Update Ponpes Al Khoziny: 25 Santri Meninggal, Tim SAR Masih Cari 38 Korban

Proses identifikasi jenazah korban dilakukan guna memastikan identitas korban secara sah, menjaga martabat jenazah, serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga.

Diperbarui 05 Oktober 2025, 06:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tim SAR menemukan 11 jenazah santri, total korban meninggal kini 25 orang.
  • Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk identifikasi DVI Polri.
  • Pencarian 38 santri hilang masih berlanjut di reruntuhan, tenda pengungsian didirikan.

Liputan6.com, Jakarta - Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan kembali menemukan 11 jenazah santri yang tertimbun reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari keenam pascakejadian, Sabtu (4/10/2025).

Hingga pukul 23.37 WIB, total jenazah yang berhasil ditemukan mencapai 11 orang, sementara satu potongan tubuh juga ditemukan di lokasi pencarian sektor A4. Temuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 25 orang.

“Korban pertama ditemukan pada pukul 14.35 WIB, disusul korban kedua pada 16.15 WIB. Potongan tubuh berupa kaki kanan ditemukan pukul 17.33 WIB. Kemudian korban ketiga hingga kesebelas ditemukan antara pukul 21.17 hingga 23.30 WIB,” demikian laporan tertulis Tim SAR Gabungan yang diterima BNPB, Sabtu malam.

Kesebelas jenazah dan potongan tubuh tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Proses identifikasi dilakukan guna memastikan identitas korban secara sah, menjaga martabat jenazah, serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga malam hari, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 129 orang.

Dari jumlah itu, 104 orang selamat, 95 di antaranya telah diperbolehkan pulang, delapan masih dirawat di rumah sakit, dan satu orang tidak memerlukan perawatan medis.

"Sementara jumlah santri yang masih dalam pencarian diperkirakan mencapai 38 orang berdasarkan daftar absensi yang dirilis pihak pondok,” ujar Abdul Muhari.

 

Dirikan Tenda Pengungsian

Proses pencarian hingga Minggu, 5 Oktober 2025 dini hari difokuskan di sisi utara lokasi reruntuhan, khususnya pada bagian bangunan yang terlepas dari struktur utama.

Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus bekerja mempercepat penyelesaian operasi SAR.

Selain upaya evakuasi, BNPB bersama BPBD telah mendirikan tenda pengungsian di halaman RS Bhayangkara Surabaya untuk menampung keluarga korban.

Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan kenyamanan serta mempercepat proses identifikasi jenazah dan penanganan lanjutan.

"Selain demi alasan kelayakan, keamanan dan kenyamanan keluarga, tenda itu juga diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi korban hingga tahap penyerahan kepada pihak keluarga,” jelas Abdul Muhari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6