7 Ucapan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Mulai PDIP hingga Seskab Teddy

Berbagai ucapan pun disampaikan sejumlah tokoh pada saat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober hari ini, Selasa (28/10/2025).

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober sebagai momentum lahirnya semangat persatuan bangsa. Peristiwa bersejarah ini mencatat keberanian anak muda bangsa untuk terus bersatu.

Berbagai ucapan pun disampaikan saat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober hari ini, Selasa (28/10/2025). Salah satunya Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia menegaskan Sumpah Pemuda bukan sekadar untuk dikenang sebagai sejarah, tapi fondasi bangsa yang harus terus dijaga.

Hasto mengingatkan 79 tahun silam, para pemuda Indonesia sudah mengukuhkan suatu modal kebangsaan yang luar biasa yaitu satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Dari sanalah, kata dia, lahir tekad besar yang mengantar Indonesia menuju kemerdekaan.

"Berbicara orang muda, adalah berbicara tentang ide dan imajinasi tanpa batas," ujar Hasto saat sambutan, Selasa (28/10/2025).

Sementara itu, pada tahun 2025 ini, bangsa Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang ke-97 dengan tajuk 'Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu'. Puncak Peringatan HSP ke-97 Tahun 2025 akan digelar Selasa malam (28/10/2025) di Hall Basket, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Dalam puncak acara tersebut akan ditampilkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait Peringatan HSP Ke-97 Tahun 2025. Kemudian, Sejarah Sumpah Pemuda dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia atau Menpora RI Erick Thohir.

Menurut Erick, peringatan HSP ke-97 Tahun 2025 ini mengambil tema 'Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu' yang mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

"Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global," ujar Erick, dikutip Liputan6.com dari laman resmi Kemenpora www.kemenpora.go.id, Selasa (28/10/2025).

"Pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah," sambung dia.

Selain itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan untuk membangun bangsa Indonesia.

Berikut sederet ucapan Hari Sumpah Pemuda yang disampaikan oleh sejumlah tokoh dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Sekjen PDIP Hasto: Sumpah Pemuda Harus Terus Digalakkan untuk Kemajuan Bangsa Indonesia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Sumpah Pemuda bukan sekadar untuk dikenang sebagai sejarah, tapi fondasi bangsa yang harus terus dijaga.

Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2025).

Hasto mengingatkan 79 tahun silam, para pemuda Indonesia sudah mengukuhkan suatu modal kebangsaan yang luar biasa yaitu satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Dari sanalah, kata dia, lahir tekad besar yang mengantar Indonesia menuju kemerdekaan.

"Berbicara orang muda, adalah berbicara tentang ide dan imajinasi tanpa batas," ujar Hasto saat sambutan, Selasa (28/10/2025).

Dia menegaskan, Sumpah Pemuda tidak hanya sekedar slogan sejarah, tapi juga kesadaran geopolitik para pemuda masa lalu yang berpikir jauh ke depan.

Dari semangat itu pula, lanjut Hasto, kemudian lahir Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok Conference of the New Emerging Forces (CONEFO). Semua digerakkan oleh ide dan imajinasi anak-anak muda.

"Maka mari kita bersama-sama untuk berpikir kritis saat ini. Tantangan apa yang harus kita jawab sebagai anak-anak muda. Kepeloporan apa yang harus kita lakukan bersama," tutup Hasto.

Sementara itu sebelumnya, PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan komitmennya membuka ruang politik bagi generasi muda. Ratusan anak muda dari berbagai kampus dan komunitas hadir mengikuti Town Hall Suara Muda bertema 'Yang Muda Yang Bersuara' dalam peringatan hari Sumpah Pemuda di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (28/10/2025).

Acara dihadiri Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan MY Esti Wijayati selaku Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga.

Esti menjelaskan, kegiatan ini bagian dari gerakan politik yang untuk memberi ruang aman bagi suara anak muda lintas kampus dan komunitas.

"Generasi muda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Mereka harus menjadi penentu arah bangsa. Karena itu, PDI Perjuangan membuka ruang dialog yang aman dan inklusif agar suara-suara muda dapat langsung terdengar oleh pengambil kebijakan," kata dia.

Sedikitnya 30 komunitas hadir dalam forum ini. Mulai dari KontraS, Koneksi Indonesia Inklusif, OIC Youth, eWasteRJ, Education Reform, sampai Abang None Jakarta. Mereka berdiskusi soal pendidikan, kesetaraan gender, lingkungan, dan demokrasi.

Selain dialog, peserta juga diajak mengenal isi Sekolah Partai. Aula juga dipenuhi stand pameran kaderisasi, dokumentasi perjuangan partai, dan karya seni anak muda yang menampilkan semangat kebangsaan.

