Liputan6.com, Jakarta Aktivitas harian masyarakat, mulai dari berkendara hingga penggunaan listrik, secara signifikan berkontribusi pada peningkatan emisi karbon yang memperparah pemanasan global. Di Indonesia, sektor transportasi menjadi penyumbang utama emisi dari sektor energi, mencapai lebih dari 80% pada tahun 2021. Bahkan, pada tahun 2022, Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara penyumbang emisi CO2 terbesar di dunia, dengan total 729 juta ton CO2.
Dampak emisi karbon yang berlebihan ini sangat nyata, memicu perubahan iklim, peningkatan suhu bumi, dan risiko kesehatan seperti penyakit pernapasan. Sektor rumah tangga juga memiliki peran besar, menyumbang 3,8% karbon CO2 langsung dan 20,7% karbon CO2 tidak langsung pada tahun 2021. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan menerapkan cara mengurangi emisi karbon harian.
Kabar baiknya, perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari dapat memberikan dampak kolektif yang besar. Artikel ini akan menjadi panduan praktis berisi berbagai cara mengurangi emisi karbon harian yang mudah diadaptasi oleh masyarakat Indonesia, membantu kita semua berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Berikut langkah yang bisa kita ambil untuk berkontribusi untuk lingkungan yang lebih sehat, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (13/11/2025).
Advertisement
1. Beralih ke Transportasi Umum dan Ramah Lingkungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069266/original/072868900_1735295815-20241227-Gratis_MRT-ANG_6.jpg)
Transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Di Indonesia, sektor ini menyumbang sekitar sepertiga konsumsi energi final dan sekitar 40% dari total konsumsi energi. Pada tahun 2022, lebih dari 80% emisi dari sektor energi berasal dari moda transportasi, terutama kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.
Untuk mengurangi jejak karbon dari transportasi, manfaatkan transportasi umum seperti TransJakarta, MRT, LRT, atau KRL untuk mobilitas sehari-hari. Pilihan ini secara signifikan menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan. Untuk jarak dekat, biasakan berjalan kaki atau bersepeda, yang tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga menyehatkan tubuh.
Jika penggunaan kendaraan pribadi tidak dapat dihindari, pertimbangkan untuk melakukan carpool atau berbagi kendaraan dengan rekan kerja atau tetangga. Dengan beralih ke transportasi umum atau moda ramah lingkungan lainnya, kita dapat mengurangi emisi CO2 hingga 45% dibandingkan berkendara sendiri, sekaligus mengurangi polusi udara di perkotaan.
Advertisement
2. Bijak dalam Penggunaan Listrik di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3469427/original/083191000_1622460361-WhatsApp_Image_2021-05-31_at_13.27.01.jpeg)
Konsumsi listrik yang boros, terutama yang bersumber dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil, berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Setiap kilowatt listrik yang digunakan sebagian besar masih berasal dari pembangkit yang menghasilkan emisi karbon. Oleh karena itu, semakin boros listrik, semakin banyak emisi karbon yang dilepaskan ke udara.
Ada beberapa aksi spesifik yang bisa dilakukan untuk menghemat listrik. Cabut charger ponsel dan peralatan elektronik dari stop kontak setelah digunakan, karena peralatan modern dalam mode standby tetap menarik daya. Ganti lampu dengan LED yang lebih hemat energi dan tahan lama.
Manfaatkan pencahayaan dan ventilasi alami di siang hari untuk mengurangi kebutuhan akan lampu dan pendingin ruangan. Atur suhu AC pada 24-25°C dan gunakan seperlunya. Membatasi penggunaan listrik di rumah tidak hanya mengurangi tagihan, tetapi juga menekan emisi karbon yang dihasilkan, di mana setiap MWh listrik di Indonesia dapat menghasilkan emisi sekitar 0,4 hingga 1,4 ton CO2.
3. Terapkan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4792738/original/016220900_1712122117-top-view-non-eco-friendly-plastic-elements-assortment_23-2148862554.jpg)
Memproduksi barang baru membutuhkan energi dan sumber daya yang besar, yang pada akhirnya meningkatkan jejak karbon. Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) adalah fondasi dari pengelolaan sampah berkelanjutan yang efektif. Penerapan prinsip ini merupakan cara mengurangi emisi karbon harian yang sangat penting.
Mulailah dengan Reduce (mengurangi) konsumsi barang yang tidak perlu dan hindari penggunaan barang sekali pakai. Selanjutnya, Reuse (menggunakan kembali) barang-barang yang masih dapat dipakai, seperti membawa botol minum sendiri, tas belanja kain, dan wadah makanan. Langkah ini mengurangi kebutuhan akan produksi barang baru.
Terakhir, Recycle (mendaur ulang) dengan memilah sampah plastik, kertas, dan kaca untuk didaur ulang. Pemilahan sampah sejak dari rumah membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA dan mempermudah proses daur ulang. Menerapkan prinsip 3R dapat mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan kebutuhan energi untuk produksi baru, sehingga emisi karbon dapat ditekan.
