Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Lubang Buaya

Jajar pasukan terlihat memasuki lapangan upacara sekitar pukul 07.30 WIB, diiringi alunan marching band.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 07:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Monumen Pancasila Sakti.
  • Upacara ini memperingati G30S/PKI 1965 dan tujuh Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya.
  • Monumen Lubang Buaya mengenang perjuangan pahlawan mempertahankan Pancasila dari komunisme.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin momen Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (1/10/2025), sejumlah pejabat negara tiba lebih dulu sekitar pukul 07.00 WIB.

Mereka terdiri dari menteri, pimpinan MPR DPR RI, hingga kepala badan. Tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir didampingi istrinya, Selvi Ananda.

Jajar pasukan terlihat memasuki lapangan upacara sekitar pukul 07.30 WIB, diiringi alunan marching band. Adapun upacara kali ini mengusung tema "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya".

Bertindak sebagai Komandan Upacara 1 Kolonel Pnb Amry Taufanny, Komandan Upacara 2 Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono, dan Perwira Upacara Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa.

 

Sejarah Indonesia

Sejarah Indonesia tidak hanya diwarnai masa kejayaan, tetapi juga tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi bangsa. Salah satunya adalah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) yang merenggut nyawa tujuh Pahlawan Revolusi.

Mengutip Pusat Sejarah TNI, Selasa, 30 September 2025, peristiwa itu menjadi cikal bakal peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober. Salah satu situs terpenting dalam sejarah kelam itu adalah Lubang Buaya di Jakarta Timur.

Situs itu dikenang sebagai tempat penemuan jenazah tujuh Pahlawan Revolusi. Di tempat itu kini berdiri monumen dan museum sebagai pengingat dan juga destinasi wisata sejarah bagi anak-anak bangsa.

Mengutip Asosiasi Museum Indonesia, Monumen Lubang Buaya dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektare atas prakarsa Presiden ke-2 RI, Soeharto, untuk mengenang perjuangan para Pahlawan Revolusi dalam mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila, dari ancaman ideologi komunis.

Lokasinya berada di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dengan sebelah selatannya terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, dan di utara Lapangan Udara Halim Perdanakusuma.

 

Monumen Lubang Buaya Dulunya Kebun Kosong

Sebelum menjadi museum sejarah, tempat ini dulunya adalah kebun kosong yang pernah dijadikan pusat pelatihan oleh Partai Komunis Indonesia. Dalam peristiwa G30S/PKI 1965, area ini digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan para korban.

Para perwira yang gugur kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi. Monumen yang diresmikan pada 1 Oktober 1973 ini dilengkapi dengan Monumen Pancasila Sakti, museum diorama, sumur tua, ruang relik, serta lapangan peringatan peristiwa sejarah tersebut.

Di sini juga terdapat benda-benda bersejarah, mulai dari pakaian asli milik tujuh pahlawan revolusi, kendaraan panser, replika truk yang digunakan PKI, hingga rumah bersejarah, seperti rumah penyiksaan dan rumah pos komando.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6