Esti menyebut, kegiatan di Lenteng Agung ini hanyalah awal dari rangkaian panjang peringatan Sumpah Pemuda versi PDIP. Sebelumnya, partai juga menggelar pertandingan futsal, tenis, dan sepak bola antar-Gen Z di berbagai daerah.

"Rangkaian Sumpah Pemuda yang dilakukan DPP PDI Perjuangan tidak hanya dilaksanakan hari ini saja, tapi sebelumnya sudah banyak kegiatan dilakukan," ujar Esti.

Puncaknya, PDIP akan menggelar acara besar di Yogyakarta pada 1 November mendatang. Sekitar 4.000 mahasiswa dari 38 provinsi akan berkumpul untuk menyuarakan aspirasi generasi muda Indonesia.

"Kehadiran mereka untuk merefleksikan Sumpah Pemuda dan menyuarakan suara anak muda Indonesia. Akan hadir juga tokoh-tokoh seperti Rocky Gerung, Adian Napitupulu, dan Ayu Saraswati (Putri Indonesia Lingkungan)," ucap dia.

Dia menegaskan, Ini bukan acara partai semata, tapi wadah untuk menampung suara anak muda dari berbagai latar belakang.

"Kita ajak anak muda untuk berani bersuara, karena masa depan Indonesia ada di tangan mereka," pungkasnya.

 

2. Ketum PDIP Megawati Beri Pesan Penting untuk Generasi Muda

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengingatkan, generasi muda harus tumbuh dengan pengetahuan luas dan kepedulian terhadap bangsa.

Pesan ini disampaikan melalui Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati, ketika hadir di acara Town Hall Suara Muda di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Selasa (28/10/2025).

Dia mengatakan, Megawati selalu menekankan pentingnya peran anak muda dalam menentukan masa depan bangsa.

"Ibu Megawati selalu memberikan pemahaman kepada kami bagaimana pentingnya peran anak muda bagi masa depan bangsa ini," kata dia.

Karena itu, kata dia, Megawati berharap anak muda bukan cuma harus pintar, tapi juga peduli. Peduli pada sesama, pada bangsa, dan pada bumi yang mereka tinggali.

"Maka harapan Ibu Mega, anak muda ini juga harus berpengetahuan, anak muda ini harus menguatkan kepeduliannya terkait tidak hanya persoalan sosial, persoalan pendidikan tetapi juga dunia politik kita, termasuk bagaimana terkait merawat bumi," ucap dia.

Menurut Esti, semangat acara Sumpah Pemuda kali ini memang digerakkan penuh oleh anak muda. Di kanan kirinya duduk para Gen Z mulai dari Andika Putra sebagai koordinator pelaksana, hingga Nila Yani yang memimpin tim lapangan.

DPP, kata Esti, hanya menjadi penanggung jawab. Sementara seluruh konsep dan pelaksanaan digarap anak muda, termasuk dari sayap-sayap partai.

"Nah kami bertugas memberikan ruang untuk anak muda bersuara," ucap dia.

Menurut dia, suara anak muda bukan sekadar didengar, tapi juga ditindaklanjuti sebagai aspirasi politik masa depan.

"Tidak sekedar didengarkan suaranya tapi suara ini kemudian menjadi sebuah aspirasi yang harus kita tindaklanjuti," tandas dia.

 

3. Wagub Rano Karno Harap Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Tumbuhkan Semangat Generasi Muda Jakarta

Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Rano Karno berharap momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober menumbuhkan semangat kolaborasi, kerja keras, dan persatuan di kalangan generasi muda demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkarakter.

Harapan itu disampaikan Wagub Rano Karno saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, yang dihadiri segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Dia menekankan masa depan Jakarta dan Indonesia berada di tangan generasi muda yang berani bermimpi, tidak mudah menyerah, serta terus mencintai tanah air dengan cara-cara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya percaya masa depan Jakarta dan Indonesia ada di tangan kita yang tak takut bermimpi, tak lelah mencoba, dan tak berhenti mencintai negeri ini," ujar Rano, melansir Antara, Selasa (28/10/2025).

Dia menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan generasi muda.

"Salah satunya melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang bertujuan agar seluruh anak dan pemuda Jakarta memiliki akses pendidikan yang layak dan setara," terang Rano Karno.

Selain bidang pendidikan, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta juga mendukung penuh pengembangan prestasi pemuda di bidang olahraga.

Menurut Rano Karno, dalam waktu dekat, Jakarta akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI 2025 yang digelar pada awal November.

