Rumah Kepemimpinan Gelar Forum Pemimpin Muda untuk Indonesia Emas 2045

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan bahwa kepemimpinan harus dilandasi visi, ketangguhan, dan semangat meninggalkan warisan nilai.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rumah Kepemimpinan gelar NLC 2025 untuk cetak pemimpin muda strategis Indonesia Emas 2045.
  • NLC 2025 diikuti 700+ peserta dan menghadirkan 28 narasumber dari berbagai bidang.
  • Tema "Leadership Begins With You" tekankan kepemimpinan dari kontribusi diri.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Kepemimpinan menggelar National Leadership Camp (NLC) 2025 dengan menghadirkan lebih dari 700 peserta dari seluruh Indonesia guna memperkuat ekosistem kepemudaan dan mencetak pemimpin muda strategis yang siap menjawab tantangan era Indonesia Emas 2045.

Forum kepemimpinan nasional yang mempertemukan ratusan mahasiswa berprestasi, alumni, dan tokoh bangsa pada 22–24 Agustus 2025 di Depok ini menjadi momentum strategis dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap memimpin Indonesia menuju era emas pada 2045.

“Kami percaya, pemimpin muda bukan hanya generasi penerus, tetapi generasi penentu. Dari forum ini, kami berharap lahir ide-ide besar yang akan menggerakkan perubahan positif di tengah masyarakat,” kata CEO Rumah Kepemimpinan Adi Wahyu Adji.

Mengusung tema “Leadership Begins With You”, NLC 2025 mengajak generasi muda untuk menyadari bahwa kepemimpinan bukan dimulai dari jabatan, tetapi dari kesadaran diri untuk berkontribusi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini diikuti 700 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari 255 mahasiswa penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan Angkatan 12 yang berasal dari 45 kampus, serta peserta umum, mitra komunitas, dan keluarga.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti sesi inspiratif yang menghadirkan 28 narasumber dari berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, bisnis, hingga sektor digital. Tokoh-tokoh nasional yang turut hadir di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

 

Visi, Ketangguhan, dan Warisan

Dalam pidato pembuka, Sultan Bachtiar Najamudin menekankan bahwa kepemimpinan harus dilandasi visi, ketangguhan, dan semangat meninggalkan warisan nilai. Ia juga memuji konsistensi Rumah Kepemimpinan dalam mencetak kader pemimpin muda.

“Laboratorium ini adalah langkah nyata menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sultan yang menyebut Rumah Kepemimpinan sebagai laboratorium pemuda.

Senada dengan itu, Emil Dardak menyampaikan bahwa pemimpin bukan hanya yang memimpin dari depan, tetapi juga yang mendengarkan dan membina. “Pemimpin bukan sekadar memerintah, tapi menjadi tempat sandaran, mendengar, dan membina timnya,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menyoroti pentingnya ketangguhan dan inovasi di tengah ketidakpastian zaman. Ia menekankan bahwa di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), generasi muda harus memiliki growth mindset, ketajaman membaca momentum, dan kemampuan berkolaborasi.

Wakil Mendagri Bima Arya juga memberikan pesan kuat kepada peserta NLC. “Jabatan hanya sementara, pengabdian selamanya. Hal besar selalu dimulai dari hal kecil,” katanya, menegaskan pentingnya makna dan integritas dalam setiap langkah pemuda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6