Advertisement
4. Kurangi Sampah Makanan (Food Waste)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4388772/original/008422600_1681098962-Thumbnail_Liputan6.com-6.jpg)
Sampah makanan yang membusuk di TPA menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang sangat poten dan berkontribusi pada pemanasan global. Pada tahun 2018, sebanyak 44% timbulan sampah di Indonesia merupakan sampah makanan. Bahkan, menurut laporan Bappenas tahun 2021, rata-rata emisi gas rumah kaca dari sampah makanan selama tahun 2000 hingga 2018 di Indonesia sebesar 82,26 Mton CO2ek.
Untuk mengurangi sampah makanan, rencanakan menu dan beli bahan makanan secukupnya sesuai kebutuhan. Simpan makanan dengan benar agar tidak cepat busuk dan manfaatkan sisa makanan secara kreatif untuk menghindari pembuangan. Mengolah sisa organik dapur menjadi kompos juga merupakan cara efektif untuk mengurangi sampah makanan.
Mengurangi sampah makanan tidak hanya menekan emisi metana, tetapi juga menghemat sumber daya seperti air, energi, dan tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksinya. Hal ini membantu mengurangi tekanan pada lingkungan dan menjaga keberlanjutan planet bumi.
5. Ubah Pola Makan ke Arah yang Lebih Nabati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121265/original/008652700_1588770220-appetizer-close-up-cucumber-cuisine-406152__1_.jpg)
Industri peternakan, terutama sapi, merupakan sumber emisi metana dan CO2 yang signifikan. Produksi ternak menghasilkan gas rumah kaca yang lebih banyak daripada semua mobil dan truk di dunia. Organisasi Pangan PBB (FAO) memperkirakan bahwa produksi daging, susu, dan telur menyumbang sekitar 14,5% dari semua emisi gas rumah kaca oleh manusia.
Mengurangi frekuensi konsumsi daging merah, khususnya daging sapi, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sumber protein nabati lainnya. Anda bisa mencoba konsep "Senin tanpa Daging" atau menjadi flexitarian, yaitu pola makan yang sebagian besar nabati namun sesekali mengonsumsi daging.
Pola makan nabati memiliki jejak karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan pola makan kaya daging. Selain itu, diet nabati juga memberikan manfaat kesehatan seperti mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2, menjadikannya cara mengurangi emisi karbon harian yang berdampak ganda.
Advertisement
6. Pilih Produk Lokal dan Minim Kemasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039082/original/069455000_1580630463-20200202-Produksi-Buah-Dalam-Negeri-Akan-Ditingkatkan-2.jpg)
Produk impor dan berkemasan berlebihan memiliki jejak karbon tinggi dari proses transportasi dan produksinya. Memilih produk lokal dapat mengurangi emisi yang dilepaskan oleh aktivitas distribusi produk impor. Hal ini merupakan langkah sederhana namun efektif dalam cara mengurangi emisi karbon harian.
Belilah sayuran dan buah dari pasar tradisional atau petani lokal untuk mendukung ekonomi setempat dan mengurangi jejak karbon. Pilih produk dengan kemasan minimal atau kemasan daur ulang untuk mengurangi sampah plastik. Selalu bawa tas belanja sendiri dan hindari kantong plastik sekali pakai saat berbelanja.
Dengan memilih produk lokal dan minim kemasan, kita tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga mengurangi emisi dari transportasi jarak jauh serta sampah plastik. Ini adalah pilihan cerdas yang menguntungkan lingkungan dan masyarakat.
7. Hemat Penggunaan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4791737/original/061134700_1712043168-hygiene-cleaning-hands-washing-hands-woman-wash-their-hands.jpg)
Memompa, mengolah, dan memanaskan air membutuhkan energi yang tidak sedikit, yang sebagian besar dihasilkan dari bahan bakar fosil. Penggunaan air yang berlebihan juga dapat menyebabkan emisi karbon secara tidak langsung. Oleh karena itu, menghemat air adalah salah satu cara mengurangi emisi karbon harian yang sering terabaikan.
Matikan keran saat menyikat gigi atau menggosok piring untuk menghindari pemborosan. Perbaiki keran yang bocor segera untuk mencegah hilangnya air yang tidak perlu. Gunakan shower alih-alih bak mandi untuk menghemat air dan energi pemanas, karena shower umumnya lebih efisien.
Menghemat air dapat mengurangi tagihan bulanan dan membantu menjaga ketersediaan air bersih untuk masa depan. Selain itu, penghematan air juga mengurangi penggunaan energi terkait pemrosesan air, sehingga secara keseluruhan mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon.
Advertisement
8. Dukung dan Gunakan Energi Terbarukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4026948/original/007431300_1652936420-PLTS-di-sekolah-sebagai-media-pembelajaran-dan-pasokan-listrik-ARBAS-8.jpg)
Transisi dari energi fosil ke energi bersih adalah kunci untuk mengurangi emisi karbon global. Penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin dan gas dapat menyebabkan emisi karbon yang signifikan. Mendukung dan menggunakan energi terbarukan adalah cara mengurangi emisi karbon harian yang paling fundamental.
