Kemhan Perkuat Industri Pertahanan Indonesia dan Perluas Kemitraan Internasional

Kerja sama yang dilakukan mencerminkan kepercayaan dunia terhadap kematangan industri pertahanan Indonesia.

Diterbitkan 17 November 2025, 19:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Republikorp dan Colt menandatangani Framework Agreement strategis di Bangkok.
  • Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pertahanan kawasan dan industri lokal Indonesia.
  • Kerja sama meliputi R&D, produksi lokal, transfer teknologi, dan pelatihan teknis.

Liputan6.com, Jakarta - Penandatanganan Framework Agreement strategis dilakukan antara Republikorp, perusahaan induk swasta nasional yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia, bersama Colt, produsen senjata dan solusi pertahanan global asal Amerika Serikat pada ajang Defense & Security 2025 di IMPACT Challenger, Bangkok, Thailand.

"Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemampuan pertahanan kawasan," ujar Vice President Global Military & Law Enforcement Sales Colt, Jens Heider melalui keterangan tertulis, Senin (17/11/2025).

"Sekaligus membangun dasar kemitraan industri yang berkelanjutan di Asia Tenggara antara Republikorp dan Colt yang berkolaborasi dalam riset dan pengembangan sistem senjata ringan generasi berikutnya, perakitan dan produksi lokal di Indonesia, serta transfer teknologi dan program pelatihan teknis," sambung dia.

Jens mengatakan, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pembangunan lini produksi dalam negeri melalui skema joint venture, dengan PT Republik Armamen Industri (RAI) sebagai pelaksana utama di bawah grup Republikorp.

"Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi global Colt sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi pertahanan Indonesia," ucap dia.

"Dengan memadukan keahlian manufaktur kelas dunia dari Colt dengan kapasitas lokal dan visi strategis Republikorp, kami membangun fondasi industri pertahanan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan," sambun Jens.

 

Kematangan Industri Pertahanan Indonesia

Kemudian, Chairman Republikorp, Norman Joesoef menegaskan, kerja sama ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap kematangan industri pertahanan Indonesia.

"Lewat kerja sama dengan Colt, kami ingin memastikan bahwa transfer teknologi dan produksi lokal benar-benar memberi nilai tambah bagi ekosistem pertahanan nasional. Ini bukan sekadar tentang membuat produk, melainkan membangun kapasitas dan kemitraan jangka panjang yang memperkuat kawasan," terang dia.

Penandatanganan dilakukan oleh Vice President Global MIL/LE Sales Colt’s Manufacturing Company LLC Jens Heider dan Director PT Republik Armamen Industri Raden Baskoro Gondokusumo.

Serta disaksikan oleh Chairman Group Republikorp Norman Joesoef dan Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan (Dir Tekindhan) Ditjen Pothan Kemhan RI Marsma TNI Dedy Laksmono yang hadir mewakili Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI).

Kesepakatan ini sejalan dengan visi strategis Indonesia dan Republikorp untuk memperkuat industri pertahanan nasional dan memperluas kemitraan internasional yang berkontribusi pada perdamaian serta stabilitas kawasan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6