Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu 19 November 2025: Jakarta dan Sekitarnya Bakal Diguyur Hujan Ringan

Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan ringan pada hari ini, Rabu (19/11/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Diterbitkan 19 November 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan ringan pada, Rabu (19/11/2025) hari ini, kecuali di wilayah Kepulauan Seribu diprakirakan akan berawan tebal. Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan langit di wilayah Jakarta diprediksi akan tertutup awan tebal pada Rabu pagi, kecuali di wilayah Administrasi Kepulauan Seribu akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Kemudian pada siang hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan dan pada malam hari akan berawan tebal.

Namun, berbeda dengan wilayah Administrasi Kepulauan Seribu. Wilayah ini diprakirakan langitnya akan tertutup awan tebal pada siang hingga malam hari.

Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari.

Lalu di wilayah Kota Tangerang, Banten diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada pagi hingga siang hari dan berawan tebal pada malam hari.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu   Hujan Ringan  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Depok   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Kota Bogor   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Tangerang  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Berawan Tebal

BMKG Bangun Pusat Kendali Ganda, Jaga Peringatan Dini Tetap Aktif 24 Jam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengembangkan sistem pusat kendali ganda (dual command center) untuk memperkuat jaringan peringatan dini multi-bencana nasional.

Langkah ini diambil guna memastikan sistem tetap berfungsi selama 24 jam tanpa gangguan, bahkan ketika terjadi bencana di satu wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pusat kendali utama dibangun di Jakarta dan didukung oleh backup command center di Bali sebagai sistem redundansi nasional.

“Dengan sistem kendali ganda, seluruh jaringan peringatan dini akan tetap aktif meskipun terjadi gangguan di satu wilayah,” ujar Faisal dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Faisal menjelaskan, pusat kendali baru tersebut akan mengintegrasikan pemantauan gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem, dan kualitas udara ke dalam satu sistem nasional. Integrasi ini, kata dia, merupakan bagian dari transformasi digital BMKG menuju sistem real-time disaster monitoring yang lebih tangguh dan efisien.

Sistem ini juga didukung oleh algoritma otomatis hasil proyek Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRP), yaitu proyek kolaborasi antara BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan Bank Dunia. Program tersebut telah rampung pada 2025 dengan pendanaan hibah internasional senilai 85 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Menuju Sistem Peringatan Dini Setara Standar Dunia

Teuku Faisal, yang baru dilantik sebagai Kepala BMKG sepekan lalu, menilai bahwa penguatan sistem digital dan jaringan pemantauan real-time merupakan langkah penting di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia.

“BMKG berkomitmen membangun infrastruktur yang tidak hanya canggih, tapi juga tangguh dan inklusif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kini bergerak menuju sistem peringatan dini terpadu yang setara dengan standar lembaga meteorologi dunia, sehingga mampu memberikan layanan publik yang lebih cepat dan akurat saat menghadapi potensi bencana alam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6