Jurus Pramono Atasi Kemacetan di TB Simatupang: Buka Trotoar dan Pembatas Jalan

Pramono Anung setuju trotoar dan pembatas jalan di TB Simatupang dibuka demi atasi macet horor gara-gara proyek galian.

Diterbitkan 23 Agustus 2025, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI setuju usulan Dishub atasi kemacetan TB Simatupang.
  • Solusi sementara meliputi pembukaan trotoar dan pengecilan bedeng proyek.
  • Proyek galian pipanisasi air minum menjadi penyebab utama kemacetan.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengaku setuju dengan usulan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait upaya mengurangi kemacetan parah di jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan (Jaksel).

Adapun Dishub DKI Jakarta berencana untuk membuka trotoar dan sejumlah pembatas jalan yang ada sebagai solusi sementara agar arus lalu lintas di kawasan TB Simatupang kembali normal.

"Saya menyetujui itu, bahkan ketika mau menutup atau membuka outlet tol-nya, saya izinkan. Yang paling penting adalah kemacetan di dalam itu teratasi," kata Pramono di Jakarta, Sabtu (23/8/2025).

Di kawasan TB Simatupang memang terdapat proyek galian, salah satunya adalah galian pipanisasi air minum.

Proyek tersebut ditutupi dengan bedeng-bedeng yang memakan sebagian besar lajur jalan hingga mengakibatkan Jalan TB Simatupang sering mengalami macet.

 

Kemacetan di Jakarta Menurun

Meski begitu, menurut Pramono secara keseluruhan kemacetan di Jakarta sudah menurun meski sempat ada kemacetan parah di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

"Bisa dilihat secara keseluruhan, sebenarnya kemacetan saat ini turun signifikan tapi kemacetan horor di TB Simatupang ini memang terjadi," kata dia.

Pramono juga tak menampil faktor pembangunan yang tengah berjalan saat ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan tersebut mengalami kemacetan parah.

 

Kecilkan Bedeng

Oleh sebab itu, Pramono menyebut telah secara resmi meminta kepada pihak yang melakukan pembangunan agar bedeng-bedeng yang melintang di jalan dikecilkan.

Selain itu, dia juga menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan dan Satpol PP agar melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi yang terdapat bedeng-bedeng proyek. Para petugas disiagakan untuk memantau keberadaan 'pak ogah' yang dinilai dapat memperburuk kondisi kemacetan.

"Saya tidak ingin ada Pak Ogah di lokasi tersebut," dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6