Percepat Penanganan Longsor Cilacap, BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

BNPB melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat pencarian, evakuasi, dan penanganan darurat terkait tanah longsor di Cilacap.

Diterbitkan 16 November 2025, 23:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BNPB lakukan modifikasi cuaca percepat penanganan longsor di Majenang, Cilacap.
  • Operasi dipusatkan di Bandung, gunakan 3.000 kg bahan semai dalam tiga sorti.
  • Longsor Cilacap telah menewaskan 13 orang, 10 lainnya masih dalam pencarian.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat pencarian, evakuasi, dan penanganan darurat terkait tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini dipusatkan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu ini.

"Operasi dilaksanakan secara intensif dengan menggunakan satu armada pesawat yang diberangkatkan dari Bandung menuju area yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah terdampak," kata Muhari dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Antara, Minggu (16/11/2025).

Dia menjelaskan, hari ini sudah ada tiga sorti penerbangan dengan total penggunaan bahan semai untuk OMC sebanyak 3.000 kilogram.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC itu digelar atas arahan Kepala BNPB Suharyanto, sebagai bentuk atensi pemerintah pusat dalam penanganan bencana jangka pendek, sejalan dengan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.

Pelaksanaan operasi, kata dia, akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan untuk memastikan stabilitas cuaca tetap terjaga, sehingga proses evakuasi dan penanganan darurat dapat berlangsung secara aman dan optimal.

Dia juga memastikan BNPB terus berkoordinasi dengan lintas lembaga terkait guna memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan lancar, tepat sasaran, dan mendukung percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak.

 

Update Jumlah Korban

Adapun pada Minggu petang, Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap Muhammad Abdullah mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi 13 orang dengan ditemukannya jenazah Diah Ramadani (17).

“Total jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian sebanyak 13 orang, sehingga masih ada 10 orang yang dalam pencarian,” katanya.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Longsor tersebut merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6