Mendagri Tito Karnavian Terima Perwakilan Delegasi UEA Bahas Kolaborasi Penguatan SDM

Momen pertemuan Mendagri Tito Karnavian dengan perwakilan delegasi Uni Emirat Arab (UEA).

Diterbitkan 17 September 2025, 19:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendagri dan delegasi UEA bahas penguatan SDM serta reformasi birokrasi.
  • UEA perkenalkan program DEEP, ZGB, dan Future Leaders untuk SDM dan birokrasi.
  • Mendagri nilai inisiatif UEA sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) yang dipimpin oleh Assistant Minister of Cabinet Affairs for Competitiveness and Experience Exchange, Abdulla Nasser Lootah bersama Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Aldhaheri. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu membahas beberapa hal terkait penguatan sumber daya manusia (SDM). Mendagri menegaskan, pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada sumber daya alam (SDA). Namun, yang jauh lebih penting adalah pengembangan SDM. Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas SDM untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Di berbagai kesempatan diskusi, saya selalu mencontohkan Uni Emirat Arab sebagai salah satu negara maju yang fokus pada penguatan SDM, ini sama halnya dengan Singapura," ujarnya.

UEA Perkenalkan Beberapa Program Inisiatif yang Sedang Dijalankan

Pendapat Mendagri tersebut disambut positif oleh delegasi UEA. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi pengalaman antar negara, khususnya dalam hal peningkatan kualitas SDM serta reformasi birokrasi. Dalam paparannya, delegasi UEA memperkenalkan sejumlah inisiatif program yang kini tengah dijalankan di negaranya.

Salah satunya adalah Dubai Future Experts Program (DEEP) yang berfokus pada pembangunan jejaring pakar foresight strategis di berbagai sektor kunci pemerintahan Dubai. Program ini berperan penting dalam penelitian masa depan, perumusan kebijakan, hingga proyek-proyek inovasi yang mendorong perubahan.

Selain itu, ada pula Zero Government Bureaucracy (ZGB), sebuah program nasional untuk memangkas hambatan birokrasi. Melalui inisiatif tersebut, pemerintah UEA berupaya mengurangi waktu tunggu layanan, menghapus prosedur yang tidak perlu, serta memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) agar layanan publik menjadi lebih cepat, sederhana, dan efisien.

Mendagri Nilai Inisiatif UEA Sejalan dengan Agenda Pemerintah

Delegasi juga menyinggung Future Leaders Program yang ditujukan untuk mencetak generasi pemimpin masa depan agar mampu menghadapi tantangan global dengan kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.

Mendagri menyambut baik paparan tersebut dan menilai inisiatif UEA sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam mendorong reformasi birokrasi, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas SDM.

Dia menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan gagasannya untuk memperkuat kapasitas kepala daerah melalui berbagai pelatihan atau short course yang fokus pada pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan.

“Semangat kolaborasi ini penting. Kita siap untuk bekerja sama, berbagi pengalaman, dan belajar bersama demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan manusia yang lebih berkualitas,” tegas Mendagri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6