Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 22 November, dunia memperingati beberapa peristiwa penting. Hari ini, Sabtu (22/11/2025) diperingati sebagai Hari Perhubungan Darat Nasional untuk mengapresiasi perkembangan transportasi darat di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan RI.
Selain itu, hari ini juga diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia. OJK didirikan tepat pada tanggal 22 November dengan tujuan untuk mendukung kepentingan sektor jasa keuangan sehingga dapat meningkatkan daya saing perekonomian RI.
Hari ini juga diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Lebanon. Pada hari ini, tepatnya tahun 1943, Prancis yang saat itu menguasai wilayah Lebanon menyerah karena datangnya berbagai tekanan dari rakyat Lebanon. Tak hanya itu, sejumlah tekanan juga didapatkan dari berbagai negara untuk memberikan kebebasan terhadap penduduk Lebanon.
Advertisement
Selanjutnya, hari ini turut dirayakan sebagai Hari Untuk Berkeliling Dengan Kendaraan. Hari ini menjadi pengingat untuk warga dunia untuk mengalihkan pandangan sejenak dari layar laptop atau ponsel untuk menjelajahi dunia luar dengan transportasi apa pun, seperti sepeda, perahu, mobil, skateboard dan berbagai jenis transportasi lain.
Tak kalah menarik, hari ini adalah hari kematian Mantan Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F. Kennedy. Dia tewas ditembak peluru yang menerjang kepala dan tenggorokannya.
Tragedi ini berlangsung ketika ia dan istrinya tengah melakukan pawai di atas mobil di Dallas, Texas.
Terakhir, hari ini juga menjadi hari yang sangat emosional bagi para penggemar musik band legendaris Queen. Pada hari ini, Freddie Mercury yang menderita penyakit AIDS memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan medisnya dan menghabiskan sisa hidup di rumahnya di Kensington, London.
Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 22 November dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
Hari Perhubungan Darat Nasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3950243/original/090266900_1646204114-20220302-Pengusaha-minta-penundaan-kebijakan-zero-odol-ANGGA-1.jpg)
Berdasarkan catatan Liputan6.com, setiap tanggal 22 November, Indonesia memperingati Hari Perhubungan Darat Nasional.
Perayaan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perkembangan transportasi darat di tanah air yang terus memberikan kontribusi besar bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian.
Dari gerobak tradisional hingga transportasi modern, jalur darat memainkan peran vital dalam keseharian kita.
Peringatan ini berbeda dengan Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada 17 September. Hari Perhubungan Darat Nasional secara khusus dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas moda transportasi darat, termasuk fasilitas pejalan kaki.
Momen ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sistem transportasi darat yang efisien dan berkelanjutan.
Sejarahnya dimulai pada tahun 1971, ketika Kementerian Perhubungan RI mencanangkan peringatan ini. Dengan tujuan menjadikan jalur darat sebagai akses utama masyarakat, pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan dan mengatasi berbagai tantangan, seperti kemacetan hingga polusi.
Hari Perhubungan Darat Nasional pertama kali diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada tahun 1971.
Pada masa itu, pemerintah melihat perlunya sebuah momen khusus untuk mengapresiasi sektor transportasi darat yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Berbeda dengan Hari Perhubungan Nasional, fokus dari Hari Perhubungan Darat Nasional adalah membangun sistem transportasi darat yang dapat diakses oleh semua kalangan. Mulai dari kereta api hingga jalur pedestrian, setiap aspek transportasi darat mendapat perhatian khusus dalam momen ini.
Menurut situs palcomtech.ac.id, tujuan utamanya adalah mendorong pembangunan lintas darat sebagai akses transportasi utama, mengingat jumlah pengguna transportasi darat jauh lebih banyak dibandingkan moda lainnya, seperti transportasi laut dan udara.
Advertisement
Hari Ulang Tahun OJK
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
Dilansir Liputan6.com dari website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga negara ini didirikan atas dasar Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011. Kelahiran OJK diharapkan dapat menciptakan babak baru dalam sejarah perekonomian Indonesia.Â
Pendirian OJK dilatarbelakangi oleh krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Kondisi ini disebabkan oleh krisis mata uang akibat efek penularan dari Thailand. Efek ini pun merambat dengan dengan cepat menjadi krisis perbankan.Â
Tak hanya itu, krisis perbankan yang terjadi pada saat itu kemudian meluas menjadi krisis ekonomi multidimensi yang memicu perubahan sistem politik nasional. Akibatnya, sejumlah masyarakat merasa tak puas dan menuntut solusi nyata.
