan: Kami Evakuasi Mandiri, Tak Ada Bantuan Pemerintah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426790/original/085175100_1764317617-7.jpg)
Banjir yang merendam Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis 27 November 2025 salah satunya diakibatkan meluapnya Sungai Deli. Akibatnya, banyak rumah warga yang terendam.
Salah satu titik banjir paling parah adalah pemukiman warga di Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun. Rumah-rumah warga yang berada di bantaran Sungai Deli tersebut tenggelam akibat meluapnya debit air.
Mirisnya, meski banjir telah surut, sejak air pertama kali naik hingga surut, dan hingga Sabtu 29 November 2025, warga melakukan evakuasi mandiri. Tak ada pemerintah turun membantu.
Hal itu diungkapkan seorang warga, Dani. Kepada Liputan6.com, dia mengatakan, keluarganya dan para warga yang rumahnya terendam banjir di sana menghadapi bencana alam kali ini secara mandiri.
"Mandiri semua. Mereka (pemerintah) belum ada turun. Aneh, padahal di sini banyak lansia dan anak-anak. Warga evakuasi sendiri," keluh Dani.
Menurutnya, hal urgent atau paling dibutuhkan adalah perahu karet di setiap Kantor Lurah. Kemudian life jacket sebagai penyelematan pertama. Lalu, dapur umum atau posko darurat.
"Sama tali permanen di sudut-sudut tembok, dan dipasangkan karabiner. Karena akses di sini lewat gang, dan turun ke bawah," ucap Dani.
Dani berharap pemerintah segera turun langsung untuk membantu warga Jalan Multatuli yang terdampak langsung akibat banjir. Yang ditakutkan, munculnya penyakit pasca banjir.
"Kalau gak tertangani, bisa saja muncul penyakit, gimana. Sudah kena bencana, tak ada bantuan, kan kasihan," terang Dani.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4315151/original/030334800_1675673028-Infografis_SQ_Tips_Hadapi_Cuaca_Ekstrem_agar_Tetap_Selamat.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282764/original/038392700_1672918087-Jawa_dan_Bali_Masuki_Puncak_Musim_Hujan-IQBAL_6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8769101/original/055174700_1782831715-Gempa_BMKG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711960/original/022070600_1782793259-BMKG_Ungkap_Strategi_Antisipasi_Kekeringan_di_Jawa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453943/original/049969200_1620650232-Jakarta_Cerah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8585232/original/070297800_1782548214-Gempa_Pacitan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/732754/original/044682900_1409879838-Jakarta_Cerah_berawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459914/original/018350300_1782359142-BMKG_Gempa_Jepang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/717234/original/Jakarta_Cerah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261934/original/008152300_1781763177-Dampak_gempa_di_Sulteng.jpeg)