JAMAN Dorong Kaderisasi Perempuan di Kancah Politik Nasional

Partisipasi politik perempuan Indonesia masih rendah. Indonesia masih berada di peringkat ke-6 dari 10 negara ASEAN dalam hal representasi politik perempuan.

Diperbarui 17 Agustus 2025, 04:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Perempuan adalah penggerak utama pembangunan bangsa, bukan hanya pelengkap.
  • Partisipasi politik perempuan Indonesia masih rendah, peringkat 6 di ASEAN.
  • JAMAN berkomitmen dorong pendidikan politik dan pemberdayaan perempuan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Iwan Dwi Laksono, menilai perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan bangsa, tapi mereka adalah penggerak utama. Pernyataan ini disampaikan Iwan dalam puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) atau hari Jadi ke-18 JAMAN di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2025.

"Sejarah telah mencatat peran luar biasa perempuan Indonesia, dari Kartini, Cut Nyak Dien, hingga tokoh-tokoh perempuan masa kini yang memimpin di berbagai sektor. Namun, realitas hari ini menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan struktural, kultural, dan institusional," kata Iwan dalam keterangan diterima.

Iwan mencatat, partisipasi politik perempuan Indonesia masih rendah. Indonesia masih berada di peringkat ke-6 dari 10 negara ASEAN dalam hal representasi politik perempuan.

"Ini bukan sekadar angka. Ini adalah cerminan dari sistem yang belum inklusif,” jelas Iwan.

Iwan memastikan, JAMAN berkomitmen mendorong pendidikan politik inklusif bagi perempuan. Mengembangkan kaderisasi kepemimpinan perempuan, mewujudkan kebijakan afirmatif berkelanjutan, memperluas akses perempuan terhadap teknologi dan pelatihan digital, dan membangun ekosistem pemberdayaan berbasis kemitraan multipihak.

 

Semangat Gotong Toyong

Iwan pun mengajak untuk melanjutkan perjuangan ini dengan semangat gotong royong, dari pulau Sabang di Aceh hingga Wanam di Merauke Papua, dengan keberanian perempuan, dan dengan komitmen tak tergoyahkan untuk Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

“Selamat atas HUT JAMAN ke-18 dan Selamat memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Indonesia. Wujudkan kemandirian nasional untuk menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia Maju," dia menandasi.

Sebagai informasi, beberapa agenda khusus memeriahkan puncak HUT ke-18 JAMAN, antara lain talk show, peluncuran JAMAN Perempuan Indonesia (JAPRI) dan hiburan kesenian persembahan JAMANers (kader JAMAN).

Diketahui, Talk Show bertajuk "Peran Sosial Politik Perempuan dalam Kemandirian Nasional" itu, menghadirkan penulis dan penggiat perempuan yang aktivis 1998 Lilik HS serta Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6