Pertimbangkan pemasangan Panel Surya Atap untuk rumah tangga Anda jika memungkinkan. Jika tersedia, pilih penyedia listrik yang menawarkan paket energi terbarukan. Anda juga bisa menggunakan power bank atau charger tenaga surya untuk perangkat kecil sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Menggunakan energi terbarukan secara langsung mengurangi ketergantungan pada batubara dan bahan bakar fosil. Sebagai contoh, emisi karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) hanya 75 gram CO2 per kWh, jauh di bawah pembangkit berbahan batu bara sebesar 995 g/kWh atau BBM sebesar 772 g/kWh.
9. Tanam Pohon dan Hijaukan Lingkungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4093006/original/058422500_1658198536-close-up-picture-gardener-s-hand-holding-sapling-plant.jpg)
Pohon adalah penyerap karbon alami yang paling efisien di bumi. Deforestasi adalah salah satu penyebab utama emisi karbon, padahal pohon bisa menyerap dan menyimpan karbon secara alami. Pohon menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara dan melakukan fotosintesis untuk menghasilkan oksigen (O2), menjadikannya cara mengurangi emisi karbon harian yang vital.
Tanam pohon di halaman rumah atau ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon komunitas. Tanam tanaman hias yang membantu menyerap polutan di dalam rumah, seperti Sansevieria (Lidah Mertua), Peace Lily (Spathiphyllum), Epipremnum aureum / Golden Pothos (Sirih Gading), dan Aglonema (Sri Rejeki). Membuat kebun kecil atau vertical garden juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara.
Menanam pohon dapat menyerap CO2, menyejukkan udara, dan meningkatkan kualitas lingkungan. Pohon juga berperan penting dalam meredam gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim, memberikan manfaat jangka panjang bagi planet kita.
Advertisement
10. Edukasi Diri dan Sebarkan Kesadaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377376/original/087820100_1760092134-pexels-walter-cordero-682282228-25961210.jpg)
Perubahan yang berkelanjutan membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat. Edukasi lingkungan memberikan banyak manfaat, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ini adalah cara mengurangi emisi karbon harian yang berdampak luas.
Gunakan kalkulator jejak karbon (seperti "Imbangi" dari LindungiHutan) untuk mengukur emisi pribadi Anda dan memahami dampaknya. Bagikan pengetahuan dan tips ini kepada keluarga, teman, dan di media sosial untuk menginspirasi orang lain. Dukung kebijakan dan bisnis yang berkomitmen pada keberlanjutan dan praktik ramah lingkungan.
Meningkatkan kesadaran dan edukasi dapat memperluas dampak positif dan menciptakan gerakan masyarakat yang peduli lingkungan. Dengan begitu, upaya individu dalam cara mengurangi emisi karbon harian dapat bersinergi menjadi kekuatan besar untuk perubahan positif.
FAQ
Q: Apa itu jejak karbon dan mengapa saya perlu menguranginya?
A: Jejak karbon adalah jumlah total gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas individu atau organisasi. Menguranginya penting untuk memperlambat pemanasan global, mencegah perubahan iklim ekstrem, dan menjaga lingkungan hidup.
Q: Mana yang lebih efektif untuk cara mengurangi emisi karbon harian: beralih ke transportasi umum atau diet nabati?
A: Keduanya sangat efektif dan memiliki dampak signifikan. Jika Anda banyak berkendara, transportasi umum akan berdampak besar. Jika pola makan Anda tinggi daging, mengurangi konsumsinya juga sangat signifikan. Kombinasikan keduanya untuk dampak maksimal.
Q: Apakah menggunakan listrik di malam hari lebih boros karbon?
A: Di Indonesia, beban listrik puncak sering terjadi pada malam hari. Mengurangi konsumsi listrik pada jam sibuk dapat membantu mengurangi beban pembangkit dan secara tidak langsung mengurangi emisi, karena sebagian besar listrik masih bersumber dari bahan bakar fosil.
Q: Bagaimana cara memulai mendaur ulang sampah di rumah yang sederhana?
A: Mulailah dengan memilah sampah menjadi tiga jenis: organik (sisa makanan), anorganik (plastik, kertas, kaca), dan residu. Pemilahan ini adalah kunci utama untuk memudahkan proses daur ulang atau pengolahan lebih lanjut.
Q: Bisakah tindakan individu benar-benar membuat perbedaan dalam mengurangi emisi karbon?
A: Sangat bisa! Jika jutaan orang melakukan perubahan kecil, dampak kolektifnya akan luar biasa. Tindakan individu juga menciptakan permintaan pasar untuk produk hijau dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih besar dari pemerintah dan perusahaan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214247/original/070945800_1746756554-20250509-Paus_Baru-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)