Prabowo Bertemu Konglomerat Rusia di Istana, Bahas Kerja Sama Rumah Sakit hingga Obat Murah

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari dialog antara pemerintah Indonesia dan Sistema yang sebelumnya berlangsung di St. Petersburg pada pertengahan tahun 2025.

Diterbitkan 20 November 2025, 17:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo menerima delegasi Sistema Group Rusia untuk tindak lanjut kerja sama.
  • Kerja sama fokus pada kesehatan, kapal listrik, manajemen hotel, dan pendidikan bahasa Rusia.
  • Pembahasan masih tahap awal, prioritas percepatan perizinan termasuk BPOM.

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan delegasi Sistema Group di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Sistema Group merupakan salah satu konglomerasi dan perusahaan terbesar di Rusia dengan portofolio bisnis yang sangat luas.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari dialog antara pemerintah Indonesia dan Sistema yang sebelumnya berlangsung di St. Petersburg pada pertengahan tahun 2025. Pertemuan delegasi Sistema dan Prabowo di Istana turut dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov.

"Tadi ini bertemu dengan didampingi oleh Dubes Rusia, dengan grup dari nama grupnya Sistema yang di mana sebetulnya ini kita pernah bertemu di St. Petersburg. CEO dan owner dari Sistema adalah salah satu konglomerasi terbesar di Rusia. Owner-nya datang, CEO-nya datang, dan group director-nya juga datang semua," kata Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Dia menjelaskan salah satu fokus utama pembahasan yakni, kerja sama di bidang kesehatan. Sistema, yang mengelola lebih dari 160 rumah sakit di Rusia dan merupakan produsen paten serta obat-obatan terbesar di negara tersebut, telah memulai pembicaraan awal dengan Bio Farma dan Kimia Farma di Bandung.

"Jadi sudah bertemu untuk potensi kerja sama dengan Bio Farma dan Kimia Farma itu sudah bertemu di Bandung dan sekarang akan tindak lanjut seterusnya," ujarnya.

Menurut dia, kerja sama Indonesia-Rusia di bidang kesehatan tersebut dapat menekan harga obat-obatan di dalam negeri. Terlebih, harga obat-obatan di Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

"Ini juga merupakan kerja sama yang sangat baik, terutama di bidang kesehatan, di bidang obat-obatan. Harapannya itu bisa menekan harga obat-obatan di Indonesia yang memang relatif masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya," tutur Rosan.

Kerja Sama Pengembangan Industri Kapal Listrik

Selain bidang kesehatan, Sistema juga menunjukkan minat untuk bekerja sama dalam pengembangan industri kapal listrik penumpang berkapasitas 100–200 orang. Rosan mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut merupakan salah satu pelaku industri galangan kapal terbesar di Rusia.

"Pembicaraan sudah mulai berjalan dan rencananya mereka juga akan membuat manufakturnya di sini," jelas dia.

Tak hanya itu, kata dia, Sistema juga menyampaikan ketertarikan untuk memanajemen hotel-hotel potensial di Indonesia. Perusahaan Rusia tersebut juga membuka peluang kerja sama melalui pengiriman tenaga pengajar bahasa Rusia untuk universitas-universitas di Indonesia.

"Kerja sama di bidang pendidikan bahasa Rusia, juga nanti akan mengirim dari mereka untuk melatih bahasa Rusia di universitas-universitas yang memang ada bahasa Rusia," ujar Rosan.

Kendati begitu, Rosan menegaskan bahwa kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan awal. Prioritas saat ini adalah mempercepat proses perizinan dan tindak lanjut teknis, termasuk pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Nilainya belum, tapi memang kita lihat sudah mengurus perizinan juga misalnya di BPOM dan lain-lain, mereka juga sedang berjalan sedang mengurus," pungkas Rosan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6