Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan China memperkuat sibergi Upaya penanganan krisis iklim. Kedua negara menggelar pertemuan bilateral strategi di sela-sela Konfrensi Perubahan Iklim PBB-30 (COP30) di Belém, Brasil, untuk membahas langkah efektif menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK)
Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim Hashim S. Djojohadikusumo memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut.
Ia menegaskan, kerjasama dengan orang China sangat vital, mengingat posisi kedua negara sebagai pemain kunci di Kawasan Asia dan ekonomi berkembang (Global South)
Advertisement
"Kolaborasi ini bukan sekedar janji diplomatik, tapi kebutuhan mendesak. Kita butuh percepatan ahli teknologi dan investasi hijau untuk mencapai target iklim kita," ujar Hashim dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Kamis (20/11/2025)
Dia menyebut, Indonesia memandang China bukan hanya sebagai mitra dagang, tetapi sebagai mitra strategis dalam transisi energi.
Keberhasilan China dalam mengembangkan teknologi energi terbarukan secara masif menjadi model yang ini diadaptasi oleh Indonesia dalam upaya dekarborasi nasional.
Fokus utama pembicaraan mengerucut pada percepatan transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). Delegasi Indonesia menyoroti potensi besar energi surya, angin, dan panas bumi di Tanah Air yang belum tergarap maksimal.
China, sebagai pemimpin global dalam manufaktur panel surya dan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle), menyatakan kesiapannya mendukung infrastruktur hijau di Indonesia. Kedua pihak membahas skema investasi langsung pada proyek-proyek energi bersih.
"Kami mengundang investor China untuk masuk ke proyek kelistrikan berbasis EBT, terutama di wilayah terpencil. Ini sejalan dengan visi pemerataan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada PLTU batu bara secara bertahap," jelas salah satu anggota delegasi RI.
Pasar Karbon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417715/original/058387700_1763544170-Hutan_Atlantik.jpg)
Selain aspek fisik, pertemuan ini juga membahas instrumen kebijakan, khususnya mengenai Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Kedua negara sepakat bahwa mekanisme pasar karbon yang transparan adalah kunci memberikan insentif bagi sektor swasta.
Indonesia dan China saling bertukar pengalaman mengenai implementasi bursa karbon. Delegasi RI memaparkan perkembangan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) dan berkeinginan mempelajari tata kelola pasar karbon China yang berskala lebih besar.
Kerja sama ini bertujuan untuk harmonisasi standar penghitungan emisi. Tujuannya agar kredit karbon yang dihasilkan dapat diakui secara mutual (mutual recognition) dan diperdagangkan di pasar internasional.
"Dengan valuasi ekonomi yang tepat terhadap karbon, upaya pelestarian hutan tidak akan membebani anggaran negara, tapi justru memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata," tambah delegasi tersebut.
Di penghujung pertemuan, Indonesia dan China menegaskan kembali komitmen untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dalam negosiasi iklim global.
Kedua negara sepakat bahwa prinsip Common but Differentiated Responsibilities (CBDR) harus tetap menjadi landasan. Negara maju didesak untuk memenuhi janji pendanaan iklim mereka kepada negara berkembang tanpa syarat yang memberatkan.
Kolaborasi RI-China di COP30 ini diharapkan menjadi contoh kerja sama Selatan-Selatan yang konkret. Tanpa harus saling menunjuk, kedua negara membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Advertisement
Paviliun Indonesia di COP30 Curi Perhatian
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meresmikan Paviliun pada Senin 10 November 2025 di Conference of the parties ke-30 (COP30) UNFCCC yang berlangsung di Belem, Brasil.Â
Paviliun ini menjadi lambang kepemimpinan Indonesia dalam mengembangkan pasar karbon yang berintegritas tinggi sekaligus memperkuat diplomasi hijau global menuju ekonomi rendah emisi.
Pembukaan paviliun yang dihadiri delegasi dari Indonesia, negara peserta COP30, organisasi internasional, dunia usaha, dan media menegaskan bahwa Paviliun Indonesia menjadi ruang diplomasi hidup, tempat ide dan kolaborasi internasional bertemu.Â
Menurut Utusan Khusus Presiden untuk Lingkungan Hidup dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, paviliun Indonesia akan berfungsi sebagai titik fokus berbagai kegiatan, termasuk pertemuan bilateral dan diskusi program, selama sebelas hari COP30.
