Demo DPR 25 Agustus, Pos Polisi Jadi Saksi Bisu Amukan Massa

Aksi diwarnai kericuhan di berbagai titik akibat massa dipukul mundur dari Gerbang Utama.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 12:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Aksi unjuk rasa di DPR ricuh, massa dipukul mundur gas air mata.
  • Fasilitas umum rusak, pos polisi porak-poranda akibat kericuhan.
  • Polisi amankan sejumlah demonstran, bukan mahasiswa, tapi pelajar dan anarko.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah elemen massa menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

Aksi diwarnai kericuhan di berbagai titik akibat massa dipukul mundur dari Gerbang Utama. Mereka lari tunggang-langgang menghindari gas air mata yang diletupkan oleh aparat kepolisian.

Akibatnya kosentrasi massa terpecah di berbagai titik mulai dari Jalan Gerbang Pemuda, Kolong Tol Slipi, Jalan Pejompongan Raya dan Jalan Gelora. Bahkan, banyak fasilitas umum rusak akibat ulah pengunjuk rasa.

Meski, hujan sempat mengguyur Jakarta pada malam hari, tak menyurutkan semangat mereka untuk terus berunjuk rasa.

Namun, tak seperti biasanya. Orasi-orasi dari mobil komando tak terdengar lagi. Massa hanya memekikan suara "Bubarkan DPR". Seperti yang terpantau di Jalan Gerbang Pemuda hingga pukul 19:12 WIB.

 

Pos Polisi Porak-poranda

Jalanan masih basah. Di antara riuh sirene dan gas air mata yang baru saja diredakan, sebuah pos polisi yang biasanya jadi tempat petugas berteduh, kini porak-poranda.

Jendela pecah berantakan, dindingnya kotor dengan grafiti. Di bagian dalam kondisinya juga miris, batu dan tanah-tanah menyatu dengan lantai

Beberapa jam sebelumnya, suara orasi dan teriakan massa mahasiswa serta pelajar memekakkan telinga di Gerbang Utama DPR/MPR dan di Gerbang Pancasila DPR.

Aksi sempat diwarnai kericuhan batu dan botol beterbangan. Sementara polisi, mereka lepaskan gas air mata untuk meredam situasi.

 

Polisi Amankan Sejumlah Demonstran

Demonstrasi berujung ricuh di Gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025). Polisi mengamankan sejumlah demonstran. 

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

"Ada yang diamankan," kata dia saat dihubungi, Senin malam.

Roby mengatakan yang ditangkap bukan dari kalangan mahasiswa. “Pelajar dan anarko," ujar dia.

Terkait jumlahnya, Robby belum membeberkan secara detail.

"Masih kita data dulu,” ucap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6