Banjir dan Cuaca Ekstrem di Aceh Hingga Sumatera: Siklon Senyar Mereda, Waspada Siklon Tropis Koto

Banjir di Sumbar, Sumut dan Aceh juga memutus sejumlah fasilitas infrastuktur, listrik, jaringan telekomunikasi.

Diterbitkan 28 November 2025, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menggelar operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan dan mengantisipasi bencana banjir susulan di wilayah Sumatera. Hal ini menyusul bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

"Kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan, sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan. Ini juga dilakukan upaya-upaya semacam ini (selain menangani korban)," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dikutip dari siaran pers, Jumat (28/11/2025).

Menurut dia, Siklon Tropis Senyar penyebab hujan ekstrem di wilayah Sumatera sudah mulai mereda. Kendati begitu, Pratikno meminta warga tetap waspada, apalagi di wilayah utara sudah ada Siklon Tropis Koto.

"Kita mengantisipasi karena ada Siklon Koto, tapi tempatnya di Utara. Kita masih waspada, kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia," jelasnya.

Sama seperti Siklon Senyar, Siklon Koto ini berpotensi memengaruhi cuaca di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Siklon ini memicu curah hujan ekstrem disertai dengan angin kencang.

Prabowo Minta Penanganan Banjir Sumatera Dilakukan Cepat

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan bencana di Sumatera. Pemerintah memberangkatkan empat pesawat membawa bantuan dalam skala besar menuju tiga provinsi terdampak melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/11/2025).

Pratikno menyampaikan sejak awal seluruh unsur pemerintah telah bergerak cepat memberi bantuan di bawah arahan langsung Prabowo. Bantuan yang dikirim berupa tenda hingga makanan untuk korban terdampak bencana.

"Sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami, tim PMK, langsung bergerak dibantu TNI, Polri, Pemda aktif. Dan untuk tanggap darurat itu, tenda-tenda pengungsian, terus makanan dengan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," tutur Pratikno.

Bantuan Mulai Dikirimkan Hari Ini

Sebelumnya, Pemerintah mengirimkan bantuan bencana alam ke tiga provinsi terdampak bencana banjir yakni, Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/11/2025). Pengiriman bantuan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Adapun bantuan dikirim melalui tiga pesawat Hercules dan Air Bus A400 dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat pukul 07.30 WIB. Bantuan yang dikirim berupa 150 tenda, perahu karet untuk evakuasi korban terdampak bencana, genset, alat komunikasi, makanan siap saja, obat-obatan, hingga dokter dan perawat.

"Jadi hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhannya ini tenda sebanyak sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi, ada sekitar 64, kemudian genset, alat bantu listrik, kemudian yang terpenting juga alat komunikasi diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi ke sana agar signal komunikasi bisa dimulai kembali," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wihaya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat pagi.

"Bahan makanan siap saji, kemudian tim medis dari TNI, kemudian juga dari Kementerian Kesehatan. Tim medis tadi dari dokter dan perawat serta bantuan obat-obatan," sambungnya.

 

Perintah Prabowo ke Tiga Gubernur

Dia menjelaskan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkoordinasi terkait penanganan bencana banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Teddy menyebut Presiden Prabowo pun menghubungi para gubernur tiga provinsi terkait kebutuhan bantuan bencana.

"Jadi kemarin sudah menghubungi langsung, menelpon langsung para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton, kemudian Bu Sirawan, Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sudah dihubungi juga termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh," tuturnya.

Teddy menjelaskan pesawat yang membawa bantuan akan mendarat di bandara-bandara terdekat dari lokasi terdampak bencana. Setelah itu, bantuan akan didistribusikan ke lokasi bencana.

"Jadi akan ke Padang, Sumatra Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatra Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak," jelas Teddy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.
    Banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.
    Banjir
  • Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang sangat jarang terjadi.
    Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang sangat jarang terjadi.
    Cuaca Ekstrem
  • liputan6
    Banjir di Aceh mengakibatkan 414 korban jiwa hingga 13 Desember 2025, dengan insiden jenazah terangkat dari makam dan upaya pembersihan masjid yang terendam lumpur.
    Update Banjir Aceh
  • liputan6
    Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sebagian besar wilayah Sumatera sejak akhir November 2025, menyebabkan puluhan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur signifikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
    Banjir Sumatera Terkini
  • liputan6
    Banjir parah di Sumatera disebabkan oleh kombinasi curah hujan ekstrem selama puncak musim hujan dan kerusakan tata ruang serta ekologi akibat alih fungsi lahan masif oleh korporasi.
    Penyebab Banjir Sumatera
  • Banjir Sumatera
  • Modifikasi Cuaca
  • Siklon Tropis Senyar