24 September Diperingati Sebagai Hari Apa? Berikut Daftarnya!

Tanggal 24 September memiliki makna penting karena bertepatan dengan sejumlah peringatan bersejarah. Pada tahun ini, tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu.

Diterbitkan 24 September 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 24 September memiliki makna penting karena bertepatan dengan sejumlah peringatan bersejarah. Pada tahun ini, tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu.

Di Indonesia, 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Penetapan ini dilakukan sejak tahun 1960 bersamaan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Peringatan ini menjadi simbol perjuangan petani dalam menegakkan reforma agraria serta memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Selain itu, 24 September juga diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi dengan ibu kota di Tanjungpinang ini resmi berdiri pada tahun 2002. Setiap tahunnya, masyarakat Kepulauan Riau merayakan hari jadi tersebut melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan pembangunan daerah.

Di kancah internasional, tanggal ini juga dikenal sebagai Hari Bollywood, sebuah momen untuk mengapresiasi industri perfilman India. Bollywood merupakan salah satu pusat produksi film terbesar di dunia, dengan karya-karya yang tidak hanya populer di Asia, tetapi juga mendunia.

Hari Tani Nasional

Penetapan 24 September sebagai Hari Tani Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963 oleh Presiden Soekarno. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Mengutip laman Kementerian Pertanian, sejarah pertanian di Indonesia memiliki perjalanan panjang. Peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan kaum tani dalam memperjuangkan reforma agraria, sekaligus mengapresiasi kontribusi besar mereka bagi bangsa.

Lahirnya UUPA bermakna besar bagi bangsa dan negara Indonesia karena untuk mewujudkan amanat Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 (Naskah Asli), yang menyatakan, “Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Pada intinya, UUPA dibentuk dengan meletakkan dasar-dasar bagi penyusunan hukum agraria nasional, mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan, dan meletakkan dasar-dasar kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat. Pembentukan ini dilakukan demi mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan, keadilan bagi negara dan rakyat, terutama rakyat tani, dalam menuju masyarakat adil dan makmur.

 

 

Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau

24 September juga diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau. Setelah sebelumnya menjadi bagian dari Provinsi Riau, pada tahun 2002 masyarakat Kepulauan Riau membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) sebagai wadah perjuangan pemekaran. Upaya tersebut akhirnya berhasil, dan pada 24 September 2002 dan Kepulauan Riau resmi berdiri sebagai provinsi baru.

Dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kepulauan Riau (disingkat Kepri) adalah sebuah provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah Utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di sebelah Timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di Selatan; Singapura, Malaysia dan provinsi Riau di sebelah Barat.

Provinsi ini termasuk provinsi kepulauan di Indonesia. Tahun 2020, penduduk Kepulauan Riau berjumlah 2.064.564 jiwa, dengan kepadatan 252 jiwa/km2, dan 58% penduduknya berada di kota Batam.

Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 5 kabupaten, dan 2 kota, 52 kecamatan serta 299 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil yang 30% belum bernama dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 8.201,72 km², sekitar 96% merupakan lautan, dan hanya sekitar 4% daratan. 

Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi ini terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 dan merupakan provinsi ke-32 di Indonesia, yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga.

Asal Usul Nama Kepulauan Riau

Asal usul nama Kepulauan Riau berasal dari nama Riau. Riau diduga berasal kata "riuh" yang berarti ramai. Hal ini dikarenakan daerah Kepulauan Riau dulunya merupakan pusat perdagangan dan keramaian. Lalu nama ini berkembang dengan digunakannya nama Riau pada nama Kesultanan Lingga. Pada masa kolonial, kata Riau dituliskan "Riouw", sesuai dengan ejaan bahasa Belanda.

Setelah proklamasi kemerdekaan, wilayah Riau (Kepulauan Riau saat ini) disatukan dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatra. Dahulunya, hal ini dilakukan karena gerakan Ganyang Malaysia sehingga mempermudah hubungan dari wilayah kepulauan ke daratan Sumatera.

Namun, seiring berjalannya waktu, nama Riau digunakan oleh wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatera, sementara Kepulauan Riau memekarkan diri. Kata kepulauan ditambahkan di depan kata Riau karena wilayah yang sebagian besar lautan atau berbentuk kepulauan.

 

Bollywood Day

Sementara itu, dalam kalender internasional, 24 September diperingati sebagai Hari Bollywood. Peringatan ini awalnya merujuk pada peluncuran film Raja Harishchandra pada tahun 1913, yang dikenal sebagai film layar lebar pertama India. Namun kini, Bollywood tidak hanya identik dengan industri perfilman India, tetapi juga dengan seni tari khas yang melekat di dalamnya.

Mengutip laman National Today, tarian Bollywood merupakan perpaduan beragam gaya, mulai dari tari perut, kathak, tari rakyat India, hingga pengaruh tari populer Barat dan jazz modern. Gerakannya selaras dengan nuansa artistik film Asia Selatan, bahkan kerap menjadi bagian penting dalam perayaan pernikahan (shaadi) komunitas Desi di seluruh dunia.

Sejarah Hari Bollywood

Dalam arti sempit, istilah "Bollywood" merujuk pada budaya, seni, dan industri film Hindi dari Bombay. Pusat-pusat film lain di Asia Selatan sering disebut dengan sebutannya masing-masing. Misalnya, industri film Pakistan kuno disebut "Lollywood" diambil dari nama Lahore, salah satu ibu kota Pakistan dan Tollywood, untuk Andhra Pradesh di Bangladesh.

Namun, karena industri film Hindi Bombay mengerdilkan pusat-pusat produksi lainnya, istilah "Bollywood" umumnya diperluas untuk mencakup seluruh budaya film Asia Selatan.

Daya tarik internasional tari Bollywood telah berkembang selama beberapa dekade. Awalnya, tarian ini hanya ditemukan di tempat-tempat yang memiliki konsumsi film India yang signifikan, seperti bekas Uni Soviet dan Timur Tengah.

Selama tahun 1930-an, film-film Bollywood sering dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan apa yang dianggap para pembuat film sebagai isu-isu sosial pada masa itu. Industri ini sudah berkembang pesat, dengan beberapa pembuat film ternama memproduksi film-film dengan dialog dalam sebagian besar kelompok bahasa India yang beragam. Film berwarna pertama, "Kisna Kanya", dirilis pada era ini.

Perang Dunia II dan kemerdekaan India dari Inggris tidak memperlambat industri perfilman India. Bollywood dengan cepat menjadi obsesi India, dan sinema pasca-kemerdekaan mendapatkan pengakuan luas. Pendirian Institut Film dan Televisi India (FTII), sebuah ajang penghargaan sinema nasional, dan Festival Film Internasional pertama di India, melejitkan Bollywood ke panggung dunia. 

Namun, beberapa tahun yang lalu, gaya ini mulai populer di Eropa dan kini semakin populer di AS dan Kanada. Kini, sekolah tari yang mengajarkan gaya ini dapat ditemukan di sebagian besar kota besar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6