Kapolda Metro Jaya Minta Anak Buah Petakan Daerah Rawan Bencana

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meminta seluruh personelnya selalu siap menghadapi segala kemungkinan bencana yang dapat terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Diterbitkan 05 November 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meminta seluruh personelnya selalu siap menghadapi segala kemungkinan bencana yang dapat terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan Asep saat memberikan sambutan dalam apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (5/11/2025).

Apel tersebut diikuti sebanyak 715 personel gabungan dari Polri, TNI, BNPB, Basarnas, dan BPBD.

"Seluruh personel dan stakeholder dapat terlibat untuk bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan demi menjamin terlindunginya keamanan dan keselamatan masyarakat," kata Asep membacakan amanat Kapolri, Rabu (5/11/2025).

Apel kesiapsiagaan itu digelar serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya, menurut Asep, untuk mengecek kesiapan personel dan perlengkapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Berdasarkan data BNPB, hingga Oktober 2025 tercatat 2.606 bencana di tanah air. Rinciannya, terdiri dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Akibatnya, 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, serta lebih dari 5 juta jiwa harus mengungsi.

"Dampak bencana alam tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis serta mengganggu keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat," terang Asep.

Dia menekankan pentingnya langkah komprehensif, responsif, dan berkesinambungan dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana.

Asep menginstruksikan setiap satuan di jajaran Polda Metro Jaya agar melakukan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait di masing-masing daerah.

 

Minta Jajaran Aktif Berikan Informasi

Selain itu, Asep meminta jajaran untuk aktif memberikan informasi dan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana alam kepada masyarakat.

"Pastikan kesiapan personil Sarana dan prasarana, termasuk peralatan evakuasi, kendaraan operasional serta ketersediaan bantuan logistik pendukung. Sehingga dapat segera digerakkan Kapan pun dibutuhkan," ucap dia.

Asep juga mengingatkan pentingnya simulasi tanggap darurat bencana secara rutin sebagai sarana edukasi dan latihan kesiapsiagaan.

Lebih lanjut, Asep menekankan agar setiap penanganan bencana mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons, mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga percepatan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur maupun kehidupan sosial-ekonomi masyarakat yang terdampak.

"Laksanakan tugas manusiaan dengan penuh empati humanis dan profesional hingga tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga kenyamanan bagi masyarakat," terang dia.

Asep mengingatkan agar seluruh kegiatan penanggulangan bencana dilaksanakan sesuai prosedur dengan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana.

"Koordinasi dan seringitas Dengan seluruh stakeholder terkait Baik TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, Pemerintah daerah, relawan dan masyarakat serta berbagai pihak lainnya, Guna memastikan pelaksanaan penanggulangan bencana Berjalan terpadu dan tepat sasaran," tandas dia.

 

Antisipasi Bencana, Polda Metro Jaya Siapkan 715 Personel Gabungan

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan 715 personel gabungan untuk menghadapi bencana di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tak hanya personel, berbagai sarana pendukung pun disiapkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, kesiapsiagaan itu dilakukan bersama sejumlah instansi, mulai dari TNI, BNPB, Basarnas, hingga pemerintah daerah dan para relawan.

"Kami telah mengkompulir data titik titik rawan bencana terutama masalah banjir atau genangan air yang ada di sekitar jakarta. Untuk itu untuk bentuk kesiapsiagaan kami dengan instansi terkait kami telah menyiapkan berbagai sarana dan peralatan pendukung penanganan bencana," ujar Irjen Asep kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/11/2025).

Dia menjelaskan, peralatan yang disiagakan meliputi 175 unit perahu karet berbagai jenis, 50 unit mesin boat engine, 480 pelampung atau rompi SAR, 150 helm pelindung kepala, 20 unit gergaji mesin (chainsaw) untuk penanganan pohon tumbang, serta 230 peralatan pendukung lainnya.

Semua peralatan itu, menurut Irjen Asep, siap dikerahkan kapan pun dibutuhkan.

"Seluruh peralatan ini siap untuk digunakan pada saat terjadinya bencana atau kita laksanakan dalam kegiatan penyelamatan korban," ucap dia.

Irjen Asep menegaskan, Polri bersama TNI, BNBP, BPNB, termasuk Basarnas, Pemda, serta relawan bersinergi dan kolaborasi untuk menjamin keselamatan warga.

Dia mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif. Bila melihat tanda-tanda potensi bencana, warga diminta segera melapor ke kantor polisi atau posko terdekat agar bisa segera ditindaklanjuti.

"Mudah-mudahan kita doakan seluruhnya wilayah kita, tidak ada bencana yg dapat berimbas kepada masyarakat. Kita doakan semuanya lancar tapi demikian kita tetap waspada kita siaga dalam hal kesiapan kita dalam hal tanggap darurat bencana ini," tandas Irjen Asep.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6