Tewas Misterius di Pejaten, Terapis Spa Dapat Tawaran Kerja dari Media Sosial

Korban yang diketahui bernama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam, baru sebulan bekerja spa di kawasan Pejaten.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Polisi masih mendalami penyebab tewasnya seorang terapis yang ditemukan di belakang Gedung TIKI, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Korban yang diketahui bernama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam, baru sebulan bekerja spa di kawasan Pejaten.

Terungkap, korban mendapat tawaran kerja via postingan di aplikasi TikTok. Hal itu diungkap oleh Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan AKP Citra Ayu setelah memeriksa kakak korban yang juga menjadi pelapor.

"Sejauh ini kami baru dapat satu informasi yaitu dari kakaknya ya, dari kakaknya itu sebagai pelapor juga bahwa korban ini mendapatkan informasi terkait pekerjaan itu dari TikTok," kata Citra Ayu kepada wartawan, Selasa (14/9/2025).

Citra Ayu mengatakan, pihaknya kini menelusuri bagaimana proses perekrutan korban dilakukan. Dugaan ada pihak lain yang berperan sebagai perantara atau agen yang menyalurkan korban ke spa tempatnya bekerja, masih ditelusuri.

"Nah, itu nanti kita akan dalami pada saat kita pemeriksaan pihak-pihak terkait," ucap dia.

Polisi Sita KTP dan KK Korban

Selain memeriksa pihak keluarga, Citra menerangkan, pihaknya juga sudah menyita dokumen berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang digunakan korban saat melamar kerja.

"Sejauh ini yang kita amankan hanya KTP dan KK-nya saja. KTP yang digunakan pada saat mendaftar sudah kita amankan, sudah kita simpan sebagai salah satu barang bukti," ucap dia.

Namun, dari hasil pemeriksaan, identitas yang digunakan korban berbeda dengan data aslinya.Nama dan usia di KTP tidak sama dengan catatan kependudukan yang diperoleh dari Dukcapil Indramayu.

"Berbeda, namanya berbeda. Usianya berbeda," ucap dia.

Korban Eksploitasi Anak

Polisi mengungkapkan terapis berinisial RTA (14) yang ditemukan tewas di kawasan Pejaten, diduga korban eksploitasi anak.

"Kita masih melakukan penyelidikan dan menggunakan Pasal 2 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan juga UU Perlindungan Anak," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta dilansir Antara, Senin (13/10/2025).

Sampai saat ini, polisi masih melakukan proses penyelidikan dengan menunggu hasil autopsi oleh Kepolisian.

"Untuk itu kita masih menunggu hasil autopsi dari Puslabfor dan dari hasil autopsi itu kita akan melakukan pendalaman, gelar perkara dan memutuskan bersama penyebab kematian secara pasti," ujarnya.

Polisi telah memeriksa sebanyak 15 saksi yang diduga mengetahui kasus tersebut.

"Sementara ini sudah 15 orang," katanya.

Diduga Lompat dari Lantai 5 Ruko

Polisi mengungkapkan, korban diduga lompat dari dari lantai lima ruko.

"Dugaan sementara seperti itu," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).

Saksi yang sudah diperiksa mulai dari sekuriti yang pertama kali menemukan, warga sekitar, rekan kerja korban, hingga manajemen perusahaan.

"Yang kami dapati, yang bersangkutan bukan warga sekitar," bebernya.

 

 

Korban Ditemukan Tewas di Lahan Kosong

Korban temukan tewas di lahan kosong belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10/2025).

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela menerangkan, korban pertama kali ditemukan pada pukul 05.00 WIB. Saat itu, mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang, tergeletak dengan posisi terlentang.

"Benar adanya seorang perempuan meninggal dunia. (Ciri-ciri) kulit putih, rambut hitam, kemudian disekitar jenazah korban terdapat kain selendang serta sebuah dompet genggam berisi 2 buah handphone merk Iphone dan Vivo diduga milik korban," kata Anggita dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10/2025).

Anggiat menerangkan, awalnya salah satu penghuni ruko mendengar suara perempuan berteriak berada dibelakang Ruko Pejaten Office Park. Informasi itu segera diteruskan ke sekuriti Ruko Pejaten office Park.

Mendapat informasi, AM mencari sumber suara. Tak sendiri, dia juga mengajak rekannya U dan JW untuk mengecek bagian belakang Gedung TIKI.

"Dikarenakan kondisi belakang Gedung TIKI terdapat pagar, kemudian saksi U melakukan upaya mengambil tangga untuk melihat situasi di balik pagar belakang Gedung TIKI, setelah saksi U mengambil tangga," ujar Anggiat.

Betapa kagetnya, mereka ternyata mereka menemukan seorang perempuan tergeletak. Mengetahui hal itu, U melaporkan kepada saksi lainnya HM.

"Saksi HM bersama dengan saksi U menuju belakang Gedung TIKI dan pada saat saksi HM dan saksi U tiba dibalik pagar belakang Gedung TIKI, kemudian melihat adanya seorang perempuan tergeletak, selanjutnya saksi hidayat melakukan upaya memanggil perempuan tersebut, namun tidak menjawab dan seorang perempuan tersebut sudah tidak bergerak," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6