Serikat Pekerja XLSMART Sampaikan Laporan Pasca Merger di Forum ICT Asia Afrika

Serikat Pekerja XLSMART menyampaikan laporan perkembangan terbaru pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren Sinarmas, terutama dari perspektif hubungan industrial dan kondisi serikat pekerja di perusahaan baru hasil penggabungan tersebut.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 08:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serikat Pekerja XLSMART berkesempatan berpartisipasi dalam ajang internasional 7th UNI Apro ICTS Sector Conference yang digelar di Manila, Filipina, pada 13–14 Oktober 2025.

Dalam forum bergengsi tersebut, Serikat Pekerja XLSMART menyampaikan laporan perkembangan terbaru pasca merger antara XL Axiata dan Smartfren Sinarmas, terutama dari perspektif hubungan industrial dan kondisi serikat pekerja di perusahaan baru hasil penggabungan tersebut.

Konferensi yang dihadiri sekitar 85 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik ini menjadi wadah penting bagi serikat pekerja sektor telekomunikasi untuk berbagi pembaruan, memperkuat solidaritas global, serta merespons dinamika industri yang terus berubah di era digital.

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja XLSMART, Ahmad Henry Machsuni, yang juga menjabat sebagai Ketua Sektor ICT Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK Indonesia), menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut. Ia memaparkan peran aktif serikat dalam mengawal proses merger hingga kini.

“Selama satu setengah tahun terakhir, kami terus mengawal dinamika sebelum dan sesudah merger, sejak Kongres SPXL pada Mei 2024 hingga hari ini. Prosesnya penuh tantangan, tetapi juga membawa harapan baru bagi pekerja dan perusahaan,” ungkap Henry dalam presentasinya.

Henry menjelaskan, pasca merger, komunikasi antara serikat pekerja dan manajemen XLSMART semakin terbuka dan konstruktif. Menurutnya, hal itu menjadi modal penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan produktif.

“Manajemen kini lebih terbuka berdialog dengan serikat. Ini semua berkat solidaritas luar biasa dari seluruh anggota yang terus menjaga semangat perjuangan,” lanjutnya.

 

Solidaritas Global dan Dukungan Internasional

Forum ICTS kali ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting serikat pekerja internasional, antara lain Mohamed Shafie BP Mammal, Ketua Axiata Group Union asal Malaysia; Benjamin Parton, Head of UNI Global ICTS; serta Rajendra Acharya, UNI Apro Regional Secretary. Ketiganya menegaskan pentingnya memperkuat posisi serikat pekerja sebagai mitra strategis perusahaan di tengah transformasi digital sektor telekomunikasi.

Di kesempatan terpisah, Mustakim, Ketua Umum Serikat Pekerja XLSMART sekaligus Wakil Presiden ASPEK Indonesia, mengonfirmasi keikutsertaan organisasinya dalam forum global tersebut.

“Betul, kami mengutus Sekjen SP XLSMART untuk hadir di forum global itu. Ini bentuk aktualisasi semangat serikat pekerja — solidaritas yang tidak hanya di tingkat perusahaan, tetapi juga di tingkat global,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan SP XLSMART dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen kuat untuk berjejaring dan memperluas kolaborasi lintas negara.

“SP XLSMART merupakan anggota UNI Global, dan saat ini kami mendapat perhatian besar. Sebelumnya fungsionaris UNI sempat berkunjung ke kantor kami, jadi kehadiran kali ini juga sekaligus sebagai kunjungan balasan,” jelas Mustakim.

Meneguhkan Peran Serikat di Era Digitalisasi

Selama dua hari pelaksanaan, konferensi UNI Apro ICTS menegaskan pentingnya solidaritas global dan dialog sosial dalam menghadapi transformasi industri telekomunikasi. Forum ini juga menempatkan serikat pekerja sebagai mitra strategis perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan pekerja.

Partisipasi SP XLSMART di ajang ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas serikat di dalam negeri dalam menghadapi tantangan pasca merger dan memperjuangkan hubungan industrial yang adil, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja di sektor telekomunikasi Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6