6 Fakta Terkait Enam Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Hanyut di Sungai Jolinggo Kendal

Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang hanyut di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ketika sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Diterbitkan 06 November 2025, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang hanyut di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ketika sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Selasa 4 November 2025.

Diketahui keenam mahasiswa tersebut mulanya sedang bermain air di Wisata Tubing Genting. Namun, kondisi arus tiba-tiba semakin deras karena curah hujan yang cukup tinggi.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolres Kendal AKBP Hendry Sianipar, tim kepolisian pun bergegas untuk melakukan pencarian bersama dengan Basarnas.

"Betul, ada mahasiswa yang hanyut. Kami sedang fokus membantu pencarian," kata Hendry, Selasa 4 November 2025.

Usai melakukan pencarian selama beberapa jam, tim kepolisian dan Basarnas berhasil menemukan tiga mahasiswa dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Ketiga mahasiswa tersebut, yaitu Riska Amalia (21), Syifa Nadilah (21), dan Muhammad Labib Riski (21).

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Budiono mengungkapkan upaya pencarian korban mengalami kendala karena cuaca buruk dan kondisi sungai yang ekstrem. Usai ketiga korban ditemukan, evakuasi pun langsung dilakukan ke Puskesmas Singorojo untuk visum dan penanganan lebih lanjut.

Tragedi ini pun menarik simpati Rektor UIN Walisongo Semarang, Nizar. Dia menuturkan akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR untuk mendukung upaya pencarian dan mendampingi keluarga korban di lokasi.

"Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendukung upaya pencarian serta mendampingi keluarga mahasiswa di lokasi," katanya.

Kemudian dua korban lain berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi tidak bernyawa. Identitas kedua mahasiswa tersebut, yakni Bima Pranawira (21) dan Muhammad Jibril Asyarofi (21). Korban ditemukan sekitar 3,5 km dari titik awal dinyatakan hilang. Usai ditemukan, jenazah keduanya langsung dievakuasi di RSUD Kendal.

"Dua korban ditemukan pada hari kedua pencarian," kata Kasi Operasi Kantor SAR Semarang Mulwahyono di Kendal, Rabu 5 November 2025, dikutip dari Antara.

Lalu korban terakhir bernama Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) juga berhasil ditemukan pada Rabu malam, 5 November 2025 dalam kondisi meninggal. Nabila ditemukan dengan jarak sekitar 10 km dari titik awal dinyatakan hilang. Penemuan jasad ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono.

"Kami menerima informasi dari warga setempat yang menemukan sesosok mayat. Setelah diverifikasi, ternyata itu adalah Nabila, korban terakhir yang kami cari," ucap Budiono.

Berikut sederet fakta terkait mahasiswa KKN hanyut di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Saat kejadian Arus Sungai Cukup Deras

Enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang hanyut di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa 4 November 2025.

"Betul, ada mahasiswa yang hanyut. Kami sedang fokus membantu pencarian," kata Kapolres Kendal AKBP Hendry Sianipar.

Saat kejadian, debit air tiba-tiba membesar hingga menyebabkan para korban hanyut.

Dia mengatakan perkembangan pencarian korban akan disampaikan setelah data di lapangan diperoleh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.53 WIB itu bermula ketika sejumlah mahasiswa bermain air di tubing Genting Jalinggo di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Saat kejadian, kondisi arus sungai cukup kuat akibat hujan deras di bagian hulu. Petugas SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap enam mahasiswa UIN Semarang tersebut.

 

2. Kronologi Kejadian

Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hanyut di Sungai Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Peristiwa terjadi pada Selasa 4 November 2025 sekitar pukul 13.53 WIB saat para mahasiswa sedang bermain air di aliran Sungai Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, tiba-tiba terjadi banjir bandang akibat hujan deras di bagian hulu sungai yang mengakibatkan enam mahasiswa terseret arus.