"Saya berharap para atlet muda kita dapat meraih hasil terbaik. Kita ingin Jakarta tidak hanya sukses sebagai tuan rumah penyelenggara, tetapi juga sukses secara prestasi," papar dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengimbau seluruh masyarakat, terutama generasi muda Jakarta, agar kembali meneladani semangat persatuan yang telah dicontohkan oleh para pemuda pada 1928.

Rano menegaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tetap relevan dan menjadi landasan penting dalam membangun masa depan bangsa.

"Kita perlu belajar lagi dari kaum muda di tahun 1928 bahwa persatuan bukanlah hadiah, melainkan keputusan. Persatuan bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang diperjuangkan, dirawat, dan dengan sadar kita pilih setiap hari," pungkas Rano.

 

4. Pesan Menyentuh Menkeu Purbaya hingga Mendikdasmen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan inspiratif dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dalam postingan yang diunggahnya diinstagram @menkeuri, Purbaya mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk menyalakan kembali semangat persatuan dan perjuangan demi mewujudkan cita-cita bangsa.

"Jika dulu para pemuda bangsa kita bisa menyatukan semangat untuk mencapai kemerdekaan, sekarang kita juga pasti bisa melangkah bersama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia," tulis Purbaya, Selasa (28/10/2025).

Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi bangsa.

Bendahara negara ini juga menyoroti kemajuan generasi muda Indonesia yang kini tumbuh sebagai kekuatan besar dalam pembangunan nasional. Menurutnya, lahirnya generasi emas menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri tegak dan berdaya saing.

"Indonesia telah melahirkan generasi emas, bukti bahwa bangsa kita mampu berdiri tegak, berkarya, dan membawa Indonesia menuju kejayaan di masa depan," ujarnya.

Menutup pesannya, Purbaya mengajak seluruh pemuda untuk terus bergerak dan menjaga semangat perjuangan. Ia pun mengucapkan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh anak bangsa.

"Jika pemuda-pemudi bergerak, Indonesia pasti bisa bersatu untuk maju. Jika semangat itu terus menyala, maka tidak ada tantangan yang tak bisa kita atasi sebagai bangsa yang mandiri dan sejahtera. Selamat Hari Sumpah Pemuda," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti turut menyampaikan pesan di Hari Sumpah Pemuda. Ia menegaskan agar masyarakat terus memperkuat persatuan dan kesatuan melalui momen HSP

"Mari kita bersama-sama, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan dan memperkuat semangat keIndonesiaan karena dengan semangat itu kita bisa bersama-sama menjadi Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh para pendiri bangsa," katanya di Jakarta, Senin 27 Oktober 2025 melansir Antara.

Mu'ti juga menegaskan, melalui Sumpah Pemuda masyarakat perlu lebih memperkuat persatuan dengan menjunjung tinggi bahasa Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu agar lebih dikenal oleh dunia.

"Tentu sesuai dengan pesan Sumpah Pemuda, kita perlu memperkuat persatuan sebagai satu tanah air, Tanah Air Indonesia, kemudian satu bangsa, Bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia," paparnya.

Mendikdasmen juga menyebutkan, pihaknya memiliki kebijakan terkait dengan bahasa Indonesia, yakni bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia.

"Juga kebijakan Trigatra Bahasa, yakni kita utamakan bahasa Indonesia, kita lestarikan bahasa daerah, dan kita kuasai bahasa asing, dan tentu saja dengan Sumpah Pemuda ini, menjadi momen untuk memperkuat hal tersebut," jelas dia.

 

5. Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sebut Menyadari Kuasa Bahasa Indonesia

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengajak masyarakat menyadari kuasa Bahasa Indonesia di momen Hari Sumpah Pemuda ke-97, Selasa (28/10/2025). Kekuatan Bahasa Indonesia dalam menyatukan bangsa seharusnya tidak dianggap enteng, katanya.

"Kita sering kali lupa faktor bahasa yang mempersatukan kita. Kita ini punya 718 bahasa (daerah), tapi hanya dengan Bahasa Indonesia kita bisa berkomunikasi satu sama lain," kata Menbud seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Selasa.

"Bahasa ini penting (dalam) menyatukan, merajut, dan menjahit perbedaan-perbedaan kita. Jangan take it for granted, tapi kita harus meresapi, kita harus menyadari bahwa untuk mencapai 80 tahun Indonesia Merdeka dan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028 nanti, kita harus bersama-sama menjaga bangsa ini," sambung dia.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 digelar di Museum Sumpah Pemuda untuk mengenang perjuangan para pemuda dalam menyatukan berbagai macam perbedaan untuk kepentingan bersama.