Aspirasi yang disampaikan pada masa itu pun mendorong negara untuk membentuk sebuah lembaga pengawas sektor jasa keuangan yang terintegrasi dan dapat melindungi konsumen.
Pembentukan OJK juga ditujukan untuk mengatur segala kegiatan yang terselenggara dalam sektor jasa keuangan supaya adil, transparan, dan akuntabel. Selain itu, OJK diharapkan dapat menghasilkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
Dengan pembentukan OJK, pemerintah berharap bukan hanya daya saing perekonomian yang meningkat, tetapi juga dapat menjaga kepentingan nasional, khususnya dalam menumbuhkan sumber daya manusia di Indonesia.
OJK dibentuk dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Prinsip tersebut meliputi independensi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, transparansi, dan kewajaran.
Hari Kemerdekaan Lebanon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3994259/original/059599900_1649839488-charbel-karam-WqZTj4cYGY8-unsplash.jpg)
Dilansir Liputan6.com dari National Today, setiap tanggal 22 November Lebanon merayakan hari kemerdekaannya. Hari ini ditetapkan untuk memperingati pembebasan negara tersebut dari mandat Prancis yang telah berlangsung selama hampir 25 tahun.
Pada tanggal 8 November tahun 1943, Dewan Perwakilan Rakyat Lebanon mengubah konstitusi Lebanon. Hal ini dilakukan usai memilih Presiden Bechara El Khoury dan Perdana Menteri Riad al-Solh yang secara sepihak membatalkan mandat kekuasaan Prancis pada saat itu.
Namun, aksi ini ditentang oleh Prancis. Usai perubahan konstitusi tersebut, Prancis menangkap presiden, perdana menteri hingga sejumlah anggota kabinet lain. Para pemimpin Lebanon ini diasingkan Benteng Raya Rashaya.
Penangkapan ini menuai kecaman dari berbagai pihak di dunia. Warga dunia dan rakyat Lebanon menuntut pembebasan para pemimpin Lebanon. Berbagai protes publik pun dilakukan secara besar-besaran.
Akibat tekanan yang begitu besar, pada tanggal 22 November 1943 Prancis menyerah dan membebaskan tawanan dari Benteng Rashaya.
Sejak saat itu, hari ini diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Lebanon. Lebanon dinyatakan sebagai negara merdeka dan menjadi anggota penuh Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Masyarakat Lebanon biasanya merayakan kemerdekaan ini dengan cara melakukan parade rakyat di Lapangan Martir Pusat Kota Beirut.
Tak hanya dilakukan di pusat kota, parade ini juga diselenggarakan di berbagai daerah dengan tema yang bervariasi.
Selain itu, pada hari ini mereka juga akan menggelar sarapan besar yang disajikan di Lapangan Revolusi Sidon. Dalam perayaan ini, masyarakat akan membawa makanan masing-masing dan membawa anak-anak mereka untuk merayakan hari besar ini.
Advertisement
Hari untuk Berkeliling dengan Kendaraan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262268/original/041513600_1671095579-20221215-Kemacetan-Ganjil-Genap-Imam-6.jpg)
Dilansir Liputan6.com dari National Today, hari ini diperingati sebagai Hari Untuk Berkeliling Dengan Kendaraan. Hari ini ditetapkan untuk kembali mengingat sejarah betapa sulitnya akses transportasi pada abad ke-21 sehingga mobilitas terhambat.
Pada tahun 1804, Presiden Amerika Serikat, Jefferson meminta Lewis untuk menjelajahi wilayah Amerika Barat. Namun, pada saat itu tidak ada penerbangan dari St.Louis menuju pesisir Pantai Oregon, Amerika Barat.
Akhirnya perjalanan berlangsung selama lebih dari dua tahun. Mereka dihadapkan dengan cuaca buruk, medan yang tidak bersahabat hingga bahaya yang mengancam dari luasnya lautan.
Meski begitu, perjalanan sejauh 12.500 km ini berhasil memberikan informasi geografis, ekologi, dan sosial tentang wilayah-wilayah Amerika yang belum dipetakan.
Sejarah ini menjadi pengingat penting untuk warga dunia. Kini, transportasi sudah semakin berkembang. Masyarakat dunia dapat dengan mudah berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain karena kemudahan transportasi yang ada.
Peringatan ini dapat dirayakan untuk mencoba sejumlah transportasi yang belum pernah digunakan sebelumnya. Hari ini juga dapat dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk berpetualang dan melihat keindahan dunia.