Ini identitas korban:

1. Riska Amelia dari Desa Penusuban RT 12 RW 1, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang

2. Nabila Yulian Dessi Pramesti dari Desa Majasari RT 11 RW 2, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro

3. Syifa Nadilah dari Dusun Gombong, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang

4. Muhammad Jibril Asyarafi dari Jl. Ratu Kalinyamat RT 6 RW 9, Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara

5. Bima Pranawira dari Jl. Pangeran Diponegoro No. 3 RT 2 RW 1, Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik

6. Muhammad Labib Rizqi dari Jl. Ki Hajar Dewantoro No. 215 Gg 12A RT 2 RW 9, Desa Noyonta Antasari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

 

3. Lima Korban Ditemukan

Dua jenazah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tenggelam di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa 4 November 2025 ditemukan. Total lima korban telah berhasil dievakuasi tim SAR.

"Dua korban ditemukan pada hari kedua pencarian," kata Kasi Operasi Kantor SAR Semarang Mulwahyono di Kendal, Rabu (5/11/2025). Dikutip dari Antara.

Identtias lima mahasiswa yang telah ditemukan adalah Riska Amelia (21), Syifa Nadilah (21), Muhammad Labib Risqi (21), Bima Pranawira (21), dan Muhammad Jibril Asyarofi (21).

Adapun satu korban lain yang masih dalam pencarian yakni Nabila Yulian Dessi Pramesti (21).

Dua korban ditemukan sekitar 3,5 km dari lokasi pertama dilaporkan hanyut. Dia mengatakan, jenazah kedua korban dievakuasi ke RSUD Kendal untuk penanganan lebih lanjut.

Pencarian, ucap dia, masih menyisakan satu mahasiswa yang belum ditemukan. Arus sungai yang deras sempat menjadi kendala dalam proses pencarian.

 

4. Rektor UIN Walisongo Sampaikan Duka Cita Mendalam

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Nizar menyampaikan rasa duka yang mendalam dan komitmen penuh universitas dalam penanganan musibah tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa mahasiswa UIN Walisongo di Kendal," katanya.

Keluarga besar UIN Walisongo memohon doa seluruh masyarakat agar tiga mahasiswa yang masih dalam pencarian segera ditemukan, serta agar keluarga korban diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

"Kami turut berbela sungkawa atas berpulangnya tiga mahasiswa terbaik UIN Walisongo, serta memanjatkan doa agar tiga mahasiswa lainnya segera ditemukan dalam keadaan terbaik," katanya.

Atas nama universitas, ia menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

"Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendukung upaya pencarian serta mendampingi keluarga mahasiswa di lokasi," katanya.

 

5. Langkah dari UIN Walisongo

Prof Nizar menegaskan universitas akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN, terutama terkait keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan.

"Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas. KKN adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, namun harus selalu dijalankan dengan kesiapsiagaan dan pertimbangan keselamatan yang matang," katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, UIN Walisongo telah mengambil beberapa langkah, yakni menurunkan tim pendamping universitas dan dosen pembimbing KKN untuk mendampingi keluarga korban dan membantu proses pencarian di Kendal.

UIN Walisongo juga menyediakan layanan konseling dan dukungan spiritual bagi mahasiswa dan keluarga yang terdampak.

"Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para korban, memberikan ketabahan bagi keluarga, dan melindungi seluruh mahasiswa dalam pengabdian mereka di tengah masyarakat," tutup Prof Nizar.

 

6. Basarnas Semarang Peringatkan untuk Tetap Waspada

Usai keenam mahasiswa tersebut ditemukan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang Budiono menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras dalam proses pencarian ini.

Dia turut mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam beraktivitas di sungai.

"Terima kasih kepada seluruh tim SAR yang tak kenal lelah. Semoga tragedi ini menjadi pengingat bagi kita untuk lebih waspada terhadap aktivitas di sungai, terutama di musim penghujan seperti sekarang," kata Budiono.

Budiono menekankan hikmah dari tragedi ini. Menurutnya kehilangan enam mahasiswa berprestasi ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam, melainkan pengingat getir akan ketidakpastian alam.

"Manusia adalah bagian dari keseluruhan yang disebut oleh kita alam semesta, sebuah bagian yang terbatas dalam waktu dan ruang. Tugas kita haruslah membebaskan diri dari penjara ini dengan memperluas lingkaran empati kita untuk merangkul semua makhluk hidup dan seluruh alam dengan keindahannya," kata Budiono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6