"Kita tahu mereka yang (dulu) berkumpul di sini mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Ada Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Celebes, dan banyak lagi. Mereka punya kesadaran bahwa hanya dengan bersatulah kita bisa melawan penjajahan, melawan kolonialisme, dan kemudian mereka wujudkan itu dengan sebuah sumpah yang saya kira masih sangat relevan hingga hari ini," bebernya.

"Hari Sumpah Pemuda diperingati sebagai hari ketika para pemuda bersatu dari seluruh Indonesia untuk satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Dalam sejarah bangsa kita, Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting yang mengantar kita pada proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia," sebut Menbud Fadli.

Saat menyampaikan amanat upacara, Menbud berkata, "Hari ini kita berdiri di langit merah putih, langit yang dulu menaungi para pemuda (tahun) 1928. Mereka tak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa."

"Hari ini, tugas kita berbeda. Kita tak lagi mengangkat bambu runcing, tapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun, semangatnya tetap sama. Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tak boleh kalah. Kita hidup di zaman yang berat."

"Dunia bergerak cepat. Namun, kita tak boleh takut karena kita harus percaya di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita."

Menbud Fadli melanjutkan, "Kita butuh pemuda partiotik, gigih, dan berempati yang mencintai Tanah Air dengan tindakan nyata, tetap berdiri ketika badai datang, seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden, 'Jangan takut bermimpi besar.'"

"'Jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah. Kalian adalah penentu sejarah berikutnya.' Dengan Bismillahirahmannirahim, saya ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025."

"Mari kita jaga api perjuangan ini. Mari kita buktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar demi Indonesia Raya yang adil, makmur, dan disegani dunia. Salam pemuda!" tandasnya.

 

6. Menpora Erick Thohir Kirim Pesan Ini ke Generasi Muda Indonesia

Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 Tahun 2025 akan digelar Selasa malam (28/10/2025) di Hall Basket, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Tema Sumpah Pemuda 2025 ini adalah 'Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu'. Acara akan dimeriahkan penampilan musisi Indonesia yaitu Vierratale dan Idgitaf.

Dalam puncak acara ini bakal ditampilkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait Peringatan HSP Ke-97 Tahun 2025. Kemudian, Sejarah Sumpah Pemuda dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia atau Menpora RI Erick Thohir.

Menurut Erick, peringatan HSP ke-97 Tahun 2025 ini mengambil tema 'Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu' yang mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

"Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global," ujar Erick, dikutip Liputan6.com dari laman resmi Kemenpora www.kemenpora.go.id, Selasa (28/10/2025).

"Pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah," sambung dia.

Menurut Erick, logo nasional Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 pun telah dirilis dan diumumkan secara nasional untuk dipergunakan semestinya.

Erick menjelaskan, logo dengan dominan warna merah ini memiliki unsur-unsur sayap burung garuda, empat sayap yang membentuk tangan, panah ke kanan, gerak melingkar, besi, dan cahaya di tengahnya.

"Filosofi keseluruhan logo ini adalah metafora perjalanan bangsa, ditempa oleh waktu, diputar oleh cahaya, namun selalu menghasilkan sejarah," ucap dia.

Melalui peringatan ini pula, Erick berharap bisa memunculkan para pemuda-pemudi Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai patriotik, gigih, serta penuh empati.

"Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bukan hanya sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan. Tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai patriotik, gigih dan penuh empati," terang dia.

Sementara itu, Erick Thohir juga mengirim pesan kepada generasi muda agar bersatu membawa perubahan bagi tanah air

Hal itu dia sampaikan melalui pernyataan di unggahan resmi Instagram-nya pada Selasa (28/10/2025) pagi WIB dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97.

"28 Oktober 1928 adalah tanggal bersejarah sekaligus momentum kebangkitan semangat persatuan dan tekad juang pemuda-pemudi Indonesia," tulis Erick Thohir.

"Kini, saatnya generasi muda bergerak bersama untuk membawa perubahan, menjaga persatuan serta membangun Indonesia yang makmur, mandiri dan berdaulat."

"Itu semua harus dimulai dengan menciptakan para pemuda-pemudi yang berani bermimpi dengan semangat patriotik, gigih dan empati," katanya lagi.

Pernyataan Menpora Erick Thohir selaras dengan tema peringatan hari Sumpah Pemuda 2025, yakni 'Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu'.

 

7. Seskab Teddy Berpesan Jaga Persatuan dan Semangat untuk Bangun Bangsa

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan untuk membangun bangsa Indonesia.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025. Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita terus jaga persatuan dan semangat untuk membangun bangsa," kata Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/10/2025).

Dia mengutip ikrar Sumpah Pemuda yang pertama kali dibacakan pada 28 Oktober 1928. Ikrar tersebut menegaskan tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

"Bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu," ucap Teddy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6