Prabowo: Terlalu Banyak Pejabat yang Lemah Iman, Hartanya Haram, Akhirnya Keluarga Menderita

Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya pejabat yang lemah iman dan akhlak sehingga mereka berani melakukan praktik korupsi. Prabowo menyebut tindakan pejabat tersebut akhirnya membuat keluarga mereka menderita.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 14:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo soroti pejabat lemah iman penyebab korupsi, berujung penderitaan keluarga.
  • Prabowo tegaskan Indonesia kuat lawan pengusaha serakah yang menipu negara.
  • Prabowo minta penegak hukum tidak kriminalisasi rakyat kecil, tajam ke atas.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya pejabat yang lemah iman dan akhlak sehingga mereka berani melakukan praktik korupsi. Prabowo menyebut tindakan pejabat tersebut akhirnya membuat keluarga mereka menderita.

"Saya sudah melihat terlalu banyak ya pejabat yang lengah atau lemah iman, lemah akhlak, melakukan tindakan dan akhirnya termasuk keluarganya yang menderita ya," kata Prabowo usai menyaksikan penyerahan uang Rp13 triliun hasil sitaan korupsi ekspor CPO kepada negara di Kejaksaan Agung Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). 

Dia menyentil para pengusaha serakah yang menganggap mampu menipu Indonesia. Prabowo menegaskan pemerintahannya akan membuktikkan bahwa Indonesia sangat kuat dan akan menegakkan kedaulatan negara.

"Kalau mereka para pengusaha-pengusaha serakah itu menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, ya saya kira itu kita akan buktikan bahwa kita masih eksis, masih kuat dan kita bertekad untuk menegakkan kedaulatan kita demi rakyat kita," tuturnya.

Menurut dia, harta yang didapatkan dengan mengorbankan rakyat terhitung haram. Prabowo meyakini rezeki yang didapat dengan cara tak baik akan membawa ketidakbaikan untuk siapapun dan keluarganya.

"Harta, apalagi didapatkan dengan cara yang mengorbankan rakyat kita itu harta itu adalah harta yang haram. Rezeki yang tidak baik dan ujungnya pasti akan membawa ketidakbaikan kepada siapapun dan keluarganya," ujar Prabowo.

Di sisi lain, dia memperingatkan kejaksaan dan kepolisian untuk tidak melakukan kriminalisasi, khususnya kepada masyarakat kecil dan lemah. Prabowo menyampaikan penegakkan hukum harus tajam keatas dan tumpul ke bawah.

"Jangan mencari-cari perkara apalagi terhadap orang kecil. Ya. Orang, orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat susah. Jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," jelas Prabowo.

 

Penyerahan Sitaan Korupsi Rp 13 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan uang sebanyak Rp 13,255 triliun yang merupakan hasil sitaan kasus korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) kepada negara. Uang tersebut diserahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Jaksa Agung menyerahkan sebuah dokumen kepada Purbaya sebagai simbolis. Di belakangnya, terdampat tumpukan uang Rp 13 triliun yang diserahkan kepada negara.

Prabowo tampak berdiri di samping Jaksa Agung dan Menteri Keuangan saat proses penyerahan uang. Prabowo lantas bertepuk tangan dan tersenyum saat tumpukan uang itu resmi diserahkan kepada negara.

Sebelum prosesi penyerahan, Prabowo sempat melihat tumpukan uang Rp 13 triliun hasil korupsi ekspor CPO. Dia juga memanggil dan berbincang dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya, Jaksa Agung, dan sejumlah pejabat lainnya.

Adapun uang hasil sitaan korupsi ekspor CPO yang diserahkan kepada negara sebesar Rp 13.255.244.538.149.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6