Polisi Masih Buru Provokator Lain Aksi Penjarahan Rumah Uya Kuya, Libatkan Tim Siber

Jumlah tersangka dalam kasus penjarahan rumah Uya Kuya berjumlah 15 orang. Namun, Polisi masih memburu provokator lain dalam aksi tersebut.

Diperbarui 17 September 2025, 12:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi memburu provokator penjarahan rumah Uya Kuya di Pondok Bambu.
  • Tim siber dilibatkan untuk melacak provokator yang menghasut via media sosial.
  • Seorang provokator telah ditangkap karena menyebarkan ajakan di TikTok.

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) masih memburu provokator aksi penjarahan rumah Anggota Komisi IX DPR (nonaktif) Surya Utama atau Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (30/8) malam.

"Kami masih mencari sampai sekarang provokatornya, yang melakukan penghasutan atas terjadinya penjarahan rumah Uya Kuya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan di Jakarta, Rabu (17/9/2025). Dilansir Antara.

Dicky menyebut, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan tim siber untuk mencari pelaku yang menghasut massa melalui media sosial.

"Kami kemarin sudah komunikasi dengan tim siber, saat ini kami sedang mencari pelaku yang melakukan penghasutan, yang menggunakan media itu," ucapnya.

15 Orang Tersangka Penjarahan

Hingga saat ini, jumlah tersangka dalam kasus penjarahan rumah Uya Kuya masih berjumlah 15 orang. Namun, Polisi hingga kini terus memburu pihak yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut.

Terkait keterlibatan anak di bawah umur dalam kasus penjarahan ini, kata Dicky, proses hukum terhadap mereka masih menunggu keputusan pimpinan.

"Yang anak di bawah umur ini saat ini masih di Sentra Handayani, kebutuhannya sudah terpenuhi. Apakah ke depannya akan diproses, nanti kami lihat kebijakan dari pimpinan," kata Dicky.

Satu Provovaktor Sudah Ditangkap

Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang terduga provokator penjarahan rumah Uya Kuya.

"Provokator penjarahan rumah Uya Kuya sudah diamankan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Polisi Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (4/9).

Terduga provokator ditangkap karena diduga menyebarkan ajakan melalui akun media sosial. Dari tangan pelaku, polisi menyita dua unit telepon genggam yang digunakan untuk mengoperasikan akun TikTok.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6