PDIP Rumuskan Strategi Baru Hadapi Dinamika Politik ke Depan, Sekjen: Fokus Regenerasi

PDIP menegaskan perlunya regenerasi untuk menjawab dinamika politik dan dominasi pemilih muda.

Diterbitkan 24 November 2025, 20:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PDIP dorong regenerasi, sesuaikan kebijakan karena 58% pemilih adalah anak muda.
  • PDIP bentuk Subkomisi Komunikasi Politik & Cyber, libatkan anak muda di bawah 40 tahun.
  • PDIP usung politik etis, dorong peran ekonomi generasi muda, alternatif politik transaksional.

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut arah kebijakan partai kini disesuaikan dengan dinamika politik, salah satunya dengan mendorong regenerasi.

Menurut dia, PDIP tengah menyesuaikan struktur kepemimpinan, yang di mana salah satu faktor utamanya adalah melihat data pemilih.

"Pemilu ke depan, 58% pemilihnya adalah anak muda. Maka partai harus menyesuaikan diri dan memberikan ruang bagi mereka," kata Hasto dalam pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konfercab serentak PDIP Sulsel sebagaimana keterangannya, Senin (24/11/2025).

"Instruksi ibu ketua umum (Megawati Soekarnoputri) di dalam pembahasan sidang-sidang komisi, nanti dapat ditambahkan Subkomisi Komunikasi Politik dan Cyber. Ini anggotanya terdiri dari anak-anak muda yang menjadi utusan Konferda yang usianya di bawah 40 tahun," sambungnya.

Selain itu, Hasto mengklaim, PDIP mengusung politik etis sebagai alternatif dari politik transaksional. Di mana, memahami generasi muda yang lelah dengan politik uang.

Tidak hanya di bidang politik, lanjut Hasto, PDIP Sulsel juga diharapkan mendorong generasi muda ini mengambil peran utama dalam membangun ekonomi regional. Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi masa depan berada di tangan mereka.

"Zaman sekarang, yang kecil dengan strategi tepat bisa mengguncang kemapanan. Ini era di mana kalian bisa berdiri di atas kaki sendiri," kata Hasto.

 

Pentingnya Soliditas

Sementara, Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Wittiri menekankan pentingnya soliditas internal sebagai modal menghadapi tantangan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Konferda adalah melahirkan struktur kepemimpinan yang solid, strategi partai yang terukur, dan program kerja yang menyentuh kebutuhan rakyat.

"Satu hal yang tidak boleh ditawar adalah soliditas—soliditas antara struktur partai, legislatif partai, dan eksekutif partai. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada kepentingan yang menggerogoti," kata dia.

"Kita adalah satu barisan perjuangan dengan satu tekad: bekerja untuk rakyat," kata dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6