Kapolri Perintahkan Jajarannya Bersiap Hadapi Potensi Bencana Alam di Musim Hujan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jajarannya harus siaga penuh menghadapi ancaman bencana alam di musim hujan.

Diterbitkan 05 November 2025, 20:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kapolri tegaskan Polri siaga penuh hadapi ancaman bencana alam musim hujan.
  • Apel kesiapan melibatkan 155.938 personel gabungan di seluruh Indonesia.
  • Polri siapkan dapur lapangan, alat air bersih, dan tekankan sinergi lintas instansi.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jajarannya harus siaga penuh menghadapi ancaman bencana alam di musim hujan.

Hal itu itu disampaikan Listyo saat apel kesiapan tanggap darurat bencana di Lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Rabu (5/11/2025).

"Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman bagi masyarakat," ujar Listyo kepada wartawan.

Apel ini digelar serentak di seluruh Indonesia, melibatkan 155.938 personel gabungan, termasuk 2.915 personel yang mengikuti apel di Mako Brimob. Listyo mengatkan, apel bentuk kesiapan nyata menghadapi segala bentuk bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Berdasarkan laporan BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncaknya diperkirakan terjadi dari bulan ini sampai dengam Januari 2026.

Selain itu, fenomena La Nina dalam kategori lemah diprediksi juga mulai muncul pada bulan ini dan akan berlangsung hingga bulan Februari 2026.

"Apel ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merespon keadaan darurat, serta mempersiapkan personel dan Sarpras guna memitigasi potensi bencana yang dapat terjadi dan meminimalisir kerugian," ucap dia.

 

Siapkan Dapur hingga Pengolahan Air Bersih

Untuk mendukung operasi kemanusiaan ini, Polri menyiapkan 125 dapur lapangan, 77 unit alat pengolah air bersih, dan 23 unit watergen di seluruh wilayah rawan bencana.

Listyo menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI, hingga masyarakat.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6