Penembakan John F. Kennedy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1243650/original/013548100_1464089374-jfk.jpg)
Berdasarkan Catatan Liputan6.com, pada tanggal 22 November pukul 12.30 waktu Dallas, Texas adalah hari terakhir John F. Kennedy.
Dari mobil kap terbuka yang membawanya, Presiden Amerika Serikat itu sibuk melambaikan tangannya, tersenyum lebar ke arah warga yang berkerumun menyambutnya. Sesekali ia mengelap keringat yang mengucur di dahi.
Lalu terjadilah tragedi itu. Tiga peluru -- ada yang bilang 4 -- menerjang tenggorokan dan kepala Kennedy. Yang pertama mengenai bagian tenggorokan. Jackie Kennedy sontak panik. "Jack, Jack apa telah mereka lakukan padamu," desak dia.
Kemudian, dua tembakan menyusul. Mengenai bagian kepala. Memecahkannya. Jackie lalu memanjat bagian belakang mobil untuk mengumpulkan pecahan tengkorak suaminya itu.
Warga yang berkumpul di sekitar mobil kap terbuka yang membawa rombongan VVIP langsung tiarap dan berteriak saat mendengar suara tembakan. Lainnya berlari mengejar kendaraan Kennedy, mencari tahu apa yang terjadi.
Seorang agen dinas rahasia AS (Secret Service), Clint Hill yang bertugas melindungi Sang Ibu Negara menceritakan saat-saat mengerikan setelah insiden pembunuhan terjadi.
Saat itu ia mengaku berniat menjadikan tubuhnya sebagai perisai hidup Kennedy, dengan memanjat bagian belakang mobil. Namun terlambat, pecahan tengkorak Sang Presiden mengenai kemejanya.
Saat ia bergerak ke arah Jackie Kennedy, ia melihat reaksi perempuan itu. "Matanya dipenuhi teror," ungkap dia, seperti dimuat Daily Mail. "Ia berusaha menggapai sesuatu. Berusaha meraih bagian tubuh presiden yang tercecer."
Presiden Kennedy yang bersimbah darah dilarikan ke Parkland Hospital. Di mana para dokter berusaha sekuat tenaga menyelamatkannya di sebuah kamar operasi unit gawat darurat (UGD). Namun, terlambat.
Hill masih ingat, mata Nyonya Kennedy yang kosong, tak ada cahaya di sana. Terutama ketika dokter menghampiri mereka, dengan raut muka penyesalan.
Jackie kemudian berlari ke tubuh suaminya yang sudah tak bernyawa. Setelah itu Ibu Negara tersebut memotong rambut suaminya dengan penuh cinta, memakai gunting yang dibawa agen rahasia. Gunting itu kemudian berlumuran darah.
Advertisement
Freddie Mercury Memutuskan Menghentikan Pengobatannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2902316/original/038609100_1567657870-freddie.jpg)
Berdasarkan Catatan Liputan6.com, 22 November 1991 menjadi salah satu hari paling emosional bagi penggemar musik dunia. Freddie Mercury, vokalis band legendaris Queen, menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumahnya di Kensington, London.
Dalam kondisi kesehatan yang memburuk akibat AIDS, Mercury memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan medis, hanya bergantung pada pereda rasa sakit. "Aku tidak akan memikirkan penyakit ini, aku akan melakukan ini," ujar Mercury kepada teknisinya, seperti dikutip dalam dokumentasi terakhirnya.
Hari itu, Mercury mengundang manajernya, Jim Beach, untuk mendiskusikan pernyataan resmi yang dirilis sehari kemudian. Dalam pernyataan tersebut, ia mengonfirmasi bahwa dirinya menderita AIDS, sebuah langkah besar yang menginspirasi gerakan melawan stigma penyakit ini.
Â
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4354251/original/080582200_1678456984-Cerita_akhir_pekan.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904843/original/ACg8ocJuvA7TBzU0DIkkfmS_IdeFJxGnUN1q8-9R-RVXV4SUgKYUeHr3%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4324863/original/031427200_1676447127-6274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545332/original/045931400_1775182460-1fa2ab9d-1298-431e-a800-726df6e54877.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544314/original/006170800_1775099008-Irak_lolos_piala_dunia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545527/original/023791400_1775197312-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191298/original/037828900_1744950097-20250418-Prosesi_Jalan_Salib-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456466/original/009787700_1766890648-bc2b5539-f92b-4f92-af8a-a6f8aa63f2eb.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468776/original/038038200_1768015024-isra_miraj7.jpg)