Agus Sudono Centre Ajak Masyarakat Indonesia Teladani Semua Presiden RI

Ketua Agus Sudono Centre, Ardianto mengajak masyarakat untuk belajar dari seluruh Presiden Indonesia.

Diterbitkan 27 November 2025, 18:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Agus Sudono Centre syukuran penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.
  • Ardianto apresiasi pihak pendukung proses pengajuan gelar yang panjang.
  • Gelar ini penghargaan negara atas kontribusi Soeharto bagi bangsa.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana hangat terasa di sebuah acara tasyakuran yang digelar Agus Sudono Centre pada Kamis (27/11/025). Mereka menggelar doa bersama dan santunan anak yatim sebagai bentuk syukur atas penetapan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Acara ini dipimpin cucu pertama almarhum KRMH H Agus Sudono sekaligus Ketua Agus Sudono Centre, Ardianto yang selama hampir 15 tahun menjadi salah satu pihak pemohon dari masyarakat untuk pengajuan gelar tersebut.

Di hadapan para tamu, Ardianto menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berperan dalam proses penetapan gelar itu. Ia menyebut

"Presiden Prabowo Subianto, Ketua Dewan GTK Fadli Zon, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, hingga pemerintah daerah di Jawa Tengah dan Karanganyar sebagai pihak yang banyak mendukung perjalanan panjang pengajuan tersebut," ujar Ardianto melalui keterangan tertulis, Kamis (27/11/025).

"Banyak pihak yang terlibat, dan kami menyampaikan terima kasih atas dukungannya," sambung dia.

Ardianto menegaskan, pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk HM Soeharto bukan proses instan. Menurut dia, rekomendasi dari tingkat kabupaten hingga provinsi sudah muncul sejak 2010.

"Pengajuannya pun melewati sejumlah tahapan dan kajian selama hampir satu setengah dekade," terang Ardianto.

 

Ajak Publik Teladani Seluruh Presiden

Tidak hanya bicara soal sang ayah bangsa era Orde Baru itu, Ardianto juga mengajak masyarakat untuk belajar dari seluruh Presiden Indonesia.

"Kita perlu meneladani nilai kepemimpinan dari para Presiden, dari Bung Karno sampai Gus Dur," ucap dia.

Ardianto menyebut, sejumlah catatan sejarah terkait kepemimpinan Soeharto, seperti program swasembada pangan, stabilitas politik, hingga pertumbuhan ekonomi yang menurutnya masih terasa dampaknya sampai sekarang.

Menurut Ardianto, penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto merupakan bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi mantan kepala negara itu dalam menjaga keutuhan dan pembangunan Indonesia pasca-kemerdekaan.

"Sudah saatnya kita melihat sejarah secara utuh. Gelar ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi beliau untuk bangsa," jelas Ardianto.

Yayasan Agus Sudono Centre sendiri dikenal bergerak di bidang sosial-kemasyarakatan. Almarhum KRMH H Agus Sudono, kakek Ardianto, merupakan tokoh nasional yang pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung pada era Soeharto serta dikenal sebagai pendiri organisasi buruh FBSI dan salah satu pendiri Sekber Golkar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6