"Kami membuka seluas-luasnya kesempatan bagi berbagai pihak untuk berpartisipasi," kata Hashim, dikutip Liputan6.com dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) www.kemenlh.go.id, Rabu 19 November 2025.
Hashim berharap agar penyelenggaraan Paviliun Indonesia dapat menjadi sarana memperkuat kontribusi bangsa dalam aksi iklim global.
'Kami berharap Indonesia Pavilion dapat menjadi ruang representasi kontribusi Indonesia bagi dunia, serta memperkuat posisi kita dalam aksi iklim global," tutup Hashim.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, kehadiran Paviliun Indonesia merupakan wujud konkret komitmen nasional dalam menghubungkan ambisi global dengan aksi nyata di tingkat tapak.
"Kita tidak hanya hadir untuk bernegosiasi, tetapi untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan hijau dunia, menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat global melalui pasar karbon berintegritas tinggi," kata Hanif.
Paviliun Indonesia jadi Etalase Diplomasi Hijau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418488/original/009593500_1763620242-Paviliun_Indonesia.jpg)
Hanif menjelaskan, dengan mengusung tema 'Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon', Paviliun Indonesia menampilkan lebih dari 50 sesi strategis yang mencakup dialog tingkat menteri, CEO talks, serta forum Seller Meet Buyer yang mempertemukan penjual dan pembeli kredit karbon dari seluruh dunia.
Konsep inovatif Seller Meet Buyer ini untuk pertama kalinya dihadirkan dalam sejarah Paviliun Indonesia di COP.
Melalui platform ini, Indonesia memfasilitasi transaksi langsung dan transparan dalam kerangka High Integrity Carbon Market Framework, dengan potensi nilai ekonomi mencapai USD 7,7 miliar per tahun dan potensi 90 juta ton unit karbon berkualitas (Quality Carbon Units) yang siap diperdagangkan.
"Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi. Ini adalah cara kita menegakkan integritas dan membangun kepercayaan dunia terhadap sistem karbon Indonesia," ucap Hanif.
Selama dua pekan pelaksanaan COP30, Paviliun Indonesia menjadi etalase diplomasi hijau Indonesia, menampilkan inisiatif lintas sektor dari kehutanan, energi, industri, hingga pengelolaan limbah.
Paviliun juga menampilkan kerjasama bilateral dengan mitra strategis seperti Inggris dan The Royal Foundation untuk memperkuat pendanaan hijau dan transfer teknologi rendah emisi.
"Diplomasi lingkungan tidak lagi berhenti di meja negosiasi, ini saatnya implementasi nyata. Indonesia siap berjalan di garis depan bersama mitra dunia menuju masa depan yang berkeadilan dan rendah emisi," terang Hanif.
Paviliun Indonesia tahun ini dirancang dengan konsep yang menggabungkan unsur budaya dan keberlanjutan sebagai simbol harmoni manusia dan alam.
Melalui desain terbuka dan teknologi digital interaktif, paviliun ini juga memudahkan publik global mengakses seluruh sesi secara daring melalui kanal resmi KLH/BPLH.
"Kami ingin Indonesia Pavilion menjadi simbol keterbukaan, kerja sama, dan semangat kepemimpinan Indonesia dalam menghadapi krisis iklim," pungkas Hanif.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1517056/original/028191000_1487842246-170223_Pasukan_Siaga_Banjir_Infografis_Abdillah.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3913661/original/bF1aVh5mPdmHwTRpWtdgstnTfJAjUfG0qSHV2T0O.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8769101/original/055174700_1782831715-Gempa_BMKG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8755603/original/054569300_1782826896-20260630_170742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776163/original/016291000_1782860728-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_18.43.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715578/original/043189700_1782810581-ChatGPT_Image_30_Jun_2026__16.03.17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8761372/original/080386200_1782829034-654375ab-1904-4a28-87d9-e10b25d021d1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261012/original/099121400_1781673446-1000350977.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8730012/original/040623900_1782817431-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_17.55.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8757689/original/005044800_1782827560-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_17.11.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715476/original/043474700_1782806204-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK__Friderica_Widyasari_Dewi-30_Juni_2026e